Ada banyak sekali tokoh-tokoh cerdik yang juga ternyata ahli dalam strategi, berikut penulis mengangkat beberapa tokoh yang penulis bilang cukup cerdik dan juga mahir berstrategi. Sebagian ada yang berperan sebagai protagonis, netral ataupun antagonis
1. Huang Rong / Oy Yong (Novel Pendekar Pemanah Rajawali)
Huang Rong adalah putri cantik dan ahli masak dari Huang Yao Shi (sesat timur, 1 dari 5pendekar legendaris) dalam novel karangan Wu Xia. Ia juga adalah pasangan dari Guo Jing , pendekar baik hati yang agak lambat dalam berpikir. Banyak sekali kecerdikan yang telah dilakukan oleh Huang Rong dalam novel Trilogi Rajawali, mulai dari ia bisa membantu Mongol dalam mengalahkan Kekaisaran Ching (novel pendekar pemanah rajawali), Mempertahankan kota Perbatasan Shiang Yang selama puluhan tahun dari gempuran mongol (novel kembalinya pendekar rajawali), sampai membuat golok naga serta pedang langit yang ternyata berisi kitab perang dan ilmu-ilmu sakti ia dan suaminya Guo Jing.
2. Zhao Min / Tio Beng (Novel Golok Naga dan pedang langit)
Zhao Min adalah cucu wanita yang cantik dan cerdik dari Kaisar Mongol yang bernama asli Minmin Temur (CMIIW) dalam novel karangan Wu Xia. Ia adalah pasangan dari Zhang Wu Ji tokoh utama dalam novel tersebut. Didalam kisah novel itu dikisahkan bagaimana ia mengacak-acak seluruh dunia persilatan daratan tiongkok pada masa itu hanya untuk bersenang-senang (mendapatkan perhatian Zhang Wu Ji). Dalam kisah tersebut banyak sekali kecerdikan-kecerdikan yang Zhao Min Lakukan seperti Menawan Seluruh Ketua Perguruan-perguruan besar tanpa menumpahkan darah, serta Membantu Para pendekar menahan serangan dari Mongol dengan begitu efektif dengan meminimalisir korban dari kedua belah pihak.
3. Hiruma Yoichi / Komandan perang Setan (Komik EyeShield 21)
Hiruma Yoichi adalah Kapten dari tim Amerika Football dalam komik EyeShield 21 karya Riichiro Inagaki dan Yusuke Murata. Dikisahkan disini Hiruma adalah salah seorang dari pendiri tim Amerika Footbal dan ia adalah sang ahli strategi baik dalam permainan dilapangan ataupun urusan teknis diluar lapangan. Kecerdikan-kecerdikan Hiruma diantaranya adalah : Mendapat Fasilitas Mewah dengan cara memeras kepala sekolah, Tinggal nomaden dari satu hotel berbintang ke hotel berbintang lainnya dengan gratis, merekrut banyak pemain untuk menjadi pemainnya (secara paksa), Memenangkan permainan kartu poker texas sampai mempunyai uang dalam banyak Tas Koper, dan masih banyak lagi.
4.Light Yagami / Kira (Komik Death Note)
Kira adalah seseorang pemuda genius yang memiliki buku milik malaikat maut , yang mana jika buku tersebut dituliskan sebuah nama orang yang namanya tertulis akan mati seketika. Keahlian Kira ini digunakan untuk membunuh para penjahat dan koruptor (kayaknya boleh juga tuh minjem bukunya, buat basmi koruptor dinegeri penulis). Banyak kecerdikan yang dilakukan oleh Kira, diantaranya ia dapat mengatur kematian orang-orang yang ditulisnya sedemikian rupa sehingga tidak terlihat mencurigakan.
5. L Lawliet / L (Komik Death Note)
L adalah seorang detektif genius yang menjadi rival Kira dalam komik Death Note. Yang mana L adalah orang yang berhasil menangkap Kira dan menghentikan seluruh kegilaan yang dilakukan oleh Kira.
6. Sangkuni / Raja Gandara (kisah Wira Citra Mahabharat)
Sangkuni adalah Raja dari negeri Gandara , sebuah negeri didaratan Hindus pada masa Arya. Sangkuni merupakan Kakak dari Gandari Ibu para Kurawa, dan ia pula yang mendidik para kurawa agar menjadi licik. Ada banyak kecerdikan (mungkin kelicikan kali ya) yang dilakukan oleh Sangkuni diantaranya adalah : Menghasut agar Suami dari Gandari dinobatkan sebagai Raja dan Duryodana sebagai putra Mahkota, Mengambil alih kerajaan yang dibangun paksa oleh para pandawa serta mengasingkan mereka, Memperoleh banyak sekutu dalam perang barata dan masih banyak lagi. Dalam kisah tersebut Sangkuni nyaris tidak punya tandingan, kecuali Kreshna. Kreshna tidak penulis masukkan karena Beliau adalah manifestasi dari Dewa Wisnu yang konon mengetahui segalanya dan bisa melakukan apa saja.
7. Zhuge Liang / Penasihat perang Kipas Bulu Bangau (Novel 3 kerajaan)
Zhuge Liang adalah penasihat perang dari negara Liu, yang merupakan salah satu negara yang berperang dalam kisah Novel 3kerajaan. Selain penasihat perang Zhuge Liang juga adalah penasihat dalam mengatur pemerintahan Kaisar Liu Bei. Banyak sekali Kecerdikan-kecerdikan yang dilakukan Zhuge Liang, seperti bagaimana ia bersekutu dengan Sun Kuan dan mengalahkan pasukan Chao Chao, Ia mengelabui musuhnya dengan menggertak dengan Jumlah pasukan yang cukup besar hanya bermodalkan panci untuk memasak makanan pasukan. Dan masih banyak lagi kecerdikan-kecerdikan lainnya, bahkan Guan Yu sang Jenderal yang paling gagah perkasa pada masanya pun tunduk akan strategi yang diperintahkan oleh Zhuge Liang
8. Sun Tzu / Ahli Strategi dari Kekaisaran Tiongkok Kuno
Sun Tzu adalah seorang ahli strategi perang yang menuliskan banyak sekali kitab-kitab untuk strategi perang yang dipakai dalam peperangan didaratan Tiongkok. Cukup sedikit referensi tentang Sun Tzu , jadi penulis tidak bisa menuliskan lebih banyak. Penulis memasukan Sun Tzu karena ia adalah Pelopor dari ahli Strategi (karena Sun Tzu hidup dimasa jauh sebelum Zhuge Liang Hidup)
Hanya sekedar beberapa coretan iseng yang diketik pada saat senggang ataupun pada saat mendapatkan inspirasi , yang mungkin bisa berguna
5 Jan 2015
4 Jan 2015
Karna Ksatria Terlupakan Dari WiraCitra Mahabharata
| Patung yang menceritakan Karna Membunuh Gatot Kaca |
Kelahiran Karna
Alkisah disuatu negeri dibagian selatan peradaban hindus ada sebuah negara yang bernama Kontiboja terdapat seorang Raja yang mempunyai seorang putra bernama Basudewa dan seorang putri angkat yang bernama Kunti. Basudewa yang kelak akan menjadi ayah dari Kreshna namun saat ini kita tidak membahas tentang Kreshna , jadi kita mengisahkan Kunti sang putri angkat raja.
Ketika Kunti berusia muda (bahasa kita sih ABeGe) ia diminta oleh sang raja untuk melayani seorang pertapa agung yang bernama Resi Durvasa (CMIIW, Corret Me If I Wrong). Selama kurang lebih beberapa waktu Kunti melayani sang Resi dan atas ketulusan dari pelayanannya tersebut, sang Resi yang mengetahui bahwa kelak Kunti yang akan mengalami kesulitan dalam memiliki anak menurunkan Mantra yang bernama Adityahredaya. Mantra tersebut berfungsi untuk memanggil dewa yang bersiap memberikan anak atau keturunan. Namun sang resi tidak menjelaskan secara detail tentang hal tersebut.
Suatu pagi karena merasa penasaran, Kunti mencoba mantra tersebut sambil menatap matahari terbit. Tiba-tiba Dewa Matahari Surya datang dihadapannya. Karena merasa bingung dan ketakutan, Kunti mengatakan bahwa dia hanya ingin mencoba mantra tersebut. Namun sang dewa menjelaskan bahwa Adityahredaya bukanlah hal yang dapat dipermainkan seenaknya. Dewa Surya memberikan sebuah janin di rahim Kunti yang suatu saat nanti akan memiliki kesaktian yang tinggi. Ketika melahirkan bayi tersebut, Dewa Surya membantu dalam persalinannya. Bayi tersebut terlihat sedikit berbeda dengan bayi pada umumnya karena dia memakai baju perang dan anting-anting. Setelah mengembalikan keperawanan Kunti, Surya kembali ke khayangan.
Demi menjaga nama baik kerajaan, Kunti berniat membuang bayi yang diberi nama Karna tersebut. Dia meletakannya dalam sebuah keranjang dan dihanyutkan di Sungai Aswa hingga akhirnya ditemukan oleh kusir Raja Destrarasta yang bernama Adirata. Dia membawa pulang Karna ke rumahnya. Istrinya yang bernama Radha sangat bahagia dengan kedatangan bayi Karna. Dia memberikanya nama lain yaitu Wasusena. Karna juga dikenal dengan julukan Radheya yang berarti "putera Radha". Masa kecil Karna dipenuhi cinta dan kasih sayang dari kedua orang tua angkatnya. Dia bahkan mencintai kedua orang tua angkatnya tersebut melebihi apapun.
Masa Kecil dan remaja
Ketika beranjak dewasa, Karna tertarik dalam bidang militer. Dia pergi ke Hastinapura dan bertemu dengan Resi Drona yang juga melatih para Pandawa dan Kurawa. Karena mengetahui identitas Karna sebagai anak kusir, Drona menolak mengangkat Karna sebagai muridnya karena dia hanya melatih dari kasta Ksatria saja. Karna kemudian meminta tolong Dewa Surya untuk melatihnya. Karna belajar cara menggunakan senjata dengan mengumpulkan semua informasi pada siang hari. Pada malam hari, dia berlatih sendiri.
Karna ingin mempelajari menggunakan senjata dewa dan dia mencari guru lain. Dia bertemu dengan Parasurama yang dahulunya adalah guru dari Drona dan Bhisma. Berbeda dengan Drona, Parasurama justru menolak mengangkat murid dari kasta Ksatria dan hanya mau menerima dari kasta Brahmana. Oleh karena itu, Karna menyamar menjadi kaum Brahmana. Karena mewarisi kekuatan ayahnya, Karna dapat menguasai setiap hal yang diajarkan Parasurama dalam waktu singkat. Karna lebih senang menggunakan senjata panah. Bahkan kemampuan memanahnya diakui Parasurama hampir setara dengannya.
Kutukan Yang Diterima Karna
Suatu siang, Parasurama ingin beristirahat dibawah pohon. Dia meminta Karna untuk mau memangkunya hingga tertidur. Tiba-tiba seekor lebah besar datang dan menyengat paha Karna. Karena tidak mau mengganggu gurunya, dia menahan sengatan lebah tersebut hingga berdarah. Ketika Parasurama bangun, dia terkejut melihat paha Karna berdarah. Hal itu menyadarkannya bahwa kemampuan menahan sakit dimiliki oleh kaum Ksatria. Karena merasa tertipu, Parasurama mengutuk Karna bahwa suatu hari nanti ketika terjadi pertarungan hidup dan mati melawan seorang musuh, Karna akan lupa tentang segala hal yang pernah diajarkan.
Karna menjelaskan semuanya dan identitasnya bahwa dia hanya anak seorang kusir. Parasurama merasa menyesal namun kutukannya tidak dapat dihilangkan. Karena Parasurama kagum dengan kesaktian Karna, akhirnya dia menganugerahi senjata suci bernama Bargawastra lengkap dengan busur panah bernama Wijaya.
Persahabatan (???) Dengan Duryodana
Resi Drona menyelenggarakan sebuah turnamen di Hastinapura. Dalam turnamen tersebut, Arjuna tampil sebagai murid yang paling menonjol, terutama dalam memanah. Karna yang melihat turnamen tersebut, muncul dan menantang Arjuna dengan memamerkan kesaktiannya. Kunti tiba-tiba pingsan menyadari bahwa pemuda tersebut adalah putranya yang dibuang. Dia mengenalinya dari anting dan pusaka yang dipakainya sejak bayi. Resi Krepa selaku pendeta istana meminta Karna untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu karena hanya para kaum sederajat saja yang boleh menantang para pangeran Kurukshetra. Oleh karena syarat tersebut, Karna pun tertunduk malu.
Duryodana, putra tertua Kurawa, turun dan membela Karna agar dia dapat berduel dengan Arjuna. Dia menjelaskan kepada publik bahwa kesaktian dan kekuatan tidak harus dimiliki oleh kaum Ksatria saja. Namun peraturan tersebut sudah ditetapkan dari awal. Duryodana kemudian meminta ayahnya untuk mengangkat Karna menjadi raja di Angga. Drestarasta yang sangat sayang kepada putra tertuanya tersebut, tidak bisa menolaknya. Pada saat itu juga Karna dinobatkan sebagai raja Angga. Karna yang merasa terharu bertanya hal apa yang dapat dia berikan atas kemurahan hati Duryodana. Duryodana menjelaskan bahwa dia hanya menginginkan persahabatan.
Persahabatan diantara Karna dan Duryodana sangat erat. Bahkan Karna membantu Duryodana untuk mendapatkan putri Citranggada. Karna rela melakukan apapun demi kehormatan sahabatnya tersebut. Bahkan Duryodana sudah menganggap Karna sebagai saudara sendiri.
Setelah pindah ke istana Angga, Karna membuat sumpah bahwa siapapun yang datang meminta sesuatu kepadanya, terutama ketika dia sedang memuja Dewa Surya, maka mereka pasti tidak akan pulang dengan tangan hampa.
Penolakan Dari Drupadi
Ada sebuah sayembara digelar di Kerajaan Pancala yang berhadiah putri Drupadi. Sayembara berupa lomba memanah boneka ikan dengan panah pusaka kerajaan. Namun dengan syarat peserta tidak boleh melihat target secara langsung, melainkan melihat pantulan dari sebuah baskom yang diisi minyak. Jangankan melesatkan anak panah, tidak ada seorang pesertapun yang mampu mengangkat busur panah pusaka kerajaan.
Duryodana dan Karna datang ke sayembara. Duryodana maju namun gagal seketika karena dia tidak sanggup mengangkat busur tersebut. Melihat kegagalan sahabatnya, Karna ingin ikut serta. Dengan bangganya dia berhasil mengangkat busur pusaka dan bersiap membidik sasaran. Tiba-tiba Drupadi menghentikan sayembara karena takut apabila Karna berhasil memenangkan sayembara. Drupadi di depan umum menyatakan bahwa dia tidak sudi menikahi anak kusir. Karna yang merasa dipermalukan mengatakan bahwa Drupadi adalah wanita sombong yang nantinya akan menjadi perawan tua karena tidak ada seorangpun yang bisa memenangkan sayembara tersebut selain Karna.
Sang raja merasa takut dengan ucapan Karna sehingga dia menggelar sayembara baru dengan peraturan tidak harus kaum Ksatria yang boleh mengikutinya. Saat itu Arjuna yang menyamar sebagai kaum Brahmana mengikuti sayembara dan memenangkannya.
Penghinaan terhadap Drupadi
Beberapa lama sesudah Pandawa membangun Indraprastha, mereka ditantang judi dadu oleh Kurawa. Dengan licik, Kurawa berhasil mengalahkan para Pandawa bahkan kemerdekaan mereka dan Drupadi pun dirampas. Melihat hal itu, Karna mengejek Drupadi bahwa seorang wanita yang memiliki banyak suami tidak lebih dari seorang pelacur. Mendengar hal tersbeut, Arjuna bersumpah bahwa kelak dia akan membunuh Karna.
Pada Saat Masa 13 Tahun Pengasingan Pandawa
Demi membantu Duryodana menguasai dunia, Karna membawa sejumlah pasukan dan berkeliling untuk mencari aliansi dengan kerajaan lain. Apabila ditolak, maka kerajaan tersebut akan berperang melawannya. Dalam beberapa lama, Hastinapura berhasil menjalin aliansi dengan banyak kerajaan berkat Karna.
Sesaat Sebelum perang besar Bharata yudha
Dewa Indra selaku ayah Arjuna, mengetahui bahwa armor dan anting yang dipakai Karna membuatnya kebal senjata. Suatu hari, dia menyamar sebagai resi tua dan mendatangi Karna untuk meminta baju perang dan anting pusaka Karna. Walaupun sebelumnya Karna sudah diingatkan oleh Dewa Surya mengenai rencana Dewa Indra, namun Karna sudah pernah mengucapkan sumpah bahwa dia akan menolong siapapun yang meminta bantuan kepadanya. Karna melepaskan anting suci dan mengiris armor emas yang sudah melekat di tubuhnya sejak bayi, kemudian memberikannya kepada sang resi tua. Kagum dengan ketulusan hati Karna, Indra menampakkan wujudnya dan memberikan sebuah pusaka dewa bernama Vasavi Shakti atau Konta. Konta adalah tombak petir berkekuatan tinggi dan hanya bisa dipakai satu kali.
(NOTES: mirip dengan konsep petir dewa Zeus dari mitologi Yunani)
Setelah negosiasi pedamaian antara Pandawa dan Kurawa gagal, Sri Kresna datang menemui Karna. Dia menjelaskan identitas Karna yang sesungguhnya. Kresna menawarkan apabila Karna bersedia bergabung dengan Pandawa, dia yakin bahwa adiknya akan menyerahkan takhta kerajaan kepada Karna. Namun Karna menolak mengingat kebaikan sahabat baiknya, Duryodana. Dia bersikeras untuk menjadikan Duryodana sebagai penguasa.
Hari peperangan semakin dekat. Kunti akhirnya menemui Karna dan menjelaskan semuanya secara langsung. Pertemuan yang mengharukan ini terjadi dengan tangis yang pilu. Kunti meminta Karna untuk memanggilnya "ibu" dan mengajaknya bergabung dengan Pandawa. Namun Karna menolaknya. Seandainya pada saat turnamen Kunti mengatakan semuanya, mungkin hasilnya tidak seperti ini. Karna sudah terlanjur berjanji kepada sahabat baiknya. Demi menghormati Kunti, Karna berjanji bahwa dia tidak akan membunuh Pandawa kecuali Arjuna.
Perang Bharata Yudha dan kematian Karna
Sebelum perang dimulai, Duryodana meminta Bhisma agar Karna mendampinginya dalam perang. Namun Bhisma menolak Karna dengan alasan kesombongan yang dimiliki Karna. Sebenarnya Bhisma melakukan hal ini karena tahu hal yang sebenarnya. Bhisma tidak ingin Karna berperang melawan adik-adik kandungnya sendiri. Bagaimanapun juga akhirnya Karna menggantikan Bhisma pada hari ke-11 setelah kekalahan Bhisma.
Pada hari ke-13, Kurawa berhasil membongkar strategi Pandawa yang mengakibatkan kematian Abimanyu, putra Arjuna. Dalam hal ini, Karna dan Duryodana berperan banyak dalam pembunuhan Abimanyu.
Pada hari ke-14, pertempuran berlanjut hingga malam hari. Gatotkaca yang sejatinya setengah raksasa, putra dari Bima, berhasil membantai banyak pasukan Kurawa. Karena pada malam hari, bangsa raksasa cenderung memiliki kekuatan lebih tinggi. Duryodana dan Karna menghampiri Gatotkaca dan bertarung. Resi Drona dan Duryodana terluka parah akibat serangan Gatotkaca. Dia memohon kepada Karna untuk menggunakan pusaka Konta miliknya. Awalnya Karna berniat menggunakan Konta untuk membunuh Arjuna, namun karena keadaan semakin memburuk, akhirnya dia memenuhi keinginan sahabatnya. Gatotkaca dan Karna bertarung sengit yang membuat para prajurit tercengang. Akhirnya Karna mengeluarkan Konta dan melemparkannya ke arah Gatotkaca yang menewaskannya dengan seketika.
Pada hari ke-16, Karna berhasil mengalahkan Yudhistira, Bima, Nakula dan Sadewa, tapi tidak membunuh mereka. Karna meminta Salya (kusir kuda) untuk membawanya ke arah Arjuna. Karna menembakkan panah saktinya ke arah Arjuna, namun berhasil diselamatkan oleh Sri Kresna. Arjuna membalasnya dengan melesatkan semua anak panah yang dia miliki, namun berhasil dihalau. Karna menembakkan lebih banyak anak panah sehingga membuat Arjuna kewalahan. Tiba dipenghujung hari, Karna mengampuni nyawa Arjuna karena mereka menghormati kode etik peperangan.
Pada hari ke-17, duel antara Karna dan Arjuna berlanjut. Mereka sama-sama menggunakan panah terbaiknya dalam bertarung. Karna sempat beberapa kali memutuskan tali busur panah Arjuna, namun selalu saja Arjuna dapat memperbaikinya dengan cepat. Tiba-tiba, roda kereta yang dipakai Karna terperosok kedalam lumpur. Karna turun dan berusaha mengangkat keretanya. Dia lupa bahwa sebenarnya masih memiliki senjata pusaka mematikan. Karna meminta Arjuna untuk menunggunya sebentar. Namun Kresna menghasut Arjuna untuk melupakan kode etik dan membunuh Karna. Akhirnya dengan serbuan anak panah Arjuna, Karna terluka parah dan tewas.
Demikian lah kisah Karna sang ksatria terlupakan dari Wiracitra Mahabharata.
Diambil dari berbagai sumber yang pernah penulis baca dan lihat, baik kisah Seri Mahabharat 1988, kisah seri Mahabarat 2013 star tv india, dari wikipedia, kaskus, blog penulis lain, ataupun cerita dalam lakon-lakon Pewayangan dari tanah jawa.
2 Jan 2015
Catatan Awal Tahun 2015
Catatan Awal Tahun
Setiap awal tahun masehi atau lebih akrab dikenal dengan sebutan Tahun baru, pasti ada banyak ucapan-ucapan yang dikirimkan baik melalui kartu, sms, messenger, media sosial , dan sebagainya. Rata-rata yang dituliskan agar tahun yang baru ini menjadi lebih baik daripada Tahun sebelumnya.
Namun sadarkah kita kalau sebelum kita berharap agar menjadi lebih baik ada satu hal yang jauh lebih penting, yaitu kita harus bersyukur telah bisa melewati tahun sebelumnya. Tentunya ada saja beberapa dari kita yang tidak mampu menghadapi tahun sebelumnya, baik karena usianya habis ataupun karena kehidupannya berantakan.
Ada pepatah kuno yang berkata "Melihat keatas untuk menentukan target, melihat sekeliling untuk senantiasa waspada, dan melihat kebawah untuk selalu bersyukur". Jadi sebelum kita berharap Menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, marilah kita bersama-sama bersyukur karena kita telah berhasil melalui tahun sebelumnya. Walaupun kondisi terkadang masih belum sesuai dengan keinginan, namun kita masih bisa melalui tahun sebelumnya bukan?
Setiap awal tahun masehi atau lebih akrab dikenal dengan sebutan Tahun baru, pasti ada banyak ucapan-ucapan yang dikirimkan baik melalui kartu, sms, messenger, media sosial , dan sebagainya. Rata-rata yang dituliskan agar tahun yang baru ini menjadi lebih baik daripada Tahun sebelumnya.
Namun sadarkah kita kalau sebelum kita berharap agar menjadi lebih baik ada satu hal yang jauh lebih penting, yaitu kita harus bersyukur telah bisa melewati tahun sebelumnya. Tentunya ada saja beberapa dari kita yang tidak mampu menghadapi tahun sebelumnya, baik karena usianya habis ataupun karena kehidupannya berantakan.
Ada pepatah kuno yang berkata "Melihat keatas untuk menentukan target, melihat sekeliling untuk senantiasa waspada, dan melihat kebawah untuk selalu bersyukur". Jadi sebelum kita berharap Menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, marilah kita bersama-sama bersyukur karena kita telah berhasil melalui tahun sebelumnya. Walaupun kondisi terkadang masih belum sesuai dengan keinginan, namun kita masih bisa melalui tahun sebelumnya bukan?
28 Des 2014
Chikung atau Ji Gong Bhiksu Sinting nan Bijaksana
![]() | |
| Sebuah Patung / Rupang / Kimshin Chikung |
Chikung ini sering disebut sebagai bhiksu gila atau bhiksu sinting, namun konon kabarnya ia adalah titisan dari Lohan Emas penakluk naga (salah satu dari 18 Lohan murid utama Buddha). Tingkah laku Chikung yang cukup usil dan sering mengganggu orang-orang yang berbuat salah , seperti wakil kepala biara yang gila nama besar, pejabat korup ataupun pedagang licik. Namun pada dasarnya Chikung sendiri dikisahkan berhati baik yang gemar menolong dan terkenal akan kebijakannya.
Berikut adalah beberapa kalimat bijak yang pernah Chikung ucapkan :
1. Seluruh kehidupan telah diatur oleh penguasa. Apalah yang mau dimohon?
2. Hari ini tidak tahu masalah esok. Apalah yang mau di kuatirkan?
3. Kalaulah tidak menghormati orang tua, lalu mengormati junjungan dunia. Apalah arti penghormatan itu?
4. Kakak adik adalah bersaudara. Apalah yang perlu diperebutkan?
5. Anak cucu punya rezeki masing-masing. Apalah yang perlu diperebutkan?
6. Kalau belum mendapat keberuntungan. Apalah yang perlu dipaksakan?
7. Didunia ini sulit menemukan kebahagiaan. Mengapa harus sedih?
8. Berpakaianlah yang sederhana dan sopan. Apalah yang mau dipamerkan?
9. Bagaimana lezatnya makanan, hanyalah sebatas lidah. Mengapa harus rakus?
10. Setelah meninggal tidak sesen pun yang dibawa. Mengapa harus pelit?
11. Senior meluku, junior memetik. Apalah yang mau diperebutkan?
12. Disatu sisi mendapatkan, disisi lain kehilangan. Mengapa harus serakah?
13. Tiga jengkal diatas kepala ada dewa. Mengapa harus mengelabui?
14. Kedudukan, kekayaan, kemuliaan bagaikan mekarnya bunga. Apalah yang mau diangkuhkan?
15. Kekayaan dan kemuliaan orang telah dirintis sebelumnya. Mengapa harus iri?
16. Kehidupan lalu tidak membina, sekarang menderita. Mengapa harus mengeluh?
17. Orang berjudi tidak akan ada hasil yang baik. Apalah yang mau dipermainkan?
18. Membina rumah tangga dengan rajin dan hemat melebihi memohon bantuan orang lain. Apalah yang mau diboroskan?
19. Kalau saling membalas dendam, kapanlah akan berakhir. Mengapa harus bermusuhan?
20. Masalah dunia bagaikan bermain catur. Apalah yang mau diperhitungkan?
21. Orang pintar adakalanya disesatkan oleh kepintarannya? Mengapa harus licik?
22. Berdusta akan mengikis habis rejeki seumur hidup. Mengapa harus berdusta?
23. Segala kesalahpahaman akhirnya akan jernih juga. Apalah yang mau diperdebatkan?
24. Tiada seorangpun juga yang bebas dari masalah. Mengapa harus menyalahkan?
25. Goa nurani didalam hati manusia, bukan digunung. Apalah yang mau dicari?
26. Menipu orang adalah petaka, memaklumi orang adalah berkah. Apalah yang mau diramalkan?
27. Sekali ajal menjemput segala akan berakhir. Apalah yang terus disibukkan?
Itulah Kalimat Bijak yang konon katanya pernah diwarisi Oleh seorang Bhiksu Sinting atau Gila yang bernama Chikung. Terdengar cukup keras dan cenderung kasar, tapi yah memang kalau ditelaah lebih dalam memang begitulah adanya. Mungkin hanya orang-orang yang merasa tersinggung yang memanggil Chikung Bhiksu Gila. Namun banyak juga yang salah mengartikan maksud dari pesan seorang Chikung tersebut.
Jadi yang Gila siapa? Penulis kah? Pembaca kah? Atau kita semua yang sama-sama Gila ???
27 Des 2014
Ho Si Put Ko Sam (Sesuatu yang baik tidak akan melebihi 3kali)
Saat penulis menginjak serta singgah di Kota Seribu Klenteng di Singkawang, penulis sempat membaca sebuah Artikel Menarik yang ada disebuah ekslempar edaran yang dibagian pada saat Tahun baru imlek dan Capgomeh. Artikel itu Berjudul Ho Si Put Ko Sam atau jika diartikan sesuatu yang baik tidak akan melebihi 3kali.
Pada artikel tersebut topiknya dipersempit menjadi kehidupan nyata. Mungkin kita pernah Melihat si A (bukan nama sebenarnya) itu adalah seorang pekerja keras yang punya nama baik, kejujuran, serta kekayaan yang melimpah. Setelah Si A menikah dan memiliki anak sebut saja B, si A ternyata amat sangat menyayangi B. Bahkan terkadang kasih sayangnya itu berlebihan, sehingga B yang sejak kecil mendapat fasilitas secara mudah, segala kebutuhan terpenuhi Tumbuh menjadi anak yang tidak mengerti apa-apa selain kesenangan.
Pada suatu ketika B tumbuh dewasa , setelah lulus sekolah bahkan mungkin kuliah ditempat yang mungkin mapan serta lingkungan yang setara atas tingkat ekonominya dan pulang ketempat orang tuanya. B disambut dengan "karpet merah" diberikan posisi penting dalam usaha A , padahal B belum tahu apa-apa. Tapi karena si A masih berperan dalam usaha tersebut usaha tersebut tetap berjalan.
Lalu B pun menikah dan punya anak sebut saja C, C sama saja seperti B dalam tumbuh kembangnya dan ceritanya pun mirip seperti diatas sehingga ke generasi selanjutnya. Kejadian yang banyak terjadi adalah usaha tersebut ambruk karena B dan C sebagai generasi ke 2 dan ke 3 dan selanjutnya tidak bisa mengerti apa-apa.
Ibarat seseorang yang hanya menikmati buah dari pohon, tanpa tau bagaimana cara menumbuhkan serta merawat pohonnya. Lama-kelamaan ketika pohon itu mulai tua dan rapuh, mereka tidak mengerti lagi bagaimana cara menanam pohon yang baru.
Hal ini sering terjadi, terkadang ketika orang sedang dalam kondisi sulit mereka berusaha dengan giat dan berperilaku baik. Namun ketika mereka sudah mencapai kemahsyuran, lupa dan terjadilah pola Ho Si Put Ko Sham ini.
Dari sini penulis menyimpulkan (Koreksi saya jika saya salah) , daripada kita memberikan ikan terus menerus kepada keturunan kita. Lebih baik kita memberikan mereka pancing, atau lebih baik lagi kita memberikan ilmu untuk membudidayakan ikan kepada mereka.
Pada artikel tersebut topiknya dipersempit menjadi kehidupan nyata. Mungkin kita pernah Melihat si A (bukan nama sebenarnya) itu adalah seorang pekerja keras yang punya nama baik, kejujuran, serta kekayaan yang melimpah. Setelah Si A menikah dan memiliki anak sebut saja B, si A ternyata amat sangat menyayangi B. Bahkan terkadang kasih sayangnya itu berlebihan, sehingga B yang sejak kecil mendapat fasilitas secara mudah, segala kebutuhan terpenuhi Tumbuh menjadi anak yang tidak mengerti apa-apa selain kesenangan.
Pada suatu ketika B tumbuh dewasa , setelah lulus sekolah bahkan mungkin kuliah ditempat yang mungkin mapan serta lingkungan yang setara atas tingkat ekonominya dan pulang ketempat orang tuanya. B disambut dengan "karpet merah" diberikan posisi penting dalam usaha A , padahal B belum tahu apa-apa. Tapi karena si A masih berperan dalam usaha tersebut usaha tersebut tetap berjalan.
Lalu B pun menikah dan punya anak sebut saja C, C sama saja seperti B dalam tumbuh kembangnya dan ceritanya pun mirip seperti diatas sehingga ke generasi selanjutnya. Kejadian yang banyak terjadi adalah usaha tersebut ambruk karena B dan C sebagai generasi ke 2 dan ke 3 dan selanjutnya tidak bisa mengerti apa-apa.
Ibarat seseorang yang hanya menikmati buah dari pohon, tanpa tau bagaimana cara menumbuhkan serta merawat pohonnya. Lama-kelamaan ketika pohon itu mulai tua dan rapuh, mereka tidak mengerti lagi bagaimana cara menanam pohon yang baru.
Hal ini sering terjadi, terkadang ketika orang sedang dalam kondisi sulit mereka berusaha dengan giat dan berperilaku baik. Namun ketika mereka sudah mencapai kemahsyuran, lupa dan terjadilah pola Ho Si Put Ko Sham ini.
Dari sini penulis menyimpulkan (Koreksi saya jika saya salah) , daripada kita memberikan ikan terus menerus kepada keturunan kita. Lebih baik kita memberikan mereka pancing, atau lebih baik lagi kita memberikan ilmu untuk membudidayakan ikan kepada mereka.
22 Des 2014
18 Des 2014
Kisah menarik Film Iron Monkey
Iron Monkey adalah film bertema kungfu yang dibuat tahun 1993 dan diperankan Oleh Donny Yen (yang memerankan IP Man), penulis sempat melihat film tersebut ditayangkan ulang di Televisi Swasta Nasional.
Awal penulis tertarik untuk menyaksikan film ini secara tidak sengaja karena ceritanya cukup unik. Diceritakan disuatu daerah ada seorang pejabat kepala daerah yang jahat, kepala daerah tersebut suka korupsi, menikah dengan banyak istri, menindas rakyat kecil dan lalim dalam pemerintahan. Lalu ada seorang pencuri yang menyebut dirinya Monyet Besi atau Iron Monkey, yang selalu membantu rakyat kecil yang sedang kesusahan dengan cara memberikan uang hasil curian dari orang-orang kaya ataupun pejabat yang culas. Pencuri itu disebut monyet besi karena biasa selalu meninggalkan surat bergambar monyet dan bertuliskan monyet besi.
Pada Kisah ini juga diceritakan ada Wong Kei Yin dan Anaknya Wong Fei Hung sang pendekar terkenal (pada film ini diceritakan masih anak-anak) yang salah tangkap oleh para polisi yang diperintahkan oleh sang kepala daerah yang korup untuk menangkap sang monyet besi.
Lalu pada pertengahan cerita dikisahkan pula ada sekelompok pemuka agama yang lalim dan memiliki jabatan dari pemerintah pusat yang datang dan memecat serta mengusir kepala daerah tersebut. Sang pemuka agama tersebut menggantikan tugas sang kepala daerah dan ternyata lebih korup, lebih suka uang, dan lebih mata keranjang dari kepala daerah sebelumnya. Pada akhir cerita sang pemuka agama tersebut dikalahkan oleh monyet besi dan keluarga Wong
Sedikit gambaran dari kisah tersebut mengingatkan penulis akan suatu negeri antah berantah yang konon katanya kaya namun pemerintahannya Korupsi dan banyak pemuka agama lalim diluar terlihat baik namun ternyata sifat dan sikapnya jauh lebih jahat daripada orang jahat sekalipun. Namun sayangnya di negeri tersebut tidak ada keluarga pahlawan Wong ataupun Iron Monkey, yang ada hanya penggemar Musik IronMaiden yang sekarang sedang berjibaku untuk memperbaiki negara tersebut dan mengalahkan pejabat-pejabat korupsi serta pemuka-pemuka agama yang lalim.
Awal penulis tertarik untuk menyaksikan film ini secara tidak sengaja karena ceritanya cukup unik. Diceritakan disuatu daerah ada seorang pejabat kepala daerah yang jahat, kepala daerah tersebut suka korupsi, menikah dengan banyak istri, menindas rakyat kecil dan lalim dalam pemerintahan. Lalu ada seorang pencuri yang menyebut dirinya Monyet Besi atau Iron Monkey, yang selalu membantu rakyat kecil yang sedang kesusahan dengan cara memberikan uang hasil curian dari orang-orang kaya ataupun pejabat yang culas. Pencuri itu disebut monyet besi karena biasa selalu meninggalkan surat bergambar monyet dan bertuliskan monyet besi.
Pada Kisah ini juga diceritakan ada Wong Kei Yin dan Anaknya Wong Fei Hung sang pendekar terkenal (pada film ini diceritakan masih anak-anak) yang salah tangkap oleh para polisi yang diperintahkan oleh sang kepala daerah yang korup untuk menangkap sang monyet besi.
Lalu pada pertengahan cerita dikisahkan pula ada sekelompok pemuka agama yang lalim dan memiliki jabatan dari pemerintah pusat yang datang dan memecat serta mengusir kepala daerah tersebut. Sang pemuka agama tersebut menggantikan tugas sang kepala daerah dan ternyata lebih korup, lebih suka uang, dan lebih mata keranjang dari kepala daerah sebelumnya. Pada akhir cerita sang pemuka agama tersebut dikalahkan oleh monyet besi dan keluarga Wong
Sedikit gambaran dari kisah tersebut mengingatkan penulis akan suatu negeri antah berantah yang konon katanya kaya namun pemerintahannya Korupsi dan banyak pemuka agama lalim diluar terlihat baik namun ternyata sifat dan sikapnya jauh lebih jahat daripada orang jahat sekalipun. Namun sayangnya di negeri tersebut tidak ada keluarga pahlawan Wong ataupun Iron Monkey, yang ada hanya penggemar Musik IronMaiden yang sekarang sedang berjibaku untuk memperbaiki negara tersebut dan mengalahkan pejabat-pejabat korupsi serta pemuka-pemuka agama yang lalim.
Langganan:
Postingan (Atom)

