27 Mar 2015

Monkey Business (Bisnis Monyet)

Dewasa ini semakin banyak saja trend yang semakin beragam dan salah satunya dengan iming-iming investasi. Bicara akan hal tersebut penulis jadi teringat dengan kisah tentang Monkey Business atau Bisnis Monyet yang pernah penulis baca dan ketahui. Berikut kisahnya tentang Bisnis Monyet tersebut.

Alkisah ada sebuah desa terpencil yang lokasinya berada dipinggiran sebuah hutan belantara, karena desa tersebut dekat dengan hutan ada banyak sekali monyet yang berada disekitar desa. Saking banyaknya bahkan warga desa sudah terbiasa dengan keberadaan monyet-monyet tersebut disekitar mereka.

Pada suatu hari datanglah seorang Kaya dan asistennya ke desa tersebut, dan orang kaya tersebut berkata kepada penduduk desa bahwa ia tertarik akan monyet-monyet yang berada disekitar desa tersebut. Bahkan karena rasa tertariknya itu orang kaya tersebut berkata kepada para penduduk desa ia bersedia membeli persatu ekor monyet tersebut dengan harga 100ribu.

Pada awalnya penduduk desa menganggap hal tersebut konyol dan hanya candaan sang orang kaya pendatang tersebut. Namun ada beberapa warga desa yang mencoba menangkap monyet-monyet disekitar desa dan menjualnya kepada sang orang kaya, dan benar saja persatu ekor monyet yang diserahkan dibayar dengan harga 100ribu.

Warga desa yang lainnya karena mendengar hal tersebut, akhirnya tertarik untuk menangkap dan menjual monyet kepada sang orang kaya. Sehingga terjadilah perburuan monyet secara besar-besaran. Dan setiap satu ekor monyet yang dijual kepada sang orang kaya selalu dibayar dengan harga 100ribu.

Lalu dikarenakan perburuan besar-besaran terhadap monyet, jumlah monyet menjadi semakin langka dan berkurang. Lalu sang orang kaya pun kembali mengumumkan, bahwa ia berani membayar sebesar 200ribu untuk satu ekor monyet yang dibawa oleh warga desa. Warga Desa menjadi semakin semangat untuk berburu monyet dan akhirnya meninggalkan pekerjaan pokok mereka , yang warga desa lakukan hanyalah berburu monyet-monyet disekitar hutan dengan tujuan agar bisa dijual kepada si orang kaya.

Akhirnya monyet dihutan pun semakin punah, dan kali ini sang orang kaya mengumumkan bahwa rekan bisnisnya sesama orang kaya ternyata juga tertarik kepada monyet-monyet desa tersebut dan bersedia membayar dengan harga 1juta perekor. Setelah mengumumkan hal tersebut si orang kaya pergi terlebih dahulu dengan alasan ia ingin mengajak atau menjemput rekannya yang berani membayar 1juta  perekor monyet untuk datang ke desa tersebut. Dan ditinggalkanlah sang asisten sendirian di desa tersebut untuk mengurus bisnis jual beli monyet dari warga desa.

Selepas kepergian sang orang kaya, warga pun bercerita kepada asisten orang kaya bahwa jumlah monyet sudah semakin sedikit sungguh sulit untuk menangkap monyet saat ini padahal harga yang ditawarkan oleh sang orang kaya cukup tinggi sekali. Akhirnya sang asisten berkata kepada para penduduk desa, ketahuilah Tuan atau Majikan saya selama ini menampung seluruh monyet yang ia beli dalam sebuah kandang yang cukup besar. Bagaimana jika saya menjual seluruh monyet dalam kandang majikan saya kepada kalian seharga 500ribu , kalian kan bisa jual kepada majikan saya seharga 1juta jadi kalian untung 500ribu tanpa perlu berburu monyet dihutan yang sudah langka lagi, dan nanti saya tinggal berkata kepada tuan majikan bahwa monyet-monyet yang selama ini dikumpulkannya itu kabur dikarenakan kandangnya rusak.

Mendengar hal menggiurkan tersebut para penduduk desa akhirnya menyetujui usul sang asisten orang kaya dan mereka pun membeli seluruh monyet-monyet yang telah dikumpulkan orang kaya tersebut dengan harga 500ribu perekornya, dengan harapan nantinya monyet-monyet itu bisa dijual lagi kepada sang orang kaya dengan harga 1juta seperti yang dijanjikan. Setelah menjual seluruh monyet dalam kandang sang asisten orang kaya pun diam-diam pergi meninggalkan desa dengan membawa seluruh uang yang didapatkan.

