28 Feb 2015

Su Daji (Selir Raja Zhou penyebab kehancuran dinasti Shang)

Ilustrasi Su Daji
Kembali ke topik Fengshen Yanyi, kali ini kita membahas tentang Su Daji sang tokoh antagonis dalam kisah ini. Dikisahkan Daji adalah seorang puteri dari seorang gubernur bernama Su dari provinsi Yoshu (CMIIW) yang merupakan bagian dari kerajaan Shang yang dipimpin oleh kaisar Zhou.

Dikisahkan bahwa kaisar Zhou yang memiliki hasrat terhadap Dewi Nuwa mengumpulkan seluruh wanita cantik yang berada dikerajaannya, dan Daji pun diwajibkan ikut serta karena Daji terkenal dengan kecantikannya. Pada saat terkumpul itulah kaisar memilih wanita-wanita yang cantik untuk menjadi selirnya (pada masa itu kaisar biasa memiliki satu permasuri dan ratusan bahkan ribuan selir). Daji yang cantik dan memiliki paras seperti patung dewi Nuwa pun akhirnya terpilih menjadi salah satu selir sang kaisar.

Sementara itu  di khayangan Dewi Nuwa yang kesal terhadap kelakuan kaisar Zhou (baca kisah Dewi Nuwa dan Kaisar Zhou) mengutus salah satu peliharannya seekor rubah betina berusia seribu tahun untuk merasuki Daji dan membuat kaisar menjadi Korup dan lalim. Daji yang sudah menjadi selir kaisar dan sudah dirasuki rubah betina tersebut pun dengan cepat mengambil hati sang Kaisar karena kecantikan dan juga rayuannya, sehingga sang kaisar menuruti semua permintaan apapun yang Daji minta.

Dalam waktu singkat Kaisar Zhou yang memang dasarnya bersifat buruk berubah menjadi lalim dan korup karena pengaruh dari sang selir kesayangannya Su Daji. Karena sifat lalim dan korup itulah rakyat menjadi menderita dan banyak membuat para pejabat yang tadinya setia terhadap dinasti Shang satu persatu mulai memberontak atau bahkan mati karena ulah kaisar yang dipengaruhi oleh Daji. Sampai Jiang Ziya salah satu orang yang setia terhadap dinasti Shang pun pergi dari kerajaan dan mencari orang hebat dan bijak yang bisa menggulingkan kerajaan Shang.

Waktupun berlanjut dan Jiang Ziya pun bertemu dengan kaisar Wenwang dari kerajaan Zhou dan membantu membangun kerajaan Zhou menjadi lebih makmur dan kuat. Tiba pada saat kaisar Wenwang meninggal dan tahta kerajaan Zhou diteruskan oleh anaknya yang bernama Fawang(kadang disebut Wuwang) , kerajaan Zhou pun mulai membentuk pasukan dan menyerang kerajaan Shang untuk menggulingkannya.

Perang besarpun terjadi dan banyak jatuh korban dikedua belah pihak, baik dari Zhou ataupun Shang. Sampai akhirnya kerajaan Shang terdesak dan Su Daji pun tertangkap (di beberapa versi disebutkan Su Daji dipenggal oleh Jiang Ziya) dan kaisar Zhou bunuh diri karena kekalahannya dan runtuhlah dinasti Shang.

Siluman rubah pun berhasi menjalankan perintah dari Dewi Nuwa dan membuat hancur dinasti Shang.

27 Feb 2015

Kisah Cinta Romeo dan Juliet (best love story ever)

Lambang keluarga
Dikisahkan pada sekitar abad ke 16 di sebuah kota bernama Verona yang berada dinegara Italia, terdapat dua keluarga besar yaitu keluarga Montague dan keluarga Capulet. Dikisahkan keluarga tersebut bersaing dalam segala bidang dan juga merupakan keluarga kepercayaan pangeran dari kekaisaran pada masa tersebut dan memiliki permusuhan yang konon katanya sudah turun temurun.

Alkisah keluarga inti dari Capulet memiliki seorang puteri yang cantik yang bernama Juliet, karena kecantikannya itulah ada seorang bangsawan yang bernama Count Paris ingin menikahi Juliet. Namun karena beberapa hal akhirnya lamaran Count Paris ditunda sampai dengan dua tahun. Dan untuk sementara diadakan dahulu sebuah pesta dansa dikediaman keluarga Capulet, yang sekaligus momen untuk mengumumkan pertunangan Juliet dan Count Paris.

Dilain tempat keluarga inti dari keluarga Montague memiliki seorang putera yang gagah dan terkenal puitis bernama Romeo, pada kesehariannya Romeo tumbuh kembang bermain bersama sepupu laki-lakinya. Dikisahkan Romeo saat itu sedang gundah gulana (galau kalau bahasa yang lagi trend saat ini) karena ditinggal oleh sang kekasih. Saat itulah sepupu laki-laki dari Romeo mengajak untuk menyelinap ke pesta Dansa yang diadakan oleh keluarga Capulet (wow masuk ke tempat musuh), karena sang sepupu dari Romeo mengenal salah satu keponakan wanita dari pemimpin keluarga Capulet dan mendapat kabar bahwa akan diadakan pesta dansa.

Pada saat di Pesta dansa akhirnya Romeo bertemu dengan Juliet dan mereka pun saling jatuh cinta pada pandangan pertama, tanpa mengetahui latar belakang masing-masing. Ditengah pesta diumumkanlah pertunangan Juliet dengan Paris, hal itu membuat Juliet terkejut karena ia tidak mengetahui hal itu sebelumnya, begitu pula dengan Romeo. Setelah pesta Romeo pun menyusup kembali ke taman keluarga Capulet untuk bertemu dengan Juliet. Dan disanalah mereka saling menyatakan cintanya, dan tidak peduli dengan perselisihan keluarga Montague dan Capulet selama ini.

Kakak pria dari Juliet , Tybalt mengetahui hal tersebut, namun ia hanya bisa melihat dan kemudian melaporkan hal tersebut kepada ayah Juliet. Hal itu membuat tuan Capulet murka. Dan memerintahkan Tybalt membunuh Romeo anak dari keluarga Montague musuhnya. Tybalt akhirnya menjalankan perintah dan ia berusaha menyerang dan membunuh Romeo. Namun ketika penyerangan saudara sepupu laki-laki Romeo (yang mengajak ke pesta dansa) datang membantu sehingga secara tidak sengaja Romeo membunuh Tybalt (beberapa versi menyebutkan Tybalt adalah sepupu Juliet).

Hal itu membuat murka tuan Capulet dan ia pun mengurung Juliet dan hanya memperbolehkan Juliet ke Gereja untuk beribadah, dan itupun dengan pengawasan superketat. Sang pendeta Gereja yang merupakan kawan Juliet pun membantu Juliet agar tetap bisa berkomunikasi dengan Romeo dengan menjadi perantara bagi mereka. Waktupun berjalan dan Tuan Capulet pun ingin mempercepat pernikahan antara Juliet dan Paris.

Juliet yang mengetahui hal tersebut pun panik, dan akhirnya ia berencana untuk pura-pura mati agar tidak jadi menikah dengan Paris. Semua berjalan sesuai rencana, namun ternyata Romeo tidak mengetahui hal tersebut dan ia menganggap bahwa kekasihnya Juliet telah mati. Akhirnya Romeo pun bunuh diri karena tidak kuat menanggung rasa patah hatinya. Sementara dilain tempat Juliet yang telah selesai berpura-pura juga terkejut bahwa Romeo telah tewas bunuh diri, akhirnya Juliet juga memutuskan untuk bunuh diri.

Pemimpin kedua keluarga, Tuan Capulet dan Tuan Montague akhirnya hanya bisa terdiam menyesali perselisihan keluarga mereka selama ini menyebabkan Putera dan Puteri penerus generasi mereka tewas bunuh diri karena Cinta.

Sampai sekarang pun kisah cinta mereka masih terkenal dan selalu diceritakan, baik melalui media tulisan, drama ataupun film. Dan bahkan sering dianggap best love story ever

25 Feb 2015

Jiang Ziya Sang Tokoh Utama Fengshen Yanyi

Ilustrasi Ketika Jiang Ziya memancing
Dikisahkan pada zaman dahulu kala di daratan tiongkok ada sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Shang atau dinasti Shang. Pada awal didirikan oleh kaisar pertama kerajaan ini cukup baik dan akhirnya menjadi salah satu kerajaan terkuat pada masanya. Sampai suatu ketika tiba giliran kaisar Zhou yang sombong dan lalim (coba baca kisah kaisar Zhou dan Dewi Nuwa).

Pada saat itu ada seorang warga kerajaan Shang yang bernama Lu Wang, atau sering disebut Jiang San atau Jiang Ziya yang merupakan salah seorang keturunan dari Kaisar Dayi pada dinasti Shun (beberapa dinasti sebelum dinasti Shang). Didalam kisah-kisah yang beredar Jiang Ziya merupakan orang yang bijak , cerdik dan baik hati. Namun karena tingkah laku kaisar Zhou yang semena-mena dan juga karena kekejaman selir Kaisar Su Daji, Jiang Ziya yang muak akan hal tersebut akhirnya pergi meninggalkan kerajaan Shang.

Pada suatu malam didalam tidurnya Jiang Ziya bermimpi bertemu dengan Kaisar Giok/Kaisar Kumala/Kaisar Langit/Raja Langit, dalam mimpinya tersebut Kaisar Giok memberi petunjuk bahwa suatu saat kelak Jiang Ziya akan bertemu dengan orang pemberani yang kelak harus dibantu untuk menggulingkan tirani dari Dinasti Shang dan Kaisar Zhou.

Jiang Ziya yang mempercayai mimpi tersebut akhirnya menunggu selama beberapa tahun, pada saat menunggu Jiang Ziya mendirikan sebuah gubuk ditepi sebuah danau dan memancing namun tidak memasang kail/mata pancing pada pancingnya (hanya menggunakan tongkat dan benang pancing). Orang-orang yang heran akan kelakuan Jiang Ziya bertanya, apa yang ia pancing saat itu jika tidak menggunakan kail/mata pancing, Jiang Ziya Menjawab bahwa ia tidak sedang memancing atau menunggu ikan, namun ia sedang menunggu orang pemberani yang kelak akan dia bimbing.

Waktu pun berlalu dan tanpa berasa Jiang Ziya mencapai usia sekitar 70an tahun, dan batu tempat Jiang Ziya duduk pun sampai ada lekukan bentuk tubuhnya karena setiap hari ia duduki. Pada saat keputus asaan tersebut muncullah iring-iringan Kaisar Wenwang dari kerajaan Zhou yang lewat danau tersebut dan bertanya pada Jiang Ziya. Ternyata Kaisar Wenwang juga pernah mengalami mimpi yang sama dengan Jiang Ziya , bahwa kelak Kaisar Wenwang akan bertemu dengan orang tua bijak yang akan membimbingnya untuk memakmurkan kerajaan Zhou dan menggulingkan tirani dari Dinasti Shang. Dan ketika mengobrol pun Kaisar Wenwang sadar bahwa orang tua pemancing yang ia temui ternyata adalah orang yang bijak, serta ahli dalam strategi dan menganggap dialah orang yang dimaksudkan oleh Kaisar Giok dalam mimpinya.

Akhirnya Jiang Ziya pun diajak ke kerajaan Zhou dan diangkat jadi perdana menteri disana serta membuat banyak kebijakan serta membuat Kerajaan Zhou yang tadinya biasa saja menjadi makmur dan memiliki pasukan yang cukup hebat. Namun ternyata akhirnya Kaisar Wenwang wafat dan tahtanya diteruskan oleh anaknya Kaisar Fawang (atau kadang disebut Wuwang) yang juga merupakan menantu dari Jiang Ziya. Kaisar Fawang yang ingin melanjutkan mandat ayahnya untuk menggulingkan dinasti Shang pun akhirnya mengumpulkan pasukan untuk menggempur kerajaan Shang.

Pada saat peperangan yang terjadi Jiang Ziya diminta menjadi pengatur strategi dalam pasukan kerajaan Zhou, dan akhirnya setelah peperangan yang Dahsyat itu dinasti Shang berhasil digulingkan dan Kaisar Zhou yang lalim berhasil dikalahkan (beberapa kisah menceritakan Kaisar Zhou bunuh diri ketika dikepung).

Jiang Ziya pun dalam kisahnya diangkat menjadi Dewa Jiang Taigong, dan ia memberi anugrah gelar Dewa/Dewi kepada para perwira tinggi yang ikut serta dalam perang antara kerajaan Zhou dan kerajaan Shang. Sehingga sampai dengan saat ini kisah tersebut terkenal dengan nama Fengshen Yanyi atau penanugrahan gelar Dewa/Dewi.

24 Feb 2015

Raja Zhou dan Dewi Nuwa (awal mula Fengshen Yanyi)

Ilustari Dewi Nuwa Menciptakan Manusia
Ini adalah penggalan kisah awal mula dari semua kisah dalam Fengshen Yanyi yang sudah dibahas sebelumnya, kisah bermula sebagai berikut.

Pada Zaman dahulu kala, ketika bumi baru terbentuk dan masih berisi hewan-hewan buas (mungkin aslinya Dinosaurus kali ya) dan belum ada manusia. Namun semua berubah ketika terjadi suatu bencana hebat (mungkin bencana hujan meteor yang membuat Dinosaurus punah sekitar 65juta tahun yang lalu) yang membuat matinya seluruh binatang-binatang buas tersebut sehingga bumi menjadi kosong.

Ada seorang Dewi bernama Nuwa (atau kadang dilafalkan Dewi Niwa), yang akhirnya menciptakan manusia dari tanah liat dengan tangannya sendiri, tetapi karena terlalu lambat, akhirnya ia menggunakan cara mencelupkan selendangnya ke dalam tanah liat dan mengibaskannya, menciptakan manusia dalam jumlah banyak. Manusia yang diciptakan pada awalnya dengan tangan sendiri adalah kaum bangsawan dan yang kemudian diciptakan dari gumpalan tanah liat yang dikibaskan memakai tali adalah rakyat biasa. Cara menciptakan manusia yang memiliki perbedaan ini, juga merupakan cara dari para penguasa pada zaman Masyarakat Budak dan zaman Masyarakat Feodal untuk menyampaikan "Teori Mandat Surga" kepada rakyatnya, guna untuk melindungi kekuasaan mereka (mirip sistem Kasta pada sejarah sungai Hindus/India Kuno, dan teori perbudakan pada sejarah sungai Nil/Mesir Kuno), untungnya sekarang sudah tidak adalagi paham tersebut ya.

Waktupun berjalan, sehingga terjadi suatu bencana besar yang kembali menimpa bumi yaitu terjadi Hujan besar yang menyebabkan banjir seperti air bah yang membahayakan para penghuni Bumi, hal ini konon katanya disebabkan oleh bocornya sungai di khayangan atau langit (kayak cerita Noah dan kisah awatara Wisnu yak ada banjir besar di bumi). Dewi Nuwa tidak tega melihat manusia menderita, sehingga ia melebur dan menggunakan Batu Lima Warna untuk menambal langit yang bocor dan menyelamatkan manusia. Oleh karena itulah Dewi Nuwa sangat dihormati oleh manusia, sehingga dibuatkan kuil dan dibuatkan patung sang Dewi Nuwa untuk diberikan persembahan.

Kisah berlanjut pada masa Dinasti Shang, Ketika raja Di Yi sedang berjalan-jalan di taman kerajaan sambil menikmati keindahan di hadapannya, tiba-tiba saja paviliun awan terbang runtuh dan salah satu pilarnya hendak menimpa raja Di Yi. Pangeran Zi Shou (nama kecil Di Xin) dengan segera menangkap pilar itu dan membuangnya ke samping hanya dengan satu tangan. Melihat hal ini dan kagum atas kekuatan sang pangeran, perdana mentri Shang Rong dan mentri Mei Bo mengusulkan untuk mengangkat pangeran Zi Shou menjadi putra mahkota. Dan lalu dinobatkanlah Zi Shou menjadi putra mahkota. Dan ketika raja Di Yi mangkat, putra mahkota Zi Shou pun naik tahta sebagai penguasa baru dinasti Shang; dengan nama Di Xin atau lebih dikenal dengan gelar raja Zhou. Ibukota negeri Shang dipindahkan ke Zhaoge (sekitar provinsi Hennan, CMIIW).

7 tahun pertama pemerintahan Di Xin, negeri Shang diberkahi kemakmuran. Namun pada tahun ke 7, kejahatan mulai merasuki hati raja Zhou. Pemberontakan pertama terjadi pada bulan ke 2 tahun ke 7 pemerintahan raja Zhou. Wen Zhong, perwira tinggi kerajaan urusan dalam negeri yang telah mengabdi kepada Shang sejak era pemerintahan Di Yi, langsung turun tangan untuk meredam pemberontakan di laut utara ini dengan menunggang Great Kilin (beberapa legenda menyebutkan menunggangi naga) nya. Keesokan harinya, perdana mentri Shang Rong mengusulkan raja Zhou agar berkunjung ke kuil dewi Nuwa untuk memberikan persembahan sehubungan dengan ulang tahun Nuwa. Mengikuti anjuran Shang Rong, keesokan harinya raja Zhou dan beberapa mentrinya keluar gerbang ibukota untuk menuju ke kuil dewi Nuwa. Raja Zhou sangat terpesona dengan keindahan istana/kuil Nuwa; terlebih ketika raja Zhou akhirnya menatap mata Nuwa yang duduk di balik tirai keagungannya. Terlena dengan kecantikan luar bisa sang dewi, raja Zhou mengambil sebuah kuas tinta dan mulai menulis puisi-puisi erotis pada pilar-pilar kuil. Walaupun sudah diperingatkan oleh perdana mentri mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan akibat tindakannya, raja Zhou tetap melanjutkan perbuatannya dengan alasan puisi-puisi tersebut hanya sebatas ungkapan kekagumannya terhadap kecantikan Nuwa.

Setelah raja Zhou dan bawahannya kembali ke ibukota, Nuwa segera mengetahui puisi-puisi erotis di kuilnya. Merasa dihina dan dilecehkan, Nuwa menjadi sangat murka dan bersumpah akan meruntuhkan dinsati Shang, yang akan disebabkan oleh kejahatan raja Zhou sendiri. Lalu Nuwa terbang menuju Zhaoge. Dari atas burung Phoenixnya, Nuwa mendapati bahwa raja Zhou masih ditakdirkan untuk memerintah selama 20 tahun lagi. Nuwa yang marah dengan kenyataan ini, sekembalinya ke istananya (kuilnya) lalu memanggil 3 roh perempuan kepercayaannya: roh rubah berusia 1000 tahun (yang nanti akan menjelma menjadi Daji), roh pheasant (burung raksasa) berkepala 9, dan roh Pipa (sejenis kecapi) giok. Nuwa memerintahkan mereka semua untuk menjelma menjadi wanita cantik untuk memperdayai dan mengalihkan perhatian raja Zhou dari urusan pemerintahan - Sehingga raja Zhou akan digulingkan oleh rakyatnya.

Di Zhaoge, raja Zhou hanya duduk dalam keputusasaannya karena selalu memikirkan kecantikan Nuwa; dan ia menolak melakukan segala urusan kenegaraan sampai Nuwa menjadi miliknya. Lalu Fei Zhong, salah satu mentri kepercayaannya, dipanggil menghadap untuk membantu mencarikan solusi dari masalah ini. Fei Zhong mengusulkan agar ke-4 raja muda (duke) di negeri Shang menghadirkan masing-masing 100 wanita muda yang berparas cantik untuk dihadapkan ke raja Zhou. Dengan ini diharapkan raja Zhou akan menemukan wanita yang kecantikannya setara dengan Nuwa. Raja Zhou yang senang dengan usul ini, akhirnya dapat merasa tenang; dan segera pada malam harinya ia mempersiapkan diri untuk merealisasikan rencana ini keesokan harinya...

Akhirnya terpilihlah Su Daji, seorang wanita cantik yang parasnya hampir menyerupai patung di kuil Dewi Nuwa, dan Su Daji pun ternyata dirasuki oleh Roh Siluman Rubah Betina berusia 1000tahun. Yang membuat kaisar Zhou menjadi korupsi, semena-mena dan membuat awal kehancuran dari dinasti Shang.

23 Feb 2015

Fengshen Yanyi

Kalau dalam kisah negara hindustan ada perang mahabharata, dalam kisah negara semenanjung yunani ada kisah perang troya. Maka dalam kisah negara tiongkok tentu juga ada kisah perang yang hebat yaitu Fengshen Yanyi (yang jawab samkok atau tiga kerajaan jangan kecewa ya, karena menurut penulis kisah perang Fengshen Yanyi lebih besar).

Fengshen Yanyi sendiri bermakna penganugrahan gelar dewa, kenapa bisa begitu inilah kisahnya. Pada zaman dahulu kala di negeri tiongkok ada seorang Kaisar yang bernama Zhou dari dinasti Shang. Kaisar Zhou ini adalah merupakan kaisar yang kuat namun perangainya sombong (bahkan kaisar Zhou ini ketika melihat patung dewi Nuwa/Niwa sang penolong yang cantik ingin memperistri sang dewi Nuwa/Niwa). Hal ini makin buruk ketika Kaisar Zhou mengambil seorang selir yang bernama Su Daji atau lebih dikenal dengan nama selir Daji (pada masa tersebut seorang kaisar mempunyai seorang permaisuri dan ratusan bahkan ribuan selir).

Dikisahkan Su Daji ini adalah seorang wanita yang cantik dan juga cerdik, namun sayang iya kerasukan seekor Siluman Rubah Betina berusia ribuan tahun sehingga menjadi jahat. Karena Kecantikan dan kecerdikan Daji inilah membuat ia menjadi selir kesayangan kaisar Zhou, yang mana seluruh permintaannya pasti akan selalu dituruti oleh sang kaisar.

Permintaan-permintaan dari Su Daji yang terkenal adalah sebagai berikut :
1. Ketika Su Daji dan Kaisar berjalan di tepi danau yang membeku di musim dingin, mereka melihat ada seorang rakyat yang berjalan diatas es dengan telanjang kaki. Su Daji pun meminta kepada kaisar untuk memotong kaki rakyat tersebut dengan alasan ingin dipelajari kenapa bisa berjalan diatas es dengan telanjang kaki.

2. Ketika Su Daji dan Kaisar Zhou berkeliling kota, mereka melihat ada seorang ibu yang sedang hamil tua. Su Daji pun meminta kepada kaisar untuk menangkap ibu itu dan membelah perut sang ibu tersebut dengan alasan ingin mengetahui bagaimana proses kehamilan dan apakah yang ada didalam isi kandungan sang ibu malang tersebut.

3. Untuk memperingati suatu perayaan Su Daji ingin menggelar pesta di istananya, Pesta tersebut menggunakan hiasan pohon daging dan kolam yang berisi arak/anggur pada istananya. Sehingga para tamu pesta tersebut bisa makan daging dan minum arak sepuasnya, tidak sampai disitu saja para tamu diharuskan (maaf) telanjang pada saat menghadiri pesta tersebut.

4. Karena melihat prilaku kaisar yang semena-mena dan selalu menuruti permintaan sang selir Daji, seorang menteri yang bernama Bi Gan yang merupakanpaman dari kaisar menasihati. Namun Daji yang marah akan hal tersebut lagi-lagi mengajukan permintaan kepada Kaisar, yaitu ia ingin melihat apakah manusia bisa bertahan hidup tanpa Jantung dan Daji meminta Menteri yang menasihati kaisar untuk mengeluarkan jantungnya, sehingga matilah sang Menteri dengan seketika.



Dan masih ada banyak lagi permintaan dari selir Daji yang membuat rakyat menjadi sengsara dan menderita, namun masih tetap dituruti oleh sang Kaisar Zhou.

Melihat hal tersebut seorang ahli militer bernama Jiang Ziya menjadi marah dan pergi dari kerajaan Shang, dan menepi disuatu gubuk ditepi danau. Dalam kesehariannya Jiang Ziya duduk diatas sebuah batu dan memancing ikan tapi tanpa memasang kail (hanya menggunakan tongkat dan tali pancing saja). Karena Jiang Ziya bukan sedang ingin memancing ikan tetapi menunggu adanya orang bijaksana yang terpancing dan akan menggulingkan kaisar Zhou dari dinasti Shang yang semena-mena.

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba juga karena muncullah rombongan Ji Wenwang seorang kaisar dari negeri Zhou , yang tertarik akan kepandaian dari Jiang Ziya. Kaisar Wenwang pun mengundang Jiang Ziya ke istananya dan mengangkat Jiang Ziya menjadi perdana Menteri. Setelah beberapa tahun kerajaan Zhou menjadi makmur dan memiliki area kekuasaan yang cukup luas, kurang lebih setengah dari daratan tiongkok saat itu(yang setengah lagi konon dikuasai oleh kerajaan Shang). Kaisar Ji Wenwang pun wafat dan mengangkat anaknya Ji Fawang menjadi kaisar baru.

Ji Fawang akhirnya menjadi kaisar, dan ia pun melanjutkan cita-cita ayahnya yaitu dengan meruntuhkan dinasti Shang dan memperluas wilayah Zhou. Maka terjadilah perang antara dua kerajaan besar tersebut, perang sendiri terjadi cukup dahsyat dan banyak melibatkan nama-nama besar didalamnya. Seperti Nezha (Nacha si gelang sakti , roda api), Li Jing (ayah Nezha, yang jendral pagoda), YangChien (pria bermata tiga yang kuat, atau terkenal dengan nama Erlang)

Perangpun terjadi cukup lama dan ada banyak perwira hebat yang gugur ditengah perang, akhirnya kerajaan Shang pun terdesak dan kaisar Zhou yang lalim pun bunuh diri. Sementara sang selir Daji berhasil ditangkap dan dibebaskan dari siluman rubah ribuan tahun yang merasuki dirinya.

Setelah perang para perwira tinggi yang gugur pun banyak yang diangkat menjadi dewa di khayangan , seperti contohnya nama-nama yang penulis sebutkan diatas. Tapi bukan hanya mereka masih ada banyak lagi yang belum disebutkan (mohon maaf yang belum tersebut), yang disebutkan tersebut yang sudah terkenal dan cukup familiar bagi penulis ataupun pembaca.

20 Feb 2015

Journey to the West atau Petualangan Mengambil Kitab Suci

Tulisan kali ini adalah kisah tentang perjalanan ke barat, atau misi pengambilan kitab suci ke barat. Tokoh utama dalam kisah ini tentu saja Xuan Zang (Bhiksu Tong Sam Cong), Sun Wukong (Sun Go Kong), Zu BaJi (Ti Pat Kay), dan Sa Wucing (Sa Go Jo). Kisah bermula ketika terbentuknya bumi ini terdapatlah sisa-sisa batu pecahan yang digunakan untuk membentuk bumi. Karena batu tersebut menyerap energi alam lahirnya seekor kera dari batu tersebut, yang kita kenal dengan nama Sun Wukong.

Sun Wukong adalah seekor kera yang punya bakat tinggi dan akhirnya ikut belajar menuntut ilmu ditempat para dewa menyekolahkan anak-anaknya. Namun karena sifatnya yang suka membuat onar akhirnya dia pun dihukum oleh sang Buddha , sehingga ia dikurung dibawah gunung lima jari dan nanti akan dibebaskan oleh seorang bhiksu yang sedang dalam misi mengambil kitab suci ke barat.

Dilain tempat di khayangan terdapat seorang panglima khayangan yang karena ingin mendapatkan cinta seorang dewi, akhirnya berbuat banyak sekali kesalahan dan melanggar peraturan. Sehingga ia dihukum untuk turun ke bumi, namun dikarenakan ia melawan akhirnya ia salah masuk kedalam rahim seekor induk babi. Dan akhirnya ia pun tumbuh menjadi seekor siluman babi yang bernama Zu Baji.

Sementara dilain waktu ada seeorang perwira istana khayangan yang sangat tertarik akan benda-benda antik milik ratu khayangan, namun ia tidak sengaja memecahkan salah satu benda milik sang ratu. Dan ia pun dihukum untuk turun ke bumi dan menghadapi ratusan tusukan pedang di tubuhnya setiap harinya. Karena hukuman terasa berat akhirnya sang perwira pun sembunyi didalam sungai pasir, dan mulai memakan makhluk-makhluk disekitar sungai termasuk manusia. Dan ia pun dikenal sebagai sang siluman sungai Sa Wucing.

Waktupun berlalu dan telah melewati ratusan lamanya, dan di negeri bernama kerajaan Tong ada seorang bhiksu yang ditugaskan untuk mengambil salinan kitab suci di kuil yang berada dinegeri India (tempat asal ajaran agama Buddha) dan lokasinya dibarat kerajaan tersebut. Dalam perjalanannya menuju ke barat , yang dikenal dengan nama Xuan Zang.

Sang bhiksu pun menjalankan misinya untuk mengambil salinan kitab suci, dan pada saat perjalanan itu ia bertemu dengan Sun Wukong, Zu Baji dan Sa Wucing (satu persatu) dan mengangkat mereka jadi murid dan mengajarkan ilmu tentang agama kepada murid-muridnya. Selama perjalanan banyak halangan yang dihadapi dan banyak sekali kisahnya. Sehingga akhirnya mereka berhasil menyelesaikan misi dan menjadi Buddha.

Perlu kita ketahui kisah tersebut hanyalah kisah sebuah novel yang ditulis oleh seorang sastrawan yang berasal dari negeri tiongkok. Dan ketiga murid sang Bhiksu itu mencerminkah 3perilaku atau sifat buruk dari manusia, yaitu : Dosa (kebencian diwakili oleh Sun Wukong yang terkuat), Lobha (keserakahan atas hal-hal duniawi diwakili oleh Zu Baji), serta Moha (ketidak tahuan akan kebenaran diwakili oleh Sa Wucing).

Makna dari cerita tersebut adalah dalam upaya untuk mengikis Dosa, Lobha dan Moha tersebut amatlah berat, penuh halangan dan rintangan. Dan setelah berhasil mengikis habis hal-hal tersebut hasilnya akan sangat baik. Banyak yang keliru dan menganggap kisah perjalanan kebarat ini adalah kisah nyata pada zaman dahulu. Namun ada beberapa sumber yang menyebutkan kisah ini hanyalah novel yang diangkat dari mitologi dan legenda tiongkok pada zaman dahulu.

18 Feb 2015

Legenda atau Mitologi Tentang Tahun Baru Imlek Bagian Dua

Selamat Tahun baru Imlek

Masih dalam rangka menyambut datangnya Tahun baru Imlek, setelah membahas tentang Shio dan Elemen. Ternyata masih ada banyak lagi cerita-cerita yang mungkin Mitos, legenda ataupun sejarah yang terkait dengan Tahun Baru imlek. Berikut kisah-kisahnya (lanjutan).


Setelah kemarin membahas tentang warna Merah, menyalakan petasan, menggantung lentera merah, dan juga tentang Angpao. Kali ini ini akan membahas mengenai Kue Keranjang,  Pohon dan bunga Mei Hwa,  Jeruk, serta Barongsai (bukan Barong Say)





5. Asal Muasal Kue Keranjang (bahasa bekennya Dodol Cina)Zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo ( tempat masak ) dalam dapur di setiap rumah ada dewa-nya yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti ( Raja Surga ). Dewa itu juga sering dikenal dengan sebutan Dewa Tungku, yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.

Pada jaman dahulu kala, tersebutlah sepasang suami istri yang hidup serba berkecukupan. Sebut saja namanya Tuan Po dan Ny. Po. Sebelum kimpoi dengan Ny. Po, Tn. Po adalah orang yg hidup pas-pasan. Namun berkat rejeki yang dibawa oleh istrinya, perlahan-lahan usaha Tn. Po semakin maju.

Ny. Po adalah seorang yang berhati mulia dan selalu menolong orang yang kesusahan. Karena itulah ia dikaruniai rejeki yang besar oleh Dewa-dewa di langit. Kemanapun ia pergi, rejeki selalu mengikutinya. Bahkan ketika kimpoi dengan orang miskin, rejekinya pun menular ke suaminya sehingga menjadi kaya. Akhirnya usaha Tn. Po pun semakin maju dan mereka hidup bahagia.

Namun, sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Tn.Po pada dasarnya memang mempunyai watak egois dan suka menang sendiri. Sejak kehidupannya membaik, teman-temannya sering bergunjing di belakangnya bahwa kehidupannya tidak akan berubah kalau dia tidak kimpoi dengan istri yang membawa rejeki.

Sejak mendengar itu Tn.Po menjadi kesal kepada istrinya. Dia tidak percaya bahwa istrinya lah yang membawa rejeki kepadanya. Maka suatu hari ia berniat mencobai