11 Jul 2016

Libur Lebaran bukan Panjangan

Yang kamu lakukan terhadap aku itu jahat..... (ala Dian Sastro), mungkin kira-kira itulah yang akan diucapkan oleh kota-kota besar kepada kaum urban. Hal ini dikarenakan ketika saat hari libur panjang dan ketika para kaum urban punya uang kota-kota besar ditinggalkan, sementara ketika isi kantongnya sudah menipis para kaum urban kembali lagi ke kota-kota besar. Setelah berbondong-bondong ditinggalkan sehingga sunyi, sekarang malah kembali berduyun-duyun datang kembali ketika isi kantong sudah menipis.Sebenarnya melihat banyak kaum urban pulang kampung, penulis juga ingin rasanya ikut serta, tapi apa daya penulis itu bukan orang kampung sehingga tidak memiliki kampung, tetapi tak apalah yang penting tidak kampungan.

Ketika yang lain merayakan lebaran, penulis yang tidak mau mainstream merayakan panjangan, sebab konon katanya panjang itu sohibnya sih lebar. Pada saat libur lebaran ini juga penulis merasa lebaran dalam arti harfiah "menjadi lebih lebar". Yah dikarenakan pada masa liburan tidak ada kegiatan akhirannya cuma bisa tiduran, ingin rasanya bersantai sambil berjemur dan menikmati sinar matahari ditepi pantai, atau pergi mendaki gunung yang mana menikmati keindahan alam sambil sesekali merenung.

Pada saat musim liburan ini juga di media sosial penuh dengan tulisan @ (dibaca et) liburan, et pantai, et kumpul keluarga, et gunung, et mall dan sejenisnya. Namun mungkin beberapa saat setelah libur usai didalam benak mereka akan terbersit pemikiran et dah cicilan belum lunas, et dah hutang masih numpuk, et dah gajian lama amat yak, dan sejenisnya.

Ada juga yang meledek penulis bahwa katanya setelah liburan ini penulis menjadi buncit, tetapi itu tidak masalah karena sebelumnya ada yang bilang penulis itu mampang, bahkan mungkin di masa depan ada juga yang bilang penulis ragunan, agar lengkap seperti trayek bus dalam kota di Jakarta. Selain itu ada juga pertanyaan klasik yang anehnya selalu ditanyakan "kapan nikah?" , "calonnya mana?", untuk saat ini penulis punya "jurus" untuk menangkisnya jawaban penulis itu adalah "calonnya dah ada, namanya Luna lengkapnya Lu Nanya Melulu".

22 Jun 2016

Setahun Sekali

Belakangan ini sering terngiang-ngiang lagu anak-anak semasa tahun 90an kalau gak salah nama penyanyinya Dhea Ananda, judulnya penulis lupa karena udah lama (yah jadi ketahuan kan usia penulis kisaran berapa). Yang biasa dinyanyikan ketika menjelang hari raya atau menjelang lebaran, tapi kali ini liriknya mau diganti ah sedikit biar kekinian.

Beli Baju Baru alhamdulilah,
Tuk dipakai dihari raya.
Gak punya uang ya bisa minta
Duitnya malak THR dari pengusaha.

Handphone baru alhamdulilah,
Tuk dipakai dihari raya.
Gak punya handphone gak apa-apa
Masih bisa nyari di bus antar kota.

Kendaraan baru alhamdulilah
Tuk dipakai dihari raya.
Gak punya pun gak apa-apa
Bisa sewa yang penting gaya.

yah kira-kira jadi seperti itu ya penggalan liriknya. Mungkin dari pembaca yang lain masih bisa menambahkan sendiri ya. Semua ini nyata benar ini sungguh. Gak tahu kenapa ada doktrin yang melekat didalam pikiran khalayak ramai "setahun sekali", jadilah sebuah paradigma yang melantur seperti ini.

Curcol dikit, setiap menjelang hari raya pun tiba-tiba penulis jadi banyak punya pegawai imajiner. Mereka biasanya datang berombongan sambil berkata "bos, mohon partisipasinya untuk tunjangan hari raya. Setahun sekali bos". Padahal sumpah penulis juga gak kenal siapa mereka, mungkin mereka hanya datang juga setahun sekali untuk meminta "partisipasi" yang gak jelas untuk apa itu. Intensitas kedatangannya pun semakin mendekati hari raya, seperti suasana lalu lintas di jalur pantura semakin padat merayap alias semakin sering saja. Yah nama juga SETAHUN SEKALI ya......., mungkin penulis juga akan menulis tulisan yang sama ini setahun sekali.

17 Jun 2016

Edisi Ramadan

Abang Mpok aye ada pantun nih.

Beli perban di apotik punya bang ramdan
Titipan dari bang Mamat dan mpok Ati
Jalani Maraban ya Ramadan
Dengan saling hormat dan menghormati

Kali ini dibuka sama pantun dulu ya, biar ada yang bilang "cakep" kepada penulis. Sekarang ini sedang bulan ramadan atau bisa juga disebut bulan puasa. Ada banyak hal menarik selama bulan puasa nih, karena konon katanya bulan ini bulan yang penuh berkah.

Tidak tau kenapa setiap bulan puasa ini, harga-harga bahan kebutuhan pokok meningkat terutama harga-harga bahan pangan. Alasan klasik yang biasa diceritakan adalah, jumlah permintaan naik. Padahal jika ditelaah lebih lanjut, ketika bulan puasa frekuensi orang makan itu semakin berkurang karena puasa (hanya makan setelah buka dan sebelum imsak) tetapi kenapa jumlah permintaan meningkat (?)

Setiap bulan puasa ini juga jumlah pengemis dikota-kota besar bertambah jumlahnya. Mungkin hal ini disebabkan banyak yang tergiur dengan penghasilan menjadi pengemis, dengan modal sedikit (bahkan tanpa modal) bisa memperoleh hasil melimpah dan tidak membutuhkan banyak tenaga (hanya membuang jauh rasa gengsi dan malu).

Ada berbagai macam jenis pengemis ketika sedang "bekerja", diantaranya. Diantaranya sering berkat "pak/bu dari pagi belum makan", kalau dibulan puasa ya wajar dong sehabis imsak ya tidak boleh makan untuk yang menjalankan ibadah puasa. Atau juga ada yang berkata "sedekahnya pak/bu untuk kaum fakir", kalau ada yang seperti itu ketemu sama penulis jawabannya cuma "Saya juga seorang fakir, tapi tidak mengemis. Karena saya fakir asmara bukan pengemis cinta" (sambil nyetel lagu lawas om Joni Iskandar). Atau ada pun yang nyeleneh dengan berkata "pak/bu dah tiga kali puasa tiga kali lebaran gak pulang-pulang", kalau ketemu yang berkata seperti ini. Segera lapor ke pos polisi terdekat karena bisa saja di itu ternyata bang Toyib yang sudah melegenda didaerah pantura. Kasihan keluarganya udah mencari-cari , bahkan sampai dinyanyikan dari panggung ke panggung.

Selain pengemis yang bertambah populasinya, yang banyak menjamur juga itu penjual makanan untuk berbuka puasa yang bahasa kerennya disebut takjil. Biasanya berjualan ditempat-tempat keramaian dengan menggunakan meja sederhana, dan yang dijual pun jajanan yang menarik seperti teh manis, kolak, bubur sumsum, lontong, gorengan dan sejenisnya. Walaupun penulis gak menjalankan ibadah puasa karena, penulis ini minoritas dinegara ini tetapi senang saja kalau jajan takjil ini.

Sekian edisi ramadan kali ini.

30 Mei 2016

Pengalaman Waktu Berjalan Kaki

Selain bersepeda untuk berangkat ketempat beraktifitas, penulis terkadang berjalan kaki. Tujuannya tuh biar sehat aja, bergerak sambil kejemur matahari pagi. Namun ada beberapa hal yang membuat penulis segan berjalan kaki, selain trotoar yang mulai menghilang dan sekarang berganti dengan taman yang tidak seberapa pantas. Ada juga beberapa hal-hal lain yang cukup unik.

1.  Calo angkot yang rese
     Ketika sedang berjalan kaki dan tiba di perempatan yang banyak angkot berbagai jurusan mengetem, sering kali ketemu sama yang namanya calo rese. Para calo itu selalu berkata "mau kemana bang? ayo xxx bang" (xxx disini adalah nama daerah yang dilalui oleh trayek angkot itu) sambil narik-narik. Hal pertama yang membuat sebel adalah ditarik-tarik, emangnya penulis tambang acara tujuh belasan ditarik-tarik. Hal kedua dan yang paling membuat sebel, nama penulis itu bukan Bambang. Jadi jangan seenaknya mengganti nama orang ya, izin dulu sama yang memberi nama.

2.  Tukang ojek non online yang mangkal
     Diperempatan itu selain banyak angkot ada banyak juga tukang ojek yang mangkal. Tukang ojek ini tipikal orang yang membuat orang lain gede rasa, karena setiap orang dipanggilnya dengan sebutan bos, kalau sedang menawarkan jasanya mereka selalu berkata "ojek bos". Pernah sewaktu-waktu penulis iseng ketika berjalan ada tukang ojek yang menawari, ya penulis langsung naik aja. Setelah naik si tukang ojek bertanya "kemana ini kita bos?", ya penulis jawab aja "terserah, kan situ yang ngajak".

3. Orang-orang misterius
   Sering sekali ketika dijalan penulis juga bertemu dengan orang yang menyapa penulis. Masalahnya kebanyakan dari mereka itu sedang naik motor dan pakai helm fullface, dan juga kecepatannya tinggi. Karena penulis tidak sombong (selain rajin menabung juga), penulis sapa balik aja. Padahal sih gak mengenali siapa yang tadi memanggil atau menyapa

4. Pengendara Motor yang (maaf) tidak punya isi kepala
    Kita semua sudah tau, kalau dalam kepala manusia ada otak. Dan untuk melindungi kepala beserta isinya ketika berkendara sepeda atau sepeda motor diperlukan helm. Tujuannya sih jelas untuk melindungi kepala beserta isinya dari benturan jika (mudah-mudahan tidak sampai) terjatuh ketika berkendara. Yang sering penulis temui adalah pengendara kepalanya kayaknya gak berisi, karena gak dilindungi dan yang lebih sakti lagi "kaum" mereka itu doyan namanya "contra flow" (biar keliatan keren aja). Dan yang paling kampret tuh sering naik-naik ke trotoar, penulis pernah tuh lagi jalan di catwalk eh salah trotoar masih nyaris ditabrak sama "kaum" itu.

5. Jalanan yang Becek
    Sudah lumrah kalau sehabis hujan jalan menjadi basah , tapi yang gak lumrah kalau gak hujan itu jalanan tetap basah. Didekat tempat penulis ada tuh yang seperti itu , padahal malamnya tidak hujan pagi-paginya jalanan tetap saja becek mana gak ada ojek (soalnya mereka dongkol habis dikerjain). Ternyata hal itu dikarenakan malam sebelumnya dijalan itu dijadikan pasar sayur, ikan, daging, buah dan sejenisnya disana. Setelah pagi tersisa dah becek dan sampahnya yang memiliki aroma yang sangat khas, yakni aroma pasar yang menyengat.

Nah itulah beberapa pengalaman penulis ketika berjalan kaki.

17 Mei 2016

Orasi (ORa Ada iSI)

Penulis itu tidak terlalu suka dengan namanya pergi ke mall, dalam kurun waktu 1 edisi kalender saja bisa dihitung pakai jari tangan berapa kali penulis pergi ke mall. Mungkin ada yang beranggapan kalau penulis ini kurang gaul dan tidak kekinian jadi tidak suka pergi ke mall, atau mungkin ada juga yang beranggapan kalau penulis ini pas di mall itu sendirian dan sering iri melihat pengunjung mall lain yang (biasanya) sama pasangan. Kalau kalian berpikiran seperti itu buang jauh-jauh hal tersebut, karena seperti yang pernah penulis bilang "gw juga punya cinta tapi gak gw umbar".

Penulis tuh gak suka sama mall karena banyak penipuan disana, terutama pada bagian penjualan produk-produk pakaian. Disana sering diumumkan adanya "Big Sale" atau "Jumbo Sale" tetapi pas penulis datang dan lihat disana pakaian yang dijual ukurannya gak ada yang Big atau Jumbo. Pernah suatu ketika penulis protes ke pramuniaga produk fashion itu, dan jawaban dari pramuniaga seperti ini "Mas, disini itu hanya menjual pakaian ukuran manusia. Belum jual pakaian ukuran beruang/panda".  Pramuniaga itu gak tau kali ya, kalau lembaga penulis ini gak besar-besar amat kok orang lain aja yang lebih kecil (kalau yang punya kamus besar bahasa indonesia, tolong cari arti kata badan, lembaga, dewan, dan majelis biar gak salah).

Selain itu di mall sendiri adalah tempat yang ramai, yang tidak terlalu penulis sukai. Karena kalau ditempat ramai gitu penulis sering difitnah. Penulis lagi diam saja sering dibilang makan, makan tempat katanya. Padahal yang namanya makan itu kan memasukan sesuatu yang berbentuk padat kedalam mulut dan menelannya, kalau tempat gimana menelannya coba gak pada mikir apa. Padahal kan penulis tuh tidak gemuk cuma tulangnya saja yang besar, kulitnya lebih tebal, pipi lebih chubby dan yah sedikit lebih berbobot lah dibanding orang kebanyakan(ini tuh cuma dibuat lebih santun dan elok saja ya).

Salah satu yang membuat penulis juga gak suka sama mall adalah masalah parkir, yang ada cuma parkir mobil baik biasa atau vallet dan parkir motor baik biasa ataupun motor gede. Penulis kan sebagai salah satu pencinta moda transportasi bahan bakar gowes yakni sepeda, jadi bingung kalau ke mall parkir gimana. Kalau untuk pengguna sepeda lipat mungkin bisa lah dilipat sepedanya lalu dimasukkan tas dan dibawa kedalam mall. Lah untuk penulis sendiri yang sering disebut mirip beruang atau difitnah sering makan, gak mungkin mengendarai yang namanya sepeda lipat karena kasihan sepedanya.

Untuk yang belum tau, profesi penulis sendiri sama seperti Chris John. Kami sama-sama bergerak dibidang jual-beli, bedanya kalau penulis jual-beli barang dan jasa kalau Chris John itu jual beli pukulan. Nah beberapa suplier penulis itu bermarkas di sebuah mall yang cukup aneh. Namanya Mangga Dua Mall , bahasa gaulnya M2M biar kekinian aja disingkat. M2M sendiri adalah salah satu contoh mall yang aneh disana tidak ada bioskop, bahkan ketika hari minggu, hari besar atau tanggal merah lainnya disana itu sepi macam kuburan nyaris tidak ada toko yang buka. Sungguh kontras dengan mall-mall yang lain ya, dan itu salah satu mall yang cukup sering penulis kunjungi dibanding mall lainnya.

30 Apr 2016

Sedang Hobi Wuxia

Sudah lama gak menulis cerita (lebih tepatnya sih mengetik ya, soalnya gak ditulis), bukan dikarenakan (sok) sibuk ataupun kegiatan lainnya. Tapi lebih dikarenakan belakangan ini penulis sedang suka membaca novel wuxia (dunia persilatan tiongkok) ataupun menonton film seri yang diangkat dari kisah-kisah novel wuxia. Dari pengalaman itu penulis akhir mempunyai tambahan idola baru, yakni opa/engkong/eyang Louis Cha dikenal juga dengan nama Jin Yong atau Chin Yung.

Louis Cha adalah salah satu penulis wuxia senior, yang bahkan sudah menulis dari semenjak babe nya penulis masih remaja. Yakni era tahun 1950-1960an. Pada masa itu karyanya banyak diedarkan secara berseri melalui media cetak seperti cerita seri di koran ataupun dikumpulkan menjadi sebuah novel. Karya-karyanya terkenal dan beberapa diantaranya bahkan diangkat menjadi serial atau juga film.

 Beberapa karyanya adalah Trilogi Rajawali kisah mulai dari Guo Jing / Kwe Ceng dan Huang Rong / Oey Yong,  Yang Guo / Yo Ko dan Xiao Lung Ni / Siaw Lung Lie , Zhang Wuji / Thio Buki dan Zhao Min / Tio Beng yang sudah sering diangkat jadi serial dan disiarkan berbagai versinya di negara asal penulis. Selain itu juga ada Tian Long Buba atau juga dikenal dengan judul The Demi Gods and Semi Devils, yang cerita begitu kompleks dan memiliki benang merah dari ratusan jumlah tokoh yang diceritakan.

Tapi diantara semua karyanya ada satu yang cukup menarik yakni kisah Xiao Ao Jiang Hu / The Smiling Proud Wanderer atau  juga dikenal dengan judul SwordMan atau dalam saduran bahasa Indonesia dikenal dengan nama Pendekar Hina Kelana. Kalau diartikan secara harfiah judulnya kira-kira memiliki arti Mentertawakan Dunia Persilatan, cukup menarik karena dunia persilatan kok ditertawakan.

Secara ringkas kisahnya adalah mengisahkan beberapa (oknum) pendekar yang konon katanya berasal dari aliran lurus, namun ternyata aslinya sesat. Dan juga beberapa pendekar aliran sesat yang ternyata masih ada sisi baiknya juga. Tentu tidak ketinggalan kisah romansa tokoh utama pendekar dari aliran lurus Linghu Cong dengan putri dari Ketua aliran sesat Ren Yinying, yang menembus batas etika ataupun norma dalam dunia persilatan yang terjadi saat itu.

Satu hal lagi yang membuat saya salut kepada eyang Louis Cha, kisahnya ini tidak lekang dimakan waktu. Bahkan setelah melewati era milenium , masih layak untuk diikuti kisahnya. Bahkan sudah berkali-kali diangkat menjadi serial. Sebagai seorang (yang sedang belajar menjadi) penulis, penulis memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada eyang Louis Cha.

1 Apr 2016

(masih) Gagal paham

Ada beberapa hal yang masih sulit dimengerti dan membuat penulis sepenuhnya gagal paham. Salah satunya adalah ketika harga bahan bakar minyak (selanjutnya disingkat dengan bbm) naik, secara kompak , teratur dan rapi harga-harga yang lain pun menjadi ikut-ikutan. Penulis gak tau apakah yang lain itu memang harus naik, atau cuma ikut-ikutan trend biar dibilang kekinian aja. Atau sekedar gengsi karena dipanas-panasin sama teman atau tetangganya. Contohnya kayak si cabai yang mungkin biasa kita kenal dengan sebutan cabe (yang beneran ya bukan diulang ditambah imbuhan an), konon katanya harganya jadi ikutan naik karena dipanasi oleh tomat sobatnya yang dialognya kurang lebih seperti ini "gak asik u cab, yang lain aja harganya naik masa u enggak. kurang gaul u kalau gak naik harga". Dan akhirnya si cabe pun karena gengsi jadi ikut-ikutan naik, karena dia juga berobsesi ingin menjadi trending topic juga di medsos.

Penulis sendiri punya pengalaman melihat bagaimana kenaikan harga-harga imbas dari efek domino kenaikan harga bbm. Seperti yang kita ketahui bersama penulis itu suka jajan (tanpa tanda petik, dan dengan makna yang sesungguhnya bukan makna yang tersirat).  Pernah suatu waktu ketika harga bbm baru saja naik, penulis hendak jajan beli ketoprak. Dialognya kurang lebih seperti ini

P    = Penulis
PT  = Penjual keToprak (kalau PK takutnya artinya melenceng jauh)

p  :  bang toprak satu, cabenya tiga, gak usah pakai bawang putih, sama jangan pakai pare ya.
pt :  wah mas dagangan saya ketoprak, mana ada yang pakai pare.
p  : bener dong berarti pesanan saya
pt : iya sih
p  : oh iya gak usah pakai piring ya
pt : maksudnya gimana gak pakai piring mas?
p  : dibungkus , kalau bahasa kerennya pas direstoran sih tekawe..... (dibacanya take away ya) bang
pt : tapi pakai piring dulu ya, soalnya kalau gak gimana saya ngulek bumbu kacang tanahnya.
p  : ok

Singkat cerita ketoprakpun selesai dibuat, dan saya hendak membayar, namun kata si abang kurang karena harganya naik mengikuti trend yang sedang berjalan yakni yang terpusat pada kenaikan harga bbm. Padahal secara logika saja, apa korelasi dari kenaikan harga bbm dengan ketoprak. Apakah pada mengulek bumbu ketoprak itu menggunakan bbm agar bisa berjalan, sampai saat ini pun ini menjadi salah satu misteri yang belum terpecahkan.

Lalu suatu ketika harga bbm pun mengalami penurunan, mungkin karena setelah naik dan mencapai puncak akhirnya harus turun juga. Dan yang terjadi adalah harga ketoprak pun masih tetap sama saja tanpa mengalami perubahan mengikuti trend turunnya harga bbm, apa mungkin karena ketoprak sudah tidak asik dan tidak lagi kekinian. Yah setidaknya kalau harganya masih tetap belum turun , porsinya gitu ditambah contoh dulu pakai tahu goreng 2potong sekarang jadi 4potong. Setidaknya menjadi lebih adil gitu. Dan ternyata setelah disurvey lebih lanjut bukan cuma ketoprak aja yang mengalami labil seperti itu, tetapi banyak dari yang lain juga sama. Ternyata benar mereka memang kompak sama-sama ingin naik tapi ogah turun.

24 Mar 2016

(bukan) Gagal Paham

Pertama dijelaskan terlebih dahulu, judulnya seperti itu bukan karena tulisan gagal paham edisi-edisi sebelumnya dicekal oleh KPI (komisi penulis indonesia) ya. Tapi dikarenakan pada tulisan kali ini (mudah-mudahan) ada penjelasannya sehingga untuk para pembaca (mudah-mudahan) mengerti dengan jelas. Jadi tulisan kali ini mungkin bisa dibilang seperti penulis yaitu berbobot berat.

Beberapa hari yang lalu ada demonstrasi di ibu kota, mengenai penyedia jasa angkutan berbasis aplikasi online. Demonstran terdiri dari anggota paguyuban angkutan darat, yang beranggotakan supir taksi, angkot, dan sejenisnya, yang meminta diblokirnya aplikasi online para penyedia jasa angkutan. Yang disesalkan demo itu sendiri menjurus ke arah tindakan anarkis, yang mana mungkin saja telah digerakkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini sempat menjadi trending topic diberbagai sosial media dan juga media elektronik, sampai menimbulkan banyak sekali komentar-komentar para penghuni internet yang biar lebih kekinian biasa disebut netizen. Dari sekian banyak komentar yang masuk, ada beberapa yang cukup unik. Seperti contohnya kenapa penyedia jasa angkutan konvensional tidak ikutan membuat aplikasi online saja seperti yang lain. Komentar tersebut terdengar sederhana, masuk akal dan sepertinya membangun.

Namun perlu diketahui, sepengetahuan penulis selaku tukang jualan komputer profesional bersertifikat karena dilemari penulis ada ijazah bertuliskan nama penulis dikasih embel-embel S.Kom yang mungkin artinya Sales Komputer. Untuk membuat aplikasi itu tidak semudah membuat telor ceplok, yang (konon) cukup mudah dan berwaktu singkat yang tidak sampai sepuluh menit sudah bisa disajikan bersama kecap manis dan irisan cengek (cengek itu bahasa barat ya, lebih tepatnya bagian barat pulau jawa).

Tahap untuk membangun sebuah aplikasi sendiri setahu penulis diawali dengan USR yang merupakan kepanjangan dari User System Requirement, yang secara garis besar berarti kebutuhan apa saja sih yang butuhkan untuk sistem aplikasi yang akan dibangun nantinya. Sebagai contoh jika ingin membangun sebuah rumah kita membutuhkan setidaknya 1 petak lahan darat kosong, pondasi, tiang penyangga, atap, sekat antar ruangan dan sebagainya yang merupakan syarat minimun sebuah rumah.

Setelah USR terpenuhi masuklah kedalam tahapan FDS yang merupakan kepanjangan dari Functional Design Specification, yang secara garis besar berarti Rancangan Fungsi secara mendetail. Sebagai contoh kembali menggunakan analogi sebuah rumah, setelah kebutuhan awal terpenuhi kita perlu merancang atau merencanakan fungsi secara mendetail seperti perumpamaan berikut adanya sebuah pintu depan untuk masuk, setelah melewati pintu depan akan masuk kedalam ruang tamu, dari ruang tamu terhubung dengan ruang keluarga yang menjadi satu dengan ruang makan, ruang keluarga tersebut nantinya akan memiliki akses ke kamar mandi/toilet, ruang kamar tidur, dapur dan seterusnya.

Setelah FDS masuklah ketahap Developing , yang berarti pengerjaan pembangunan atau pembuatan. Sebagai contoh kembali menggunakan analogi sebuah rumah, setelah kebutuhan dasar sudah terpenuhi, rancangan sudah tersedia hal yang dilakukan adalah proses pengerjaan bangunan.

Selanjutnya adalah Tahap Testing, yang artinya pengujian. Biasanya ada banyak jenisnya dalam tahap ini ada yang menggunakan metode alpha testing beta testing. Ada pula yang menggunakan istilah FAT (Factory Acceptance Test), UAT (User Acceptance Test), dan sejenisnya yang mana pada intinya adalah pengetesan kelayakan dari sebuah sistem. Sebagai contoh kembali menggunakan analogi sebuah rumah, setelah rumah selesai dibangun tentunya harus diperiksa hasil pekerjaannya apakah sudah layak huni atau perlukah ada perbaikan lagi untuk menutupi kekurangan.

Tahap terakhir adalah tahap launching , running, kick off, atau apapun lah namanya itu. Yang berarti sebuah sistem sudah siap berjalan untuk dipergunakan oleh para penggunanya. Sebagai contoh kembali menggunakan analogi sebuah rumah, rumah yang telah selesai dibangun dan lulus tahap pemeriksaaan akan dilakukan proses serah terima kepada calon penghuni atau pemiliknya.

Nah dari ilustrasi diatas bisa diketahui kan membuat sebuah sistem itu gak semudah seperti membuat telor ceplok. Bahkan setelah sistem sudah berjalan masih ada banyak lagi proses yang perlu dikerjakan, dan itu akan dibahas lagi kapan-kapan kalau penulis sedang bisa menggunakan pola pikir, pengalaman sebagaimana seharusnya.

NB : Walaupun penulis sering menganalogikan pembangunan sistem itu seperti rumah, dalam membangun sebuah sistem tidak bisa menambahkan begitu saja jumlah pekerja. Karena kalau tidak salah ingat penulis pernah membaca semakin banyak kepala yang berpikir dalam membangun sebuah sistem belum tentu akan mempercepat proses pengerjaan, bahkan bisa saja memperlambat pekerjaannya.

Kalau ada kesalahan ada kekurangan ya mohon dimaklumi, karena penulis hanyalah tukang jualan komputer bersertifikat, bukan seorang profesional yang memiliki banyak gelar.

23 Feb 2016

Kompilasi Percakapan Unik dengan para Penjual Makanan (2)

Untuk yang belum mengetahui, penulis ini hobi sekali akan jajan itu karena penulis masih muda, belum menikah dan masih polos. Karena kalau sudah dewasa, konotasi kata "jajan" itu bisa saja berubah makna. Seperti pernah penulis dengar seorang istri menggugat cerai suaminya karena suaminya suka "jajan". Mungkin saja karena jajanan sang suami itu mengandung bahan-bahan berbahaya, contohnya seperti mengandung madu. Tidak tahu kenapa para istri itu tidak suka dengan yang namanya madu. Jadi pria dewasa yang sudah menikah, kalau ingin mengetes apakah madu asli atau tidak. Bawa saja kepada istri kalian, kalau istri marah dan minta cerai tidak dipungkiri itu adalah madu asli bukan palsu, tidak perlu dibakar dibekukan atau sejenisnya.

Wah jadi kepanjangan hanya untuk pembukaan saja, jadi kita langsung ke sub pembahasan kali ini. Yakni kumpulan percakapan unik penulis dengan para tukang jajanan atau penjual makanan yang pernah penulis alami.

5. Tukang Somay Yang optimis
Selain punya langganan tukang batagor & somay, penulis juga punya langganan penjual yang hanya menjual somay saja. Penjual somay ini terlihat sangat optimis terlihat dari percakapan berikut.
Keterangan
P = Penulis
TS = Tukang Somay

P   : Pak , dibungkus dong sepuluh ribu rupiah.
TS  : Pakai apa saja nih?
P : Campur saja, tidak usah pakai pare
TS : Kenapa kok gak pakai pare?
P : Pare itu pahit pak, walaupun rasanya tidak sepahit ditolak cinta
TS : Bisa aja nih, iya nih gak kenapa ya petani pare itu kasian lho. Mereka menanam pare berhektar-hektar semuanya hasilnya pahit , satu pun tidak ada yang manis.
P : iya atuh pak, kalau pare nya manis gak laku.
TS : sama juga seperti petani jeruk limau (sambil menunjukan jeruk limau) mereka menanam jeruk limau semua hasilnya asam, dan lagi gak gede-gede jeruknya segitu-gitu aja. Tapi tenang dengan usaha dan doa bisa saja suatu saat kelak pare dan jeruk limau hasil tanaman para petani akan menjadi manis. Karena semua akan indah pada waktunya (itupun kalau ada duitnya)

Mungkin itu tukang somay adalah fans garis keras dari motifator pak Mario Tegang, jadi perkatanya lemper sekali.


6. Tukang mie ayam bakso pujangga
Suatu ketika ketika sedang diperjalanan penulis merasa lapar karena memang sudah waktunya jam makan, melihat ke sekeliling ada gerobak penjual mie ayam bakso. Maka penulis pun memutuskan untuk singgah dan makan disana, namun apa daya ternyata tukang mie ayamnya adalah seorang pujangga.w
Keterangan
P    = Penulis
TMB = Tukang Mie ayam Bakso

P     : Bang mie ayam satu, makan disitu aja (sambil nunjuk meja) ya gak makan disini.
TMB : Wah mie ayamnya habis mas
P     : Kalau begitu bakso saja deh
TMB : Baksonya juga habis mas
P     : kalau gitu apa yang tersisa , saya lapar nih mau makan.
TMB : yang tersisa hanyalah penyesalan mas
P     : Oke kalau penyesalan bisa dimakan , saya pesan itu aja deh satu
TMB : bisa mas, namun penyesalan itu rasa tidak enak lho.
P     : (mulai bingung) gapapa bang yang penting bisa dimakan (sambil mencoba meladeni TMB yang pujangga sejati itu)
TMB : oke
Setelah menunggu lama ini pesanan penulis kok gak datang-datang, maka penulis pun bertanya kepada tukang mie ayam bakso tersebut.
P    : bang mana nih pesanan saya, kalau begini saya bisa terlambat nih.
TMB: Yah begitulah bung, yang namanya penyesalan pasti akan selalu terlambat.

Akhirnya dengan dongkol penulis pergi dari gerobak tersebut, dan melanjutkan perjalanan. Rasanya itu menyebalkan pas lagi lapar kok ketemu pujangga semacam itu. Gak jadi deh penulis makannya.


7. Tukang Karedok Curhat.
Dikarenakan penulis adalah seekor omnivora yang selain memakan daging, penulis juga memakan sayur-sayuran. Yang penulis suka diantaranya adalah salad ala sunda, yang terkenal dengan nama karedok. Yakni potongan sayur mentah diaduk dengan saus bumbu kacang ulek. Pernah suatu waktu ketika membeli karedok , sang penjual karedoknya curhat.
Keterangan
P   = Penulis
TK  = Tukang Karedok.

P    : karedoknya satu pak, pakai cabe nya 3aja. Yang aslinya cabe nya bukan cabe-cabean.
TK  : Siap, nah kayak gini nih jelas pesanannya. Tadi ada orang yang pesan karedok mintanya jangan pedas, tapi tetap ingin menggunakan cabe. Pas disuguhkan dia komplain katanya pedas, padahal sudah hanya menggunakan cabe 1buah saja cabe asli lagi. Tau gitu mending dia bilang aja gak usah pakai cabe.
P    : lah tumben ngomongny panjang lebar si bapak
Lalu sambil mengulek tukang karedok itu pun cerita
TK  : Iya nih saya lagi pusing, anak saya dah mau lulus SMP dan ingin melanjutkan ke STM. Sedangkan saya maunya dia masuk SMK aja.
P   : lah pak STM sama SMK kan sekarang sama aja pak.
TK  : beda mas, STM itu Sekolah Tukang Mie sedangkan SMK itu Sekolah Menjual Karedok. Alias dia melanjutkan bisnis keluarga.
P    : yah pak, sekarang itu sudah masuk masa wajib belajar 12tahun pak. Jadi lebih baik dari SMP anak bapak melanjutkan sekolah lagi.
TK   : Mang si mas nya lulusan mana?
P    : Saya dulu kuliah pak, sampai lulus jadi sarjana
TK   : ooo kuliah dimana mas?
P     : di UI pak
TK   : wih hebat mas bisa kuliah di universitas indonesia.
P     : gak pak dulu saya kuliah sambil bantu ibu saja jualan, Jadi nama kampusnya Usaha Ibu. Mirip-miriplah sama UI yang didepok.


ya untuk sementara cukup sampai disini dulu ya (padahal bahan atau materinya penulis mulai abis)

14 Feb 2016

Cinta (episode dua)

Berhubung konon hari ini tanggal 14 pebruari lagi hari palentine (susah ngomong hurup ep dan pee), banyak yang membicarakan masalah cinta. Biar kekinian penulis juga mau ikutan membahas tentang cinta, jadi materi tulisan kali ini agak berat dan berbobot namun tidak harus juga ditimbang dan dibandingkan sama bobot dari penulis ya. Cinta selalu menarik menyajikan hal untuk dikulik, karena cinta menjanjikan suka meski terkadang juga menggoreskan luka.

"Cinta datang tiba-tiba, cinta adalah anugrah Yang Kuasa" itu adalah petikan dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Marcel judulnya penulis lupa, kalau ditelaah itu ada benarnya karena kita sendiri tidak pernah akan bisa menduga kapan dan kepada siapa kita jatuh cinta. Namun tidak menutup kemungkinan cinta hadir karena terbiasa, namun kalau tidak hadir mungkin dia ada halangan ataupun urusan lain. Cinta itu juga ada berbagai macam seperti cinta kepada orang tua, cinta kepada keluarga, cinta pasangan kepada busangan (karena pasangan dan busangan adalah suami istri yang rukun dan saling mencintai).

Terkadang cinta itu sama seperti sampah, tidak boleh diletakkan sembarangan. Dan harus diletakan pada tempatnya yang sesuai. Ada sebuah kalimat bahwa jatuh cinta itu mudah, tinggal jatuh aja tidak perlu modal dan tidak perlu bangun lagi setelah jatuh. Ada yang bilang cinta tidak harus memiliki, itu hanya sebuah penghalusan dari kata-kata "berharap" atau bahasa penulis itu "ngarep". Ada juga suatu kalimat dari seorang tokoh fiksi yang berbunyi "sejak dahulu beginilah cinta, deritanya tiada berakhir". Tapi kalimat itu tidak sepenuhnya tepat, karena jika cinta ditambahkan imbukan "men" dan "di" tentunya akan berbahagia. Ataupun karena tulus mencinta dengan apa adanya, tidak perlu memperoleh balasan dicinta juga sudah membuat menjadi bahagia (ini masih penghalusan dari kata "berharap").

Ada juga yang berkata cinta itu ibarat menunggu angkutan umum dihalte, ketika ada angkutan yang berhenti belum tentu angkutan yang kita inginkan. Sekali ada angkutan yang kita inginkan , namun ternyata sudah penuh dan kita tidak bisa masuk kedalamnya. Jadi apakah sebenarnya itu cinta, cinta itu adalah sesuatu yang abstrak dan sulit dimengerti. Kalau pembaca masih belum mengerti, ya mungkin saja itulah cinta.


NB : Penulis juga punya cinta, tapi gak diumbar

11 Feb 2016

Kompilasi Edisi Percakapan Unik bersama Penjual Makanan

Ternyata para pedang-pedagang makanan itu gak cuma bisa menjual barang dagangannya aja. Terkadang mereka pun bisa kita ajak mengobrol yang unik-unik. Bahkan ada beberapa obrolan penulis dan pada pedagang makanan yang cukup unik dan bisa penulis bagikan cerita seperti cerita-cerita berikut ini.


1. Tukang nasi uduk kepo
Disuatu pagi ada sebagai seorang manusia yang normal penulis tentunya perlu sarapan, dan pada pagi itu timbul keinginan untuk sarapan nasi uduk. Maka meluncurlah penulis ketempat tukang nasi uduk jualan.
keterangan P = penulis, TN = Tukang Nasi

P : Bu, nasi uduk 1porsi pakai telur dadar, perkedel sama bakwan.
TN : Ya, makan disini apa dirumah?
P : Lah terserah saya bu, ibu-ibu kepo aja deh nih.
TN : iya maksudnya kalau mau jangan makan disini.
P : Lah emang kenapa bu, saya gak boleh makan disini?
TN : Makannya disitu aja tuh ada kursi sama meja, kalau disini kamu menghalangi pembeli lain yang mau beli juga.
P : kalau gitu dibungkus aja deh bu, semur kentang ma tahunya ditaruh dipinggir aja.
TN : Kok dipinggir aja naruh nya, bikin repot aja
P : Kalau ditaruh ditengah ntar menghalangi yang lewat bu.

Akhirnya penulis pun bisa pulang membawa nasi uduk sebungkus.


2. Tukang bubur ayam koplak.
Ketika sore hari didepan tempat penulis mencari nafkah biasa melintas tukang bubur ayam, pada suatu sore penulis pun memesan bubur ayam kepada si penjual.
Keterangan P = Penulis, TB = Tukang Bubur

P : Bang bikinin bubur ayam semangkuk ya.
TB : Ok, tapi ayamnya pakai ayam mati mau gak?
P : Iya atuh bang, masa ayam yang masih hidup nanti saya gimana makannya. Bisa aja ini tukang bubur
TB : hehehe, ngomong-ngomong ini sepi amat ya. Kagak ada orang barang sepotong pun.
P : Makanya bang orang jangan galak-galak, orang lah mau dipotong jadi pada kagak mau lewat dan beli tuh jadinya. Ngomong-ngomong gak pergi naik haji bang, kayak di tipi-tipi itu lho.
TB : Eits jangan salah, saya udah naik haji. Tapi belum sampai ketujuan udah turun lagi. Saya takut sama ketinggian soalnya, kan kalau udah naik haji gak bisa turun lagi. Mungkin ini sepi karena seharian tadi turun hujan kali ya.
P : Ah pengaruh bang sepi sama turun hujan sih, kalau hujannya naik baru tuh bakalannya sepi.

Tanpa terasa bubur yang semangkuk sudah lenyap habis tertelan.


3. Tukang Batagor Somay Gaul.
Penulis punya langganan tukang batagor dan somay yang biasa mulai berjualan dengan cara mangkal dari sore sampai tengah malam, orangnya asik tapi kadang sering nyeleneh.
keterangan P = Penulis, TBS = Tukang Batagor Somay

TBS : Dah lama gak keliatan bro, kemana aja? nih saya ada menu baru nih.
P  : biasa kangbro saya lagi sok sibuk. Menu apaan?
TBS : Bakso
P : Lah semenjak kapan ente jualan bakso juga kangbro?
TBS : Dari dulu, ente aja yang gak tau bro.
P : Ya udah bakso satu porsi dah, makan disitu aja bukan disini (keingetan sama omongan tukang nasi uduk)
TBS : Lah kok gak makan disini?
P : Kalau makan disini ntar menghalangi orang lain yang mau beli, makanya makannya disitu aja.
TBS : Pembeli yang ini emang rada lain ya
Tidak lama kemudian pesanan saya pun diantarkan, dan yang diantarkan itu batagor bukan bakso.
P : Lah kang bro, tadi katanya menu barunya bakso. Lah ini sih batagor kayak biasanya gak ada bedanya.
TBS : Ini juga bakso bro, cuma dimasukin kedalam tahu terus digoreng. Jadi namanya BAkso TAhu GOReng, alias batagor.

Ternyata penulis tiba-tiba merasa bodoh saat itu juga. Dan dilanjutkan makan Bakso yang dimasukin kedalam tahu terus digoreng itu.


4. Tukang Nasi Goreng kekinian.
Untuk yang belum tahu, penulis ini orang yang doyan jajan jadi hampir semua tukang penjual jajanan akrab sama penulis karena sudah menjadi langganan. Suatu ketika penulis sedang makan nasi goreng ditempat seorang pedagang nasi goreng langganan terdapat sebuah percakapan yang isinya sebagai berikut.
keterangan P = Penulis,  TNG = Tukang Nasi Goreng.

TNG : Bro, kemaren pas saya browsing diinternet ternyata nasi goreng itu udah terkenal dan go internasional bro.
P : kemana aja bang, emang dari dulu itu mah.
TNG : Iya, mau tau gak kenapa Nasi goreng go internasional. Sementara tuh nasi uduk belum bisa.
P : Kenapa mang nya bang? (penulis mulai penasaran)
TNS : Soalnya nasi goreng itu warnanya eksotis bro, sementara nasi uduk tuh cuma putih kayak warna kulit orang pucat. Kan tau sendiri selera bule itu yang eksotis-eksotis bukan yang putih-putih. Belum lagi nasi uduk itu kurang gaul, temennya paling juga cuma bakwan sama sambal kacang jadi kurang ada terbuka bro.
P : bisa aja ini tukang nasi goreng, nasi goreng juga sombong kok bang. Cuma mau temenan sama acar, kerupuk atau emping doang. Dia gak mau gaul sama semur jengkol kayak si nasi uduk.
TNG : Hahaha, bisa aja ente bro


Sebenarnya masih ada banyak lagi, cuma penulis lupa apa aja. Jadi sementara ceritanya sampai disini dulu ya.

3 Feb 2016

Gagal Paham IX

Tanpa terasa saat ini sudah memasuki bulan pebruari, bulan yang tidak terlalu penulis sukai. Karena penulis susah melapalkan hurup "ep", dan juga dikarenakan bulan ini jumlah harinya sedikit. Untuk para pekerja mungkin menyenangkan karena jumlah hari kerja lebih sedikit namun bayaran yang diterima itu tetap. Sedangkan untuk orang seperti penulis yang menggantungkan hidupnya dibidang perdagangan itu agak kesulitan karena harus mengejar target yang sama dengan jumlah hari yang lebih sedikit.

Biasanya dibulan ini pebruari ini juga memasuki puncaknya musim hujan, yang mana hujan makin sering turun dan mudah-mudahan selamanya turun alias tidak pernah naik (aneh kalau hujan naik). Ada yang bilang dikarenakan dibulan pebruari ini ada perayaan Tahun baru imlek dan capgome. Yang biasanya dirayakan oleh para warga keturunan tionghoa, contohnya seperti penulis ini.

Tahun baru imlek sendiri adalah perayaan pergantian tahun kalender tiongkok, yang konon katanya berasal dari pergantian musim dingin kemusim semi pada daratan tiongkok pada zaman dahulu. Sedangkan capgome adalah perayaan tanggal 15 pertama pada kalender tiongkok yang merupakan berakhirnya perayaan tahun baru imlek.

Pada saat perayaan tahun baru imlek, itu seperti perayaan lebaran atau natal untuk orang-orang lain. Yang mana akan ada yang namanya kumpul seluruh keluarga atau bersilahturahmi mengunjungi keluarga satu persatu. Biasanya pihak yang lebih mudah mengunjungi pihak yang lebih tua, dan juga untuk yang sudah menikah memberikan angpao (alias amplop merah berisi uang, atau sejenis) kepada yang belum menikah.

Yang namanya acara kumpul keluarga itu pasti ada saja ucapan doa atau sejenisnya. Seperti contohnya setiap tahun pasti penulis dapat ucapan "semoga usahanya maju, enteng jodohnya, banyak rejeki nya" dan sejenisnya. Kalau kita telaah,kantor penulis (pokoknya maunya disebut kantor biar keren, kalau disebut toko terlalu mainstream) sudah pernah penulis dorong-dorong sampai detik ini gak mau maju satu milimeter pun dan lagi posisi kantor penulis berada ditepi jalan raya, kalau kalau posisinya maju berarti akan berada ditengah jalan itukan bahaya. Jadi mungkin ucapan doanya bisa diralat menjadi "semoga usahanya semakin berkembang , baik itu aset, jumlah transaksi atau keuntungannya".

Sedangkan untuk doa "semoga enteng jodoh",  penulis sendiri cukup sadar diri bahwa penulis itu berat. Jangan ditanya berapa berat badannya, karena hubungan penulis dengan alat timbang badan sedang kurang harmonis. Sudah lama kami tidak berkomunikasi satu sama lain, mungkin dikarenakan alat timbang badan itu terkadang terlalu jujur tanpa memahami perasaan orang yang menaikinya. Coba bayangkan kalau jodoh penulis itu enteng, kan kasian jadinya. Jadi mungkin ucapan doanya bisa diralat menjadi "semoga lekas dapat jodoh, yang sebagaimana mestinya dan seharusnya".

Sedangkan untuk ucapan doa "semoga banyak rejekinya" penulis tidak akan memberi masukan untuk merevisi ucapan itu, mungkin pembaca ada yang punya ide?


27 Jan 2016

Gagal Paham VIII

Kali ini judul diketik dengan angka romawi, hal ini biar gak kalah sama film yang belum lama tayang dengan sekuel ketujuh dan ditulis pakai angka romawi juga (maksudnya biar kekinian). Belum lama ini penulis memiliki nama panggilan "Pakar", bukan berarti seorang ahli tetapi kependekan dari Pak Karno. Tetapi memang lebih baik dipanggil pakar dibanding dipanggil pasuk, soalnya kalau dipanggil pasuk nanti kalau penulis punya pasangan/istri masa dia dipanggilnya busuk. Kesannya jadi kurang enak untuk diucapkan ataupun didengan.

Beberapa hari yang lalu, ada berita duka yang penulis terima bahwa kakak dari almarhumah ibu penulis meninggalkan dunia ini. Maka sebagai pihak keluarga penulis pun bergegas ke rumah duka, dan disana membantu-bantu semampunya. Salah satu hal yang penulis bantu adalah mengenai persiapan tenda , kursi dan meja untuk dipasang dihalaman rumah agar bisa menampung para tamu yang datang. Ada hal unik ketika hendak menyewa tenda, kisahnya seperti ini :

Penulis (p)            : Permisi pak saya hendak menyewa tenda, meja dan kursi.
Pemilik Tenda (t)    : Mau dipakai untuk apa, dan berapa lokal tendanya serta berapa jumlah meja dan kursi yang ingin disewa?
p : ada keluarga yang meninggal pak, jumlah tenda nya kurang 3lokal yang ukuran 4x4meter , jumlah meja 4 , kursi 150.
t  : ooo, mau dipasang kapan tendanya, dan berapa hari?
p : dipasang sore ini pak, dipasang sampai 2hari kedepan.
t  : waduh, kok MENDADAK banget sih.

Disana penulis kadang merasa tergelitik, karena kalau orang meninggal itu selalu mendadak dan belum pernah ada yang direncakan. Penulis ini hendak sewa tenda untuk acara kematian bukan hajatan, jelas mendadak karena memang tidak akan pernah kematian itu direncanakan terlebih dahulu.

Adapun ketika ada seseorang meninggal dunia, tempat peristirahatannya seperti peti mati , tempat pemakaman, atau tempat kremasi sering disebut tempat peristirahatan terakhir atau ada juga yang menyebutnya rumah baru. Bicara soal rumah , pasti jika kita mengambil rumah yang masih belum terbangun alias masih kaplingan tentu saja mendapatkan diskon. Jadi itu bisa jadi teknik marketing baru untuk bagian pemasaran pengurusan pemakaman, "Pesan hari ini maka anda akan mendapatkan diskon, DP dapat dicicil. Hari Senin Harga NAIK!!!  Tempat kremasi ini terletak didaerah strategis, yang tentu harganya akan naik terus menerus. Pemandangannya bagus, memiliki view kearah laut. Segera hubungi Kantor marketing kami sekarang juga, ingat HARI SENIN HARGA NAIK!!! ". Kira-kira seperti itulah kalau ada yang mengiklankan tempat kremasi, apakah ada dari pembaca yang berminat pesan dari sekarang?

5 Jan 2016

Catatan Awal Tahun 2016

Tidak terasa waktu berlalu bagaikan mimpi ketika tertidur, tahun 2015 telah terlewati dan tahun 2016 telah dimulai. Setiap pergantian tahun entah kenapa pasti ada saja yang namanya Kaleidoskop (review tahunan) dan juga Resolusi (Rencana Tahunan), entah sejak kapan hal itu menjadi suatu rutinitas dipergantian tahun. Oh iya mungkin sebagian dari pembaca belum mengenal penulis, ada suatu pribahasa "tak kenal maka tak apalah". Jadi artinya pembaca gak perlu mengenal penulis terlebih dahulu untuk membaca tulisan ini.

Pergantian tahun biasa dirayakan dengan banyaknya pertunjukan kembang api, yang mana banyak sekali dari kalian (karena penulis gak ikutan) yang menembakkan kembang api ke arah langit. Kalian mungkin tidak mengetahui kalau langit itu pendendam, dan sering labil. Jadi ketika banyak kembang api yang ditembakkan kearahnya dia akan mengingatnya, dan pada lain waktu ketika dia menjadi galau maka menangislah dia sehingga turunlah hujan.

Selain itu juga momen pergantian tahun biasa ditandai dengan banyaknya ramalan-ramalan dari para ahli yang konon katanya bisa meramalkan masa depan. Penulis juga jadi pengen ikutan meramal juga jadinya, penulis meramalkan bahwa tahun 2016 itu lebih banyak dari tahun 2015 baik secara jumlah tahun atau jumlah hari dan niscaya itu akan menjadi kenyataan. Dan juga penulis meramalkan bahwa pada tahun 2016 banyak dari manusia yang akan mengganti kalendernya, kalender 2015 dibuang dan kalender 2016 mulai dipajang.

Sedangkan untuk fenomena alam penulis ingin meramalkan bahwa pada tahun 2016 tetap akan terjadi dua musim , yakni musim hujan dan musim panas. Yang mana ketika musim hujan tetap ada daerah-daerah yang masih kebanjiran, dikarenakan buruknya drainase dan tata ruang. Sementara pada musim panas juga tetap ada daerah-daerah yang mengalami kesulitan air, dikarenakan tata kelola air yang masih kurang baik. Tapi itu masih bisa diperbaiki dengan kesadaran dalam diri masing-masing.

Sekian catatan awal tahun dari penulis , karena penulis ingin menceritakan tentang ramalan-ramalan lain yang mungkin saja bisa membuat pembaca tercengang. Padahal sebenarnya ide nya sudah habis juga, biar kelihatan keren ditutupnya seperti ini saja :D . Jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun jika secara tidak sengaja ada beberapa pihak yang merasa tersinggung ada tulisan ini, penulis mohon maaf karena semua mungkin hanyalah kesengajaan semata. Tidak ada yang namanya kebetulan atau ketidak sengajaan dalam hidup ini. Sekian catatan awal tahun kali ini.

27 Des 2015

Gagal Paham (bagian tujuh)

Pada suatu waktu ketika jam menunjukan sekitar tengah malam, penulis masih tersadar dan belum terlelap. Bukan karena insomnia atau sedang galau gundah gulana juga sehingga tidak bisa tidur, tapi memang kebetulan penulis sedang ingin menonton pertandingan sepak bola yang disiarkan langsung disalah satu stasiun televisi. Nonton sepak bola biar jadi macho, wajib pakai "c" kalau tidak pakai "c" itu sudah berbeda jauh sekali arti katanya.

Karena sudah tengah malam, telah lewat beberapa jam dari terakhir kali makan sebelumnya penulis merasa mulai lapar (saya mulai lapar, mulai lapar... mulai lapar, kayak diiklan). Mau tunggu tukang makanan yang nocturnal seperti tukang sate , nasi goreng dan sejenisnya tidak ada yang melintasi depan tempat tinggal penulis. Mungkin dikarenakan memang tempat tinggal penulis tidak masuk dalam jalur perdagangan mereka, atau juga memang kebetulan gak lewat aja. Kalau pesan delivery fast food yang nomor teleponnya lima digit itu, rasanya enggan. Akhirnya penulis pun memutuskan untuk memasak mie instan saja pada saat itu, kebetulan ada stok beberapa bungkus mie instan.

Ketika melihat tempat penyimpanan mie instan mulai lah tersadar, ada yang namanya mie instan goreng tapi proses pemasakannya harus direbus. Karena sudah lapar, penulis merasa tidak pedulilah mengenai kebohongan publik tersebut. Maka penulis ambil mie instan goreng itu untuk direbus, karena kemasannya menarik ada telur, daging, udang, dan sayuran tergambar dikemasannya. Kemasan mie instan pun penulis buka ternyata yang ada didalam kemasan "hanya" mie instan kering dan plastik-plastik berisi bumbu, tidak ada telur, daging, udang ataupun sayuran didalamnya. Lagi-lagi terjadi yang namanya kebohongan publik disini, namun semua itu penulis abaikan dikarenakan lapar dan ingin segera memasak dan memakan mie instan goreng itu.

Setelah makan perut penulis merasa kenyang dan hati pun senang ^_^, mulailah tergelitik didalam hati untuk mencari tahu tentang mie instan dengan cara bertanya kepada oom google. Dan informasi dari oom google ternyata cukup membuat tertarik, karena mie instan sendiri memiliki berbagai varian dan rasa. Bahkan saking banyaknya ada informasi yang menulis segala rasa ada pada produk mie instan.

Dan penulis pun mulai berpikir, apakah pada produk mie instan terdapat varian rasa "yang dulu telah hilang kini bersemi kembali". Ternyata belum ada varian rasa tersebut, padahal itu ada salah satu rasa yang cukup banyak peminatnya. Setelah diteliti dan ditelaah (bahasanya kok jadi berat ya), ternyata varian rasa tersebut sulit dibuat dikarenakan sulitnya mencari bahan baku untuk bumbu utamanya. Hal itu dikarenakan bumbu utama dari rasa tersebut adalah ekstrak dari kulit gagal move on yang sudah cukup langka , mungkin karena tergerus oleh banyaknya ekstrak dari kulit manggis yang selalu membawa kabar gembira. Makanya ekstrak kulit dari gagal move on mulai ditinggalkan oleh para produsen.

Gagal move on itu sebenarnya berasal dari pohon perasaan yang berada dihutan hati yang paling dalam, dan tak bisa terlupakan. Hal itu karena yang bisa dilupakan hanya isi dari kepala dan dalam pikiran, bukan isi dari hati dan dalam perasaan apalagi yang paling dalam.


Note bawah :
*Ternyata disekeliling penulis ada banyak sekali hal yang sulit dipahami dan menyebabkan seringnya terjadi gagal paham, hal ini terlihat dari edisi tulisan pendek gagal paham ini sudah mencapai bagian ketujuh. Penulis sendiri tidak tau apakah akan dilanjutan lagi atau terhenti dikarena penulis sendiri masih gagal memahaminya.

*Dan melalui tulisan ini penulis sendiri ingin usul kepada produsen mie instan untuk menciptakan varian mie instan rasa yang dulu telah hilang kini bersemi kembali :D

25 Des 2015

Gagal Paham (bagian enam)

Libur telah tiba. Libur telah tiba. Itu adalah penggalan lagu anak-anak pada awal tahun 2000an. Pada lagu itu digambarkan kesenangan dalam menghadapi hari libur yang ditunggu dan dinanti. Baik dari anak-anak , remaja maupun dewasa semua pasti menanti datangnya hari libur itu. Pada kali ini penulis ingin berbagi cerita pengalaman "liburan" yang baru saja penulis jalani.

Penghujung bulan Desember tahun 2015 konon katanya disebut ada akhir pekan yang panjang. Akhirnya penulis mengambil libur satu hari pada tanggal 24 desember, yang penulis rencanakan isi dengan mengunjungi dokter gigi yang praktek di planet lain (fyi penulis tinggal di planet bekasi, yang konon berada diluar bumi) untuk membuat gigi tiruan dan untuk memperbaiki tambalan pada gigi geraham.

Hari itu akhirnya penulis berangkat mengendarai pesawat luar angkasa kecil , beroda dua dan biasa disebut sepeda motor untuk menuju tempat praktek dokter gigi. Ternyata pada saat perjalanan tanpa sengaja penulis singgah disebuah pameran otomotif terbesar ditahun 2015 ini, yang mana hampir seluruh merk, jenis , tipe , warna dan varian kendaraan bermotor ada disana. Orang-orang sih menyebutnya itu kemacetan karena menjelang libur panjang, tapi kalau penulis menyebutnya itu pameran otomotif terbesar yang pernah penulis lihat. Soalnya semua kendaraan tersebut tertata rapi karena semua dibuat menghadap kearah dari luar ibu kota.

Singkat cerita setelah "puas" melihat pameran tersebut selama kurang lebih 3jam akhirnya penulis melanjutkan perjalanan ketempat praktek dokter gigi. Disana ternyata sang dokter gigi pun mengunjungi pameran yang sama dalam perjalanan ketempat prakteknya tersebut, karena memang kami berasal dari satu planet yang sama. Akhirnya gigi tiruan pun mulai tercetak dan tambalan pada gigi geraham penulis juga sudah diperbaiki.

Karena sudah selesai dan hendak pulang namun penulis segan bergabung dalam pameran otomotif, dan juga kebetulan nanti malam adalah malam natal. Maka penulis pengennya menumpang saja kepada seseorang, akhirnya penulis kirim pesan kepada "Rudolph si rusa hidung belang, yang biasa menemani oom S keliling pada malam natal" dengan maksud ingin menumpang. Ternyata menurut Rudolph oom S tidak singgah di ibu kota karena sebagian anak-anak baik disana sedang mengikuti pameran otomotif terbesar yang ada, dan juga yang anak-anak yang tersisa juga tidak terlalu baik. Itu disebabkan oleh didikan orang tua dari sang anak, yang mana sang Mama minta pulsa dan juga sang Papa meminta Saham.

Karena tidak bisa menumpang penulis akhirnya pulang sendiri, dan dikarenakan segan ikut pameran otomotif. Penulis memutuskan melalui jalur yang berbeda dengan jalur waktu berangkat, dan jalur tersebut ternyata cukup lancar. Singkat cerita penulis mencapai atmosfer planet bekasi, disana ternyata sudah mengikuti era kekinian dan sudah ada pameran otomotif juga. Penulis hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saking bingungnya, karena rumah penulis sendiri ada di area Cikarang yang lokasinya sendiri dari atmosfer planet bekasi masih cukup jauh jika kondisi sedang normal. Apalagi kali ini sedang ada pameran otomotif juga, perjalanan bisa makin lama dan melelahkan.

Tidak kehabisan akal, penulis akhir memutar untuk menuju area Cikarang dengan melalui jalur tambun utara atau terkenal disebut dengan nama Gabus , lalu dilanjut memasuki area Tambelang dan terakhir menuju arah cikarang. Jalur itu ternyata tidak ada pameran otomotif dan terasa lengang dan lancar sekali perjalanannya. Ditengah perjalanan juga terasa sejuk karena banyak pepohonan dan pemandangan cukup bagus, disana terhampar area persawahan yang luas. Pada area persawahan itu ada beberapa yang sudah panen dan ada juga yang terdapat hamparan padi yang menguning yang siap panen. Sungguh suasananya cukup menyenangkan melihat hamparan sawah menguning dan menikmati semilir angin sore yang menyejukan. Singkat cerita penulis akhirnya sampai juga dirumah setelah melakukan perjalan pulang dengan jalur yang "tidak biasa" setelah 3jam perjalanan. Namun liburan ini sendiri cukup berkesan, karena dalam satu hari penulis bisa "berkunjung" dan terlibat dalam pameran otomotif terbesar pada pagi sampai siang hari dan pada sorenya bisa melihat pemandangan pada area persawahan yang sudah cukup lama penulis tidak lihat.

Konsep dari Liburan adalah melakukan hal yang berada diluar rutinitas yang bertujuan untuk meredakan rasa jenuh, bukan untuk menambah jenuh dan depresi. Banyak yang salah kaprah bahwa liburan adalah harus pergi ketempat wisata yang terkenal, pemandangan konon katanya bagus atau pergi ke pusat perbelanjaan. Walau pada hari libur , kita yang rutinitasnya beraktifitas dan pada saat libur itu mengisinya hanya dengan tiduran itu juga bisa disebut berlibur.

Ada pula yang mengatakan mumpung liburnya panjang dan kita mempunyai waktu untuk pergi ketempat wisata. Sementara pada lain kesempatan kita tidak memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut. Perlu kita ketahui bahwa manusia itu hidup dalam rangkaian waktu, jadi tidak mungkin kita tidak memiliki waktu.

Itu adalah cerita liburan ku, apa cerita liburan mu? Apakah hanya mengisi sebagian waktu itu dengan bermacet-macetan menuju tempat wisata atau mengisi liburan dengan tiduran.

22 Des 2015

Spesial Hari Ibu

Selasa 22 Desember 2015,  itulah hari dimana tulisan ini dibuat. Setiap 22 Desember itu biasa diperingati sebagai mother days atau hari ibu. Yang mana merupakan hari dimana mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa sayang kepada wanita yang telah melahirkan serta membesarkan kita.

Banyak sekali yang memasang status di sosial media mengungkapkan selamat hari ibu, yang menjadi pertanyaan kenapa tidak tidak diucapkan langsung saja kepada yang bersangkutan. Kenapa harus melalui sosial media, yang belum tentu sosok ibu yang dituju bisa mengetahuinya. Jujur saja ada beberapa sosok ibu yang tidak menyentuh sosial media sama sekali. Memang ada beberapa mahmud (mamah muda) yang eksis di dunia maya, namun itupun usia dari sang anak mungkin masih balita atau anak-anak.

Penulis juga punya seorang ibu, beliau adalah orang yang menurut penulis seorang wanita hebat yang bisa melahirkan , merawat , membesarkan serta mendidik penulis. Tanpa adanya beliau mungkin penulis tidak ada saat ini, betul itu sungguh. Namun disayangkan beliau sudah berpulang terlebih dahulu beberapa tahun yang lalu.

Terkadang kita baru merasakan pentingnya seseorang ketika ia sudah tidak ada lagi. Jujur saja penulis juga pernah atau bahkan sering sekali membuat sosok ibu penulis itu marah atau mengomel. Namun setelah mengomel pasti ibu penulis memberikan nasihat, terkadang terasa cukup sedih ketika mengenang hal tersebut. Namun sesedih apapun penulis , tetap saja itu tidak berguna dikarenakan yang sudah berpulang tidak mungkin bisa kembali lagi.

Melihat sekeliling sebagai ada beberapa sahabat atau kenalan yang sering menghadapi dilema, memilih antara dua ibu yakni antara wanita yang melahirkan dia yaitu ibu dan wanita yang (akan) menjadi ibu dari anakya yaitu istri. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu, rata-rata mereka terlihat kusut dan pusing. Karena jika sudah dimulai drama berjudul "ibu vs istri" biasanya sekuelnya itu panjang dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun.

Namun tidak selalu juga hal buruk yang bisa dilihat, ada juga banyak yang terjadi sebaliknya. Yakni sang ibu lebih akrab dengan pasangan dari anaknya dibandingkan dengan anak kandung sendiri. Mungkin bisa jadi dikarenakan adanya hubungan yang mana "wanita hanya bisa dimengerti oleh wanita lainnya" atau yang lebih ekstrim lagi senasib karena sang ibu beranggapan dulu juga saya pas menikah sama bapaknya sang anak mempunyai pengalaman seperti ini.

Tapi bagaimana pun seorang ibu adalah seorang ibu, yang selalu menyayangi anak-anaknya , bahkan ada sebuah lirik lagu yang berisi "kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa". Kalau menurut beberapa rekan dari indonesia timur itu susunan katanya salah karena jika menggunakan "beta" pasti mereka memanggil ibu dengan sebutan "mama". Tapi tidak peduli dengan susunan kata yang salah tersebut, bagaimanapun seorang ibu adalah sosok yang luar biasa, wajib dihormati, disayangi dan juga dicintai. Sekali lagi selamat hari ibu untuk seluruh ibu dan juga calon-calon ibu dimanapun kalian berada.

19 Des 2015

Gagal Paham (Bagian Lima)

Musim hujan telah tiba, sesuai namanya yang mana akan terjadi seringnya turun hujan pada saat musim ini. Ada beberapa hal "unik" yang pernah penulis lihat selama melewati musim hujan selama masa penulis hidup. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Lebih takut sama air hujan dibanding kematian
    Sering kali ketika cuaca sudah mendung , angin mulai terasa dingin serta turunnya hujan secara rintik rintik dijalan ada beberapa oknum biker (pengendara sepeda motor dijalan) yang berkendara seperti kerasukan. Oknum-oknum tersebut berkendara kebut-kebutan bahkan terkadang sampai membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hal ini terjadi konon karena mereka takut kehujanan. Padahal jika kehujanan resikonya hanya terkena demam, sedangkan jika terjadi kecelakaan nyawa bisa terenggut.

2. Sering berteduh dan parkir sembarangan
    Hal ini juga sering terjadi dan dilakukan oleh para oknum biker dijalan, ketika hujan turun dan terasa cukup deras mereka berhenti dan parkir sembarangan untuk kemudian lari berteduh. Biasanya hal ini terjadi dibawah jembatan, dekat halte, atau disekitar pertokoan yang memiliki atap dari kanopi untuk berteduh. Yang mana ketika berteduh kendaraan yang diparkir sembarangan itu memakan sebagian badan jalan yang menyebabkan terjadi penyempitan jalan dan berujung pada kemacetan.

3. Melepas alas kaki (sepatu atau sandal) ketika berkendara selama hujan
   Seperti sudah menjadi trend atau kebiasaan ketika biker tetap berkendara selama hujan atau ketika menerobos daerah yang memiliki genangan air cukup tinggi alas kaki dilepas. Ketika ditanya kebanyakan menjawab agar alas kakinya tidak basah , namun hal yang disayangkan kaki mereka sendiri menjadi tidak terlindung dikarenakan lebih sayang kepada alas kakinya. Kalau ditelaah semahal apapun alas kaki tentu saja masih bisa dibeli, namun kalau kaki sudah terluka atau hilang sulit untuk disembuhkan atau tidak ada yang tempat yang menjualnya toh.

4. Mendadak omset penjualan Jas Hujan meningkat drastis
   Entah kenapa setiap awal musim hujan omset dari penjualan jas hujan naik drastis. Ada saja oknum yang setiap musim hujan selalu membeli jas hujan. Padahal sejatinya jas hujan itu adalah barang yang awet dan panjang umurnya. Pengalaman penulis pribadi penulis sudah memiki jas hujan yang berumur sekitar empat tahun dan bisa digunakan. Yang lebih uniknya lagi kebanyakan jas hujan berwarna gelaplah yang laku dipasaran, padahal secara logika ketika cuaca sedang hujan warna-warna cerahlah yang lebih mudah terlihat dan bisa menurunkan kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti tabrakan atau ditabrak.

5. Jalan yang biasanya macet terasa sepi dan lengang
    Ketika mendung atau hujan gerimis mulai turun ketika pagi hari, jalan-jalan disekitar tempat penulis yang biasanya padat dan macet tiba-tiba menjadi sepi. Mungkin dikarenakan adanya gejala "mager" alias malas gerak ketika pagi hari yang udaranya masih terasa cukup dingin, jadi berkurang deh pengguna jalan. Padahal mau cuaca mendung, hujan atau badai hidup harus tetap berjalan buktinya ibu-ibu pedagang nasi uduk langganan penulis yang kepo (liat gagal paham bagian dua, kalau mau tau jelasnya) pada saat subuh tetap menggelar dagangannya walau sedang gerimis dan udara terasa dingin.

6. Mulai adanya fenomena Ojek Payung
    Kalau belum lama ini ojek online sedang menjadi trend, ketika musim hujan ini Ojek Payung yang menjadi tren. Sering terlihat ada beberapa anak-anak atau orang dewasa yang mulai menjajakan payung untuk digunakan ketika hujan mulai turun. Semua masih menggunakan cara yang traditional tentunya, masih belum ada aplikasi untuk pesan secara online pada smartphone kita saat ini. Yang membedakan sebagian sudah mulai cerdas yakni membawa dua buah payung , satu untuk si penyedia jasa ojek payung dan satunya untuk si pengguna jasa ojek payung (biar gak kehujanan)

7. Tukang Bajigur keliling mulai bermunculan
    Entah munculnya darimana pada saat musim hujan ini ada tukang bajigur keliling yang menggunakan gerobak dorong. Selain menjajakan minuman hangat bernama bajigur, biasa si pedagang juga menjual pisang kukus, getuk, kacang kedelai rebus,ubi rebus dan sejenisnya. Namun di era kekinian ini populasi mereka semakin berkurang drastis. Berbeda dengan masa ketika penulis masih anak-anak yang mana jumlah tukang bajigur keliling masih cukup banyak. Mungkin beberapa dari pedagang itu sudah pensiun atau menjajaki bisnis baru. #kangenbajigur+cemilannya

8. Jadi tiba-tiba ingin makan mie instan kuah
    Pada saat hujan sedang turun tidak tahu kenapa bawaanya itu juga ingin makan mie instan kuah, apalagi yang kuahnya hangat, gurih dan nikmat. Tidak lupa disertai toping andalan seperti telur ayam direbus , bawang goreng ditambah cabai atau sambal supaya terasa sedikit pedas. Mie instan ini juga bisa diganti sama Bakso atau mie ayam keliling kok :D

9. Tiba-tiba jadi sering galau
    Gak tau kenapa kalau sudah mendung dan turun hujan jika tidak terkena gejala "mager" (malas gerak) pasti terkena virus galau. Mungkin dikarenakan ada beberapa ingatan yang tersimpan dikala sedang hujan. Bahkan sempat terlintas dalam benak penulis, jangan-jangan awannya juga sedang galau jadinya dia mendung. Terus dikarenakan awan galau , awan labil sampai muncul petir dan guntur dan akhirnya awanpun merasa sedih sehingga turunlah hujan membasahi bumi ini. Tetapi ada sisi positif nya karena biasa setelah hujan akan ada pelangi ,tapi belakangan ini juga sudah jarang muncul pelangi lagi setelah hujan. Mungkin saja pelukis pelangi sedang sibuk.

Sebenarnya masih banyak sih hal "unik" yang penulis rasakan selama musim hujan dan kalau ditulis bisa makin banyak (dan mungkin makin ngaco) oleh karena itu sampai disini saja dulu.

13 Des 2015

Gagal Paham (bagian empat)

Di negara asal penulis ada banyak musim ada musim hujan, musim panas, musim durian, musim pemilu, musim nikah, dan sebagainya. Yang mau penulis bahas kali ini adalah musim nikah, entah kenapa banyak sekali pernikahan dilangsungkan sebelum musim hujan tiba. Saat musim nikah tiba tiba-tiba jadwal setiap akhir pekan menjadi penuh untuk pergi kesatu tempat resepsi ketempat resepsi lainnya.

Ada hal yang menyebalkan disetiap acara resepsi pernikahan tersebut, kalau penulis datang sendirian pasti ada saja pertanyaan yang selalu sama (mungkin mereka pada janjian kali ya pas mau bertanya) "kok sendirian ? pasangannya mana? kapan menyusul?".
Pertanyaan tersebut itu seperti pukulan kombinasi Chris John yang sulit dibendung atau ditahan lagi ketika sudah dilepaskan.
Penulis juga punya kombinasi jawaban untuk kombinasi pertanyaan tersebut yaitu "iya sendirian. pasangannya ada kok tapi jauh, jauh dimasa depan. Menyusulnya nanti kalau pasangannya dah ada".

Terbersit keinginan oleh penulis untuk mengajukan pertanyaan balik terutama pertanyaan "kapan menyusul?" pada saat momen  atau acara yang lain, kepada mereka yang selalu mengeluarkan jurus kombinasi pertanyaan itu, momennya adalah ketika sedang melayat. Cuma sayangnya hal itu belum bisa terwujud karena masih bertentangan dengan akal sehat dan norma yang berlaku.

Untuk menikah itu sebenarnya syaratnya gak susah kok, gak perlu cantik/tampan, kaya/mapan, seiman dan sebagainya. Cuma ada beberapa kriteria mutlak yang diperlukan untuk menikah. Kriterianya adalah sebagai berikut :
1. Ada Pasangannya.
    Percuma kalau pasangan cantik/tampan, kaya/mapan, seiman, dsb. tapi kalau tidak ada atau baru sekedar wacana atau angan-angan belaka, Pernikahan tidak akan bisa dilangsungkan.
2. Beda Jenis Kelaminnya
    Andai kriteria lain seperti cantik/tampan, kaya/mapan, seiman, sudah ada pasangannya , dsb sudah  terpenuhi, namun ternyata jenis  kelaminnya sama. Pernikahan tidak akan bisa dilangsungkan.
3. Sama Keyakinan
    Anggap saja pasangannya sudah ada, jenis kelaminnya berbeda, cantik/tampan, kaya/mapan, seiman, tapi jika beda keyakinan pernikahan juga tidak mungkin bisa dilakukan. Contoh : Pria yakin mau menikah sama sang Wanita, sementara sang Wanita yakin tidak mau menikah sama si Pria.

Setelah kriteria mutlak itu terpenuhi dan ditambah restu dari orang tua dan keluarga, niscaya pernikahan bisa dilakukan (syarat dan ketentuan berlaku).

Mungkin setelah membaca tulisan ini banyak yang mencibir, bahkan menganggap penulis ini gak laku. Yah mungkin memang itu kenyatannya, karena penulis sendiri  TBC (Tinggi , Besar, Cakep atau Tergolong Beruang Coklat). Ada juga yang bertanya penulis belum nikah itu menunggu apa sih sebenarnya. Jawabannya cuma satu "nunggu yang mau" , dalam hal ini menunggu pasangan yang mau sama penulis dan pasangan yang penulis mau, hal ini agar tidak melanggar kriteria ke tiga :D.

Note bawah :
Tulisan kali ini agak sensitif, jadi jika memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak berkenan penulis mohon maaf sebelumnya. Tujuan dari tulisan ini tidak untuk "menyinggung" pihak manapun, tulisan ini hanya buah pikiran dan pengalaman pribadi penulis saja.

4 Des 2015

Gagal Paham (Bagian Tiga)

Pada suatu waktu penulis sedang bejalan dipusat perbelanjaan, suatu ketika penulis melihat ada seseorang yang tinggi, besar, ganteng. Karena penasaran penulis coba hampiri dan setelah dekat ternyata itu cermin. Selepas itu penulis pun melanjutkan belanja beberapa keperluan untuk casting, karena penulis mau mencoba ikut casting sinetron Ganteng-Ganteng Seringgila. Namun ketika casting penulis gagal dan ditolak dengan alasan ada kriteria kurang, katanya penulis itu hanya Seringgila dan belum ganteng-ganteng (belum lho bukan tidak, berarti ada kemungkinan kedepannya mungkin bisa menjadi).

Sepulang dari tempat casting ternyata turun hujan, memang sekarang ini sudah memasuki musim hujan ya, kalau sudah hujan penulis jadi teringat lagu lawas dari Obbie Mesakh "Yang hujan turun lagi........" karena kalau nanti tiba-tiba hujannya itu naik kita jadi bingung kok hujan itu bisa naik, karena hujan bukanlah harga-harga ataupun rasa cintaku padamu (iya kamu.......) yang akan selalu naik tapi tidak pernah turun lagi. Adapun banyak yang berpendapat hujan itu diawali dengan awan gelap , angin kencang atau dingin, bahkan petir tapi itu tidak akurat sama sekali, karena yang pasti itu hujan selalu diawali dengan huruf "H". Mungkin ada yang belum tau juga kalau hujan itu mentalnya cukup hebat, karena walaupun sering disorakin diawalnya (soalnya diteriaki "hu") namun ia tetap berlangsung tanpa minder sedikitpun.

Kalau sudah musim hujan ini juga pasti selalu diikuti oleh yang namanya banjir, mungkin karena mereka itu sangat karib sekali sehingga kemana-mana sering bersama. Atau mungkin juga si banjir ini ternyata itu "posesif" yang selalu mengikuti kemana perginya si hujan , jika hujan itu pergi sendirian (ini namanya Majas Personifikasi ya, sekalian belajar bahasa Indonesia juga). Kalau di Ibu Kota alias di JKT disingkat aja biar keren, tapi gak pakai angka Empat Delapan ya), ada yang namanya istilah "Banjir Kiriman".  Yang mana ketika tidak turun hujan juga bisa datang air banjir, yang konon katanya air itu berasa dari area hulu atau sekitar daerah Puncak, Bogor (yang ini gak disingkat , biar gak salah pemahaman). Yang penulis bingung itu ongkos kirimnya berapa ya untuk kirim banjir? belum lagi membawanya pakai apa, soalnya susah dikemasnya agar bisa menjadi banjir yang sesuai dengan SNI.

Karena hujan penulis pun berteduh, dan kebetulan ditempat berteduh ada tukang bakso yang sedang berteduh sambil berjualan. Ketika sedang hujan memang enak kalau sambil makan bakso, benar ini sungguh. Penulis pun memesan satu porsi bakso untuk dimakan sambil menunggu hujan reda. Para peneduh (orang yang sedang berteduh) lainnya juga ada beberapa yang pesan juga bakso, terdapat beberapa hal unik yang ditemui pada saat itu , yaitu sebagai berikut :

-Peneduh Pembeli Pertama : "bang bakso satu porsi, dibungkus. sambalnya dipisahkan aja"  Itu cukup kejam kenapa juga sambal harus dipisahkan, apa sih kesalahan sambal itu itu sampai harus dipisahkan dari yang lainnya.

-Peneduh Pembeli Kedua : "bang, baksonya semangkok tapi jangan pakai tahu dan tak perlu digoreng soalnya kan saya maunya bakso bukan batagor"

Ada pula yang lebih unik lagi saat itu yakni pembeli yang sudah selesai makan dan mengembalikan mangkuk dan sendok ke penjual bakso
-Peneduh Pembeli Ketiga : "Bang tadi kok sambel baksonya pedes sih", nah disini penulis berpikir yang namanya sambal/sambel wajar kalau pedas kalau yang manis itu kecap manis ataupun kamu, iya kamu.........



Note bawah :

*Cerita diatas adalah kisah nyata penulis yang "belum" terjadi, ingat "belum" itu beda dengan "tidak" dikarenakan memang tidak sama.

*Untuk yang penasaran siapa itu "kamu......" yang disebut dicerita diatas yang pasti itu orang yang berbeda jenis kelaminnya sama penulis, benar itu sungguh. Dan "belum" bisa dituliskan ataupun disebutkan secara spesifik.