Waktupun berlalu, dan akhirnya sang orang kaya dan asistennya tidak pernah terlihat lagi didesa tersebut. Akhirnya warga desa pun menyadari bahwa sesungguhnya mereka telah terkena tipuan dari kedua orang tersebut yang membuat seolah-olah monyet-monyet disekitar desa tersebut berharga tinggi dan mengambil keuntungan dari kepolosan dan ketamakan orang-orang desa.

Demikian para penulis itulah kisah tentang bisnis monyet, yang dewasa ini sering kita jumpai disekitar kita. Monyet sendiri dalam kehidupan sehari-hari kita bisa diganti dengan "pohon", "ikan", "batu", "properti" dan lain sebagainya. Mungkin bisa teringat dalam pikiran kita pada saat kejayaan Ikan Louhan, atau pada saat kejayaan pohon Antarium / gelombang cinta, itulah salah satu contoh bisnis monyet yang penulis ceritakan diatas. Jadi janganlah pernah tamak akan kekayaan dan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dengan cara mudah, ketahuilah tidak ada didalam bisnis keuntungan besar dengan resiko kecil sebab ada hukum pasti dalam bisnis "high risk high return" dan "no pain no gain".

23 Mar 2015

Pentingnya sebuah fondasi atau dasar



Fondasi atau dasar adalah hal yang pertama kali dikerjakan dalam membangung sebuah bangunan, karena dengan menggunakan fondasi yang kokoh bangunan tersebut kelak juga akan kokoh. Dan jika ada upaya untuk peningkatan bangunan , jika fondasinya kuat bangunan bisa langsung ditingkatkan tanpa perlu membongkar ulang fondasinya.

Demikian juga tentang kehidupan, semua harus mempunyai fondasi atau dasar yang kokoh terlebih dahulu. Sebagai contoh penulis akan ceritakan pengalaman yang pernah penulis alami sendiri. Pada saat berusia masih anak-anak (bahkan sampai usia saat ini) penulis selalu tertarik akan Olahraga yang bernama Bola basket, dari bermain ataupun sekedar melihat/menonton pertandingannya (baik level pelajar, umum, amatir atau profesional).

Ketika mulai berlatih hal-hal yang pertama dipelajari dan dilatih adalah dasar-dasar cara teknik bermain dan juga peraturan, semua hal tersebut dilakukan berulang-ulang dalam waktu selama bertahun-tahun lama nya. Ketika dasarnya sudah kokoh barulah dikembangkan kearah visi bermain serta pola permainan. Pada saat berlatih nyaris seluruh menu latihan hanya dasar-dasar saja, dengan hanya sesekali melakukan simulasi.

Barulah ketika pertandingan baik itu persahabatan ataupun resmi pola permainan diterapkan, lho kok begitu? mungkin ada beberapa yang bertanya kenapa hal seperti itu dilakukan, bahkan pada masa itu pun penulis sempat bertanya. Ternyata jawabannya adalah ketika dasarnya sudah kokoh dan kuat , mau dirancang pola seperti apapun sudah mudah.

Demikian juga dengan bidang lain yang selama ini penulis geluti, Namanya bidang Informatika. Hal yang dilakukan pada saat awal menggeluti bidang ini adalah mengasah logika serta kemampuan berpikir untuk membuat suatu algoritma, baik itu dalam hal membuat suatu program, system, jaringan ataupun lainnya. Bukan menghafalkan bahasa-bahasa pemrograman ataupun script-script yang telah ada.

Langkah awal yang dilakukan dalam membangun sebuah system adalah membuat diagram alur/flowchat/topologi atau entah apa lagi namanya. Dilanjutkan membuat sebuah kerangka dasar, bahasa yang penulis sebutkan adalah pseudocode atau kode kerangka. Setelah sudah sesuai barulah diubah menjadi bahasa pemrograman ataupun script yang nantinya akan digunakan.

Memang dalam proses nyata langkah dalam membangun dasar bisa dilewati, karena dianggap buang waktu , tenaga dan materi. Namun ketika dalam proses berjalan terjadi sebuah perubahan, yang terjadi adalah rombak keseluruhan yang ternyata justru lebih memakan banyak waktu , tenaga serta materi.

Jadi penulis menyimpulkan (CMIIW, Correct Me If I Wrong) dasar atau fondasi adalah sesuatu yang penting dalam bidang apapun didalam kehidupan ini. Bagaimana menurut para pembaca ?

19 Mar 2015

Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang (legenda terbentuknya candi Sewu dan Prambanan)

Ilustrasi Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang
Haloooo ketemu lagi dengan penulis amatir yang masih setia menuliskan ulang kisah-kisah yang pernah dibaca, didengar ataupun diketahui oleh penulis. Pada kali ini penulis mau mengangkat legenda atau mitor bagian Interlokal, legenda dari tanah Jawa yaitu kisah tentang terbentuknya candi Sewu dan candi Prambanan. Dalam legenda itu juga terdapat kisah Cinta seorang Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang, berikut kisahnya.

Dikisahkan pada zaman dahulu kala ditanah jawa ada dua kerajaan yang bertetangga, kerajaan tersebut adalah kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka. Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Damar Maya. Prabu Damar Maya memiliki seorang putra yang bernama raden Bandung Bondowoso. Sedangkan kerajaan Baka dipimping oleh raja Raksasa bernama Prabu Baka, Prabu Baka memiliki seorang putri yang canti yang bernama Roro Jonggrang

Untuk memperluas kerajaannya dan merebut kerajaan Pengging, Prabu Baka bersama Patih Gupala melatih balatentara dan menarik pajak dari rakyat untuk membiayai perang. Setelah persiapan matang, Prabu Baka beserta tentaranya menyerbu kerajaan Pengging. Pertempuran meletus di kerajaan Pengging. Banyak korban jatuh dari kedua belah pihak. Akibatnya rakyat Pengging menderita kelaparan, kehilangan harta benda, dan banyak yang tewas. Demi mengalahkan para penyerang, Prabu Damar Moyo mengirimkan putranya, Pangeran Bandung Bondowoso untuk bertempur melawan Prabu Baka. Pertempuran antara keduanya begitu hebat, dan berkat kesaktiannya Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka. Ketika Patih Gupala mendengar kabar kematian junjungannya, ia segera melarikan diri mundur kembali ke kerajaan Baka

Pangeran Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupala hingga kembali ke kerajaan Baka. Ketika Patih Gupala tiba di Keraton Baka, ia segera melaporkan kabar kematian Prabu Baka kepada Putri Rara Jongrang. Mendengar kabar duka ini sang putri bersedih dan meratapi kematian ayahandanya. Setelah kerajaan Baka jatuh ke tangan balatentara Pengging, Pangeran Bandung Bondowoso menyerbu masuk ke dalam Keraton (istana) Baka. Ketika pertama kali melihat Putri roro jonggrang, seketika Bandung Bondowoso terpikat oleh kecantikan sang putri. Ia jatuh cinta dan melamar roro jonggrang. Akan tetapi sang putri menolak lamaran itu, karena ia tidak mau menikahi pembunuh ayahandanya dan penjajah negaranya. Bandung Bondowoso terus membujuk dan memaksa agar sang putri bersedia dipersunting. Akhirnya roro jonggrang bersedia dinikahi oleh Bandung Bondowoso, tetapi sebelumnya ia mengajukan dua syarat yang mustahil untuk dikabulkan. Syarat pertama adalah ia meminta dibuatkan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda, syarat kedua adalah sang putri minta Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi untuknya hanya dalam satu malam. Meskipun syarat-syarat itu teramat berat dan mustahil untuk dipenuhi, Bandung Bondowoso menyanggupinya.

Sang pangeran berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda dengan kesaktiannya. Setelah sumur selesai, roro jonggrang berusaha memperdaya sang pangeran dengan membujuknya untuk turun ke dalam sumur dan memeriksanya. Setelang Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur, sang putri memerintahkan Patih Gupala untuk menutup dan menimbun sumur dengan batu, mengubur Bondowoso hidup-hidup. Akan tetapi Bandung Bondowoso berhasil keluar dengan mendobrak timbunan batu itu karena sakti. Bondowoso sempat marah akibat tipu daya sang putri, akan tetapi sang putri berhasil memadamkan kemarahan sang pangeran karena kecantikan dan rayuannya.

Untuk mewujudkan syarat kedua, sang pangeran bersemadi dan memanggil makhluk halus, jin, setan, dan dedemit dari dalam bumi. Dengan bantuan makhluk halus ini sang pangeran berhasil menyelesaikan 999 candi. Ketika roro jonggrang mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir rampung, sang putri berusaha menggagalkan tugas Bondowoso. Ia membangunkan dayang-dayang istana dan perempuan-perempuan desa untuk mulai menumbuk padi. Ia kemudian memerintahkan agar membakar jerami di sisi timur. Mengira bahwa pagi telah tiba dan sebentar lagi matahari akan terbit, para makhluk halus lari ketakutan bersembunyi masuk kembali ke dalam bumi. Akibatnya hanya 999 candi yang berhasil dibangun dan Bandung Bondowoso telah gagal memenuhi syarat yang diajukan roro jonggrang. Ketika mengetahui bahwa semua itu adalah hasil kecurangan dan tipu muslihat roro jonggrang, Bandung Bondowoso amat murka dan mengutuk roro jonggrang menjadi batu. Sang putri berubah menjadi arca yang terindah untuk menggenapi candi terakhir. Menurut kisah ini situs Keraton Ratu Baka di dekat Prambanan adalah istana Prabu Baka, sedangkan 999 candi yang tidak rampung kini dikenal sebagai Candi Sewu, dan arca Durga di ruang utara candi utama di Prambanan adalah perwujudan sang putri yang dikutuk menjadi batu dan tetap dikenang sebagai Lara Jonggrang yang berarti "gadis yang ramping"

9 Mar 2015

Poorness Deity (Dewi Kemiskinan ? )

Huwalaaaa jumpa lagi dengan penulis yang masih belum berpengalaman ini. Kali ini kita akan membahas Poorness Deity (dewi kemiskinan), penulis karena menuliskan Deity bukan Goddess karena masih bingung sendiri akan masa ada Dewi yang membawa kemiskinan. Kisah ini juga masih berkaitan dengan Fengshen Yanyi , dan tokoh utama kali ini adalah Nona Ma (mantan) istri dari sang jagoan kita Jiang Ziya.

Dikisahkan Jiang Ziya yang semasa muda hanya belajar ilmu taoisme diatas gunung kunlun sampai dengan usianya sekitar 70tahun, turun dari gunung untuk menjalankan tugas menggulingkan dinasti Shang. Begitu turun gunung, Jiang Ziya menemui sahabatnya tuan Song yang dikenalnya dengan sangat akrab. Setelah tuan Song mengetahui bahwa Jiang Ziya sudah berusia lanjut namun masih belum menikah, maka ia mengatur perjodohan dan menikahkan Ziya dengan wanita bernama nona Ma. Walaupun nona Ma sudah berusia 60tahun lebih namun ia sendiri masih gadis alias belum menikah.

Pada awal pernikahannya, Jiang Ziya yang memang tidak mengerti cara untuk bertahan hidup secara normal (karena ia selama ini hanya mengerti belajar Taoisme) hanya makan dan minum atas pemberian temannya tuan Song. Namun istrinya marah-marah kepada Ziya karena menurutnya seorang suami itu harus bisa bekerja dan menafkahi keluarganya (termasuk istrinya) tanpa meminta bantuan. Ziya pun mencoba berbagai jenis usaha namun selalu gagal karena memang disana bukan bidang kemampuannya. Sehingga sepasang suami istri tersebut hidup secara miskin. Sampai akhirnya sang Istri menceraikan dan meninggalkan Jiang Ziya.

Waktupun berlanjut sampai akhirnya Jiang Ziya menjadi perdana menteri di negara Zhou dan sukses menggulingkan dinasti Shang. Dan atas anugrah langit Jiang Ziya berhak mengangkat 365 manusia, siluman , bahkan iblis sekalipun yang membantunya menggulingkan dinasti Shang. Karena Jiang Ziya mengenang jasa (mantan) Istrinya ia mengangkat nyonya Ma menjadi Dewi, namun nyonya Ma diangkat menjadi Dewi Kemiskinan. Karena sikapnya yang memaksa Jiang Ziya terus bekerja diluar bidangnya, dan ketika Jiang Ziya terus menerus bangkrut nyonya Ma menceraikan (atau pergi meninggalkan Jiang Ziya).


4 Mar 2015

Yang Jian (Erlang Shen, Dewa Erlang sang mata tiga)

Patung Yang Jiang atau Erlang Shen
Hualooooooooooooooooo jumpa lagi dengan penulis yang masih kurang kerjaan ini, kali ini penulis ingin berbagi kisah tentang Yang Jian atau lebih dikenal dengan nama Erlang Shen atau Dewa Erlang (yang jadi saingan abadinya Sun WuKong itu lho). Sebenarnya sempat bingung ada banyak versi kisah tentang Erlang Shen, tapi setelah disortir dan ditelaah lebih lanjut (sok ilmiah ceritanya) diambillah kisah yang memang mempunyai benang merah atau hubungan dengan Fengshen Yanyi, yang sudah penulis bahas sebelumnya.

Dikisahkan dikhayangan ada seorang Dewi Cantik yang bernama Yao Ji, Yao Ji merupakan adik ke9 dari kaisar langit yang memiliki tugas menurunkan salju di bumi. Pada suatu ketika ketika Yao Ji sedang bertugas menurunkan salju, ia bertemu dengan seorang pelajar miskin bernama Yang Tianyou dan akhirnya Yao Ji jatuh cinta kepadanya. Setelah sekian pertemuan dan kisah romantis akhirnya pasangan ini pun menikah dan dikaruniai seorang anak bernama Yang jian. Yang Jian karena memiliki garis keturunan dewa, semenjak lahir memiliki kemampuan yaitu dapat membuka mata ketiga yang ada dikeningnya untuk melihat mana yang benar dan mana yang salah ataupun melihat wujud sebenarnya dari orang, dewa, atau siluman yang sedang menyamar.

Namun dikarenakan peraturan alam yang sangat ketat bahwa seorang Dewa/Dewi dari khayangan tidak boleh menikah dengan manusia biasa kaisar Langit pun murka, apalagi yang melanggar peraturan adalah adiknya sendiri. Sehingga diutuslah pasukan langit untuk menangkap dan menghukum Yaoji. Pasukan langit yang sampai ke kediaman keluarga Yang, akhirnya menangkap Yaoji dan menghukumnya dikurung dengan cara ditindih dibawah gunung persik (bukan gunung lima jarinya Sun Wukong ya).

Yang Tianyou yang bersedih karena kehilangan istrinya tersebut akhirnya meninggal karena semakin lemah karena hanyut dalam kesedihan (bahasa keren sekarang Galau). Sementara Yang Jian yang masih anak-anak bingung karenanya dan berusaha menghancurkan gunung tempat ibunya dikurung. Pada saat hendak menghancurkan gunung tersebut Yang Jian dilarang oleh ibunya karena ibunya hendak menjalankan hukuman atas kesalahan yang ia perbuat. Dan pada saat itulah muncul pertapa sakti bermana Yu Ding yang akhirnya mengangkat Yang Jian menjadi muridnya serta mengajari ilmu-ilmu dewa serta kesaktian kepada Yang jian.

Yang Jiang yang sangat berbakat dan sangat berbakti kepada gurunya tersebut akhirnya menguasai semua kesaktian dan ilmu yang diajarkan oleh sang guru. Sampai dengan suatu saat sang guru Yu Ding meminta Yang Jian untuk pergi membantu pasukan kerajaan Zhou yang dipimpin oleh Jiang Ziya dalam menggulingkan tirani dari Dinasti Shang. Akhirnya Yang Jian pun bergabung dalam pasukan kerajaan Zhou dan ikut serta dalam keberhasilan menggulingkan tirani Dinasti Shang, itulah keterlibatan Yang Jian dalam Fengshen Yanyi


Interlude atau cerita Epilog atau kisah setelah Fengshen Yanyi

Setelah berhasil menggulingkan Dinasti Shang Yang Jian berusaha kembali membebaskan ibunya dengan membawa sebuah kapak sakti (penulis belum menemukan nama kapaknya karena berbeda-beda disetiap versi, tapi yang jelas bukan kapak maut naga geni 212 soalnya itu punya Sinto Gendeng dan Wiro Sableng). Setelah Yang Jian berhasil membebaskan ibunya, mereka didatangi oleh 10 Dewa Matahari dan membakar habis Yao Ji hingga kering karena telah kabur dari hukumannya.

Yang Jian yang marah akhirnya melawan dan berhasil membunuh 9 Dewa Matahari , sementara 1 Dewa Matahari berhasil kabur dan bersembunyi di laut barat. Yang Jian pun mengejar namun pada saat hendak membunuh Dewa Matahari yang terakhir ia dihentikan oleh seorang gadis yang merupakan puteri Raja Naga laut barat. Sang gadis berkata kepada Yang Jian, jika seluruh matahari hancur maka dunia ini akan kiamat. Pada akhirnya Yang Jian pun melepaskan Dewa Matahari terakhir tersebut.

Sementara di Khayangan kaisar Langit yang iba kepada Yang Jian yang merupakan keponakannya mengangkat Yang Jian menjadi Dewa Erlang Shen dan mengundangnya untuk tinggal di istana Khayangan, namun Yang Jian hanya menerima pengangkatan dan gelar yang diberikan dan tidak ikut tinggal di Khayangan.


Note Bawah :
* Dikisahkan Dewa Erlang adalah salah satu dewa yang sakti, bahkan konon kesaktiannya diatas Nezha atau Nacha. Namun mereka tidak pernah bertarung secara serius karena mereka berteman semenjak perang Zhou melawan Shang

* Dikisahkan Dewa Erlang juga mempunyai sahabat setia yaitu Anjing Langit yang selalu ikut bertempur disisinya

* Pada beberapa versi kisah Journey To the West , Dewa Erlang dikisahkan seimbang atau memiliki kesaktian diatas Sun Wukong. Namun ada beberapa versi dah Journey To the West menyebutkan Sun Wukong lebih sakti dibanding Dewa Erlang.

3 Mar 2015

Li Jing dan Nezha (kadang disebut Li Ching dan Nacha)

Coplay Li Jing (kanan) dan Nezha (kiri)
Halooooooo kembali jumpa lagi dengan penulis yang kembali mengangkat kisah potongan dalam Fengshen Yanyi. Kali ini membahas kisah tentang Nezha si Gelang sakti Roda Api dan Li Jing sang Dewa Pagoda. Dikisahkan disuatu provinsi bernama Tang (CMIIW) disebuah negara yang bernama Shang, ada seorang perwira tinggi militer bernama Li Jing. Dalam kisahnya disebutkan bahwa Li Jing telah mempunyai dua orang anak yaitu Jinzha dan Muzha serta seorang istri bernama Yin.

Pada saat itu nyonya Yin sedang mengandung anak ketiganya , namun hal aneh terjadi karena usia kandungan nyonya Yin sudah mencapai hampir 36bulan atau 3tahun namun belum ada tanda-tanda akan segera melahirkan. Akhirnya pada saat usia kehamilan nyonya Yin tepat 3tahun, nyonya Yin pun melahirkan. Namun hal aneh terjadi karena yang dilahirkan nyonya Yin bukan seorang putera ataupun puteri melainkan hanya segumpal bola daging (lah kok mirip Gandari dari kisah Mahabharata yak).

Li Jing sang suami dari nyonya Yin pun bingung bukan kepalang dan ia menggangap bahwa yang terlahir dari kandungan istrinya itu adalah iblis. Akhirnya Li Jing mengambil sebuah pedang/golok untuk membelah gumpalan daging tersebut, ajaib ketika gumpalan daging terbelah terdapat seorang bayi didalamnya (ada beberapa versi menyebut nezha laki-laki ada juga yang menyebut perempuan) yang pada lengannya sudah terdapat gelang. Tidak sampai disitu saja ternyata bayi yang terlahir tersebut ternyata bisa langsung berdiri, berjalan dan berbicara, dan bayi itupun diberi nama Nezha.

Li Jing yang menganggap bayi itu adalah jelmaan iblis berusaha membunuh sang bayi, namun hal itu dicegah oleh seorang pertapa sakti Taiyi Zenren yang memang sudah meramalkan kejadian tersebut. Dan bayi tersebut pun diangkat menjadi murid sang pertapa. Nezha pun tumbuh menjadi anak-anak pada umumnya dengan kenakalan-kenakalan seperti anak-anak namun yang membedakan Nezha memiliki kesaktian yang tinggi.

Kisah pun berlanjut sampai dengan Nezha sudah tumbuh menjadi seorang anak (mungkin sekitar belasan tahun kali ya, soalnya usia tidak disebutkan disumber manapun yang penulis baca), ia mencuci selendangnya (dibeberapa versi kadang disebutkan sapu tangan) disebuah muara sungai ditepi laut timur. Karena kesaktiannya tanpa sengaja ia mengguncang-guncang istana milik Raja Naga laut timur yang berada didasar lautan. Hal ini membuat marah sang raja dan ia mengutus putera ketiganya yang bernama Aobang (CMIIW) untuk mencari tahu penyebab masalah dan menghentikannya.

Aobang pun pergi kepermukaan dan menemukan Nezha yang sedang mencuci yang menjadi sumber penyebab terguncangnya istana Raja Naga laut timur. Tanpa pikir panjang Aobang pun menegur Nezha dan memintanya untuk berhenti melakukan kegiatannya. Namun karena sifat Nezha yang masih anak-anak (mungkin juga usianya masih anak-anak), Nezha tidak mau berhenti mencuci. Hal ini membuat marah Aobang dan ia pun menyerang Nezha, terjadi perkelahian yang sengit antara mereka. Namun karena kesaktiannya Nezha akhirnya menang dan membunuh Aobang dengan cara mencabut urat/nadi dari tubuh sang pangeran Naga.

Raja Naga Laut Timur yang mengetahui kematian puteranya Aobang dan kesaktian Nezha pun menghadap kepada kaisar langit untuk meminta keadilan. Kaisar langit pun mengirim utusan untuk turun ke bumi dan menemui keluarga Nezha dan menjatuhkan Hukuman. Di kediaman Li Jing dan istrinya nyonya Yin yang terkejut mendengar berita yang dikirim oleh raja Langit murka dan bingung akan ulah kenakalan Nezha. Diam-diam Nezha menguping pembicaraan tersebut dan akhirnya memilih bunuh diri agar keluarganya bebas dari hukuman Langit dengan cara mencabut urat/nadinya sendiri. Karena kematian Nezha , seluruh keluarga dari Li Jing pun terbebas dari hukuman langit.

Roh Nezha yang ternyata umur hidupnya belum habis ditolak untuk masuk akhirat oleh raja neraka, dan naasnya ia juga tidak bisa kembali hidup dibumi karena Jasadnya telah Hancur. Pada saat kebingungan itu ia pun menemui sang gurunya Taiyi Zenren, dan oleh petunjuk sang guru kalau Nezha ingin kembali hidup keluarganya harus membangun sebuah kuil untuk dirinya dan membiarkan ia mendapat persembahan dari masyarakat selama kurang lebih satu tahun. Roh Nezha pun masuk kedalam mimpi nyonya Yin ibunya, dalam mimpi ia menceritakan saran dari sang guru.

Nyonya Yin yang sangat menyayangi Nezha pun menyanggupi permintaan Nezha dan secara diam-diam tanpa sepengetahuan Li Jing suaminya membangun sebuah kuil untuk persembahan kepada Nezha, sesuai dengan petunjuk Taiyi Zenren. Dan tanpa disangka dan diduga kuil tersebut menjadi ramai dikunjungi oleh masyarakat yang memberikan persembahan terhadap Nezha, pada saat hampir satu tahun Li Jing mengetahui kuil tersebut dan ia pun murka sehingga Li Jing menghancurkan dan membakar kuil Nezha.

Usaha yang hampir berhasil menjadi sia-sia belaka Nezha yang marah kepada Li Jing ayahnya dan bingung kembali menemui sang guru Taiyi Zenren , pada kali ini sang guru memberikan tubuh pada Nezha yang terbuat dari Bunga Lotus (sejenis teratai) dan membuat Nezha hidup kembali. Tidak hanya itu sang guru juga memberikan dua buah pusaka miliknya , yaitu Tombak sakti dan Roda Api yang membuat Nezha semakin sakti dan bisa terbang dengan cepat kemanapun ia mau.

Nezha yang bangkit kembali masih menyimpan dendam terhadap Li Jing sang ayah, akhirnya menuntut balas dengan cara menyerang dan berusaha membunuh Li Jing. Li Jing yang merupakan orang hebat mampu menahan serangan-serangan Nezha , namun Li Jing mengetahui bahwa tubuhnya yang biasa tidak mampu melawan tubuh abadi milik Nezha. Pada saat terdesak dan hampir putus asa, muncullah Jiang Ziya yang membantu Li Jing.

Jiang Ziya membantu Li Jing dan memberikannya sebuah pagoda berukuran kecil untuk mengurung Nezha didalamnya, namun Jiang Ziya meminta Li Jing untuk membantunya dalam perang menggulingkan Kaisar Zhou yang lalim serta korup dan mengakhiri Dinasti Shang. Akhirnya Li Jing menyanggupi hal tersebut dan dengan pagoda sakti yang diberikan oleh Jiang Ziya, Li Jing mampu menangkap dan mengurung Nezha didalam pagoda sakti miliknya.

Nezha yang terkurung didalam pagoda sakti pun tidak bisa berbuat apa-apa, dan muncullah Jiang Ziya yang berkata pada Nezha bahwa ia akan dibebaskan namun dengan syarat tidak lagi menyimpan dendam terhadap Li Jing ataupun Jiang Ziya, menuruti kedua orang tuanya (Li Jing dan nyonya Yin) dan membantu Jiang Ziya dalam berperang untuk menggulingkan Dinasti Shang. Akhirnya Nezha pun menuruti syarat dari Jiang Ziya. Dan semenjak itu pasukan Jiang Ziya bertambah kuat dengan bergabungnya ayah dan anak Li Jing dan Nezha.

2 Mar 2015

Bigan (pejabat jujur yang diangkat jadi dewa kekayaan)

Ilustrasi Bigan sang Dewa kekayan
 Haloooooo jumpa lagi, dan masih kembali mengangkat kisah yang berhubungan dengan Fengshen Yanyi. Mudah-mudahan masih belum pada bosan membaca cerita Fengshen Yanyi ya.

Pada zaman dahulu kala disebuah negeri yang bernama Shang, terdapat kaisar Zhou yang lalim dan korup (diceritain biar tulisannya panjang dan review ulang), dikisahkan kaisar Zhou memiliki seorang selir yang cantik bernama Su Daji yang merupakan selir jelmaaan atau sedang kerasukan roh siluman rubah seribu tahun. Karena kecantikan dan kecerdikan Daji dalam mengambil hati sang kaisar, maka ia menjadi selir kesayangan dan semua permintaannya selalu dituruti.

Suatu ketika Su Daji bercerita bahwa ia memiliki banyak sahabat Dewa/Dewi di khayangan (bukan di Republik Cinta Managemen ya, catet sekali lagi). Kaisar yang senang mendengar hal tersebut akhirnya meminta kepada Daji untuk mengundang kawan-kawannya hadir ke istana, namun Su Daji berkata "bahwa untuk mengundang pada Dewa/Dewi perlu dibangun menara pencakar langit agar mudah dalam mengundang mereka". Sang kaisar pun menyanggupi hal tersebut dan membangun sebuah menara pencakar langit, tentu saja dengan menggunakan uang rakyat dan membuat rakyat menderita (yah elah di negara penulis anggota wakil rakyat juga sama kok, jangan-jangan belajar dari kaisar Zhou lagi).

Setelah menara selesai dibangun diadakan sebuah pesta mewah untuk menyambut para Dewa/Dewi yang turun dari khayangan, banyak Dewa/Dewi yang hadir kedalam pesta mewah tersebut. Di pesta itu juga hadir beberapa menteri dan pejabat tinggi kerajaan Shang yang turut serta diundang. Salah satu undangan yang hadir adalah Bigan seorang menteri jujur yang sudah mengabdi kepada kerajaan Shang semenjak kaisar sebelumnya. Bigan memiliki sifat yang jeli, merasakan ada kejanggalan dengan para Dewa/Dewi yang hadir pada pesta tersebut karena tingkah laku dan bau mereka seperti bau binatang.

Pada saat selesai pesta Bigan mengikuti para Dewa/Dewi yang pulang, alangkah terkejutnya ia para Dewa/Dewi ternyata pulang kesebuah goa yang merupakan sarang rubah bukan ke khayangan. Bigan pun mengetahui bahwa ternyata para Dewa/Dewi yang hadir pada pesta ternyata adalah palsu dan merupakan jelmaan dari para rubah. Akhirnya Bigan beserta anak buahnya menutup seluruh pintu keluar goa dan membakar seluruh isi goa untuk membunuh para rubah yang telah menipu kaisar dan menyamar menjadi Dewa/Dewi. Selain itu juga Bigan menguliti seluruh bulu rubah dan membuatnya menjadi mantel untuk "dihadiahkan" kepada Su Daji , sebagai sebuah peringatan.

Su Daji yang marah karena saudara-saudari nya dibakar dan dikuliti oleh Bigan pun berusaha membalas dendam, cara yang dia lakukan adalah berpura-pura sakit keras. Kaisar yang amat menyayangi selir Daji pun panik bukan kepalang dan mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan sang selir kesayangannya namun semua sia-sia (karena memang Daji tidak sakit, cuma pura-pura). Akhirnya Daji berkata pada Kaisar penyakit langkanya ini konon katanya bisa disembuhkan hanya dengan memakan Jantung yang lembut yang hanya dimiliki oleh seorang Menteri yang bersih, jujur, tidak korupsi dan setia. Dan Daji berkata bahwa Bigan adalah salah satu Menteri yang bersih, jujur, tidak korupsi serta setia kepada kerajaan pasti memiliki Jantung tersebut.

Tanpa pikir panjang kaisar Zhou langsung memanggil Bigan dan meminta Jantungnya agar bisa diberikan dan dimakan oleh sang selir kesayangannya Daji. Bigan yang terkejut mendengarnya akhirnya menjadi bingung, namun karena "kesetiaanya(yang buta)" terhadap kaisar akhir Bigan pun mengorek keluar Jantungnya dan mempersembahkannya kepada sang Raja.

Dibeberapa versi dikisahkan Bigan tetap hidup beberapa saat setelah mengorek keluar jantungnya, bahkan ia bisa berdiri dan berjalan keluar dari istana. Namun diperjalanan pulang ke kediamannya Bigan mendengar dari orang-orang bahwa orang yang tidak mempunyai Jantung pasti mati, maka tewaslah Bigan dengan seketika.

Konon setelah tewas Bigan dianugerahi gelar Dewa Kekayaan hal ini dikarenakan sifat Dermawan dari Bigan semasa hidupnya (jantung aja dikasih, kurang dermawan apa coba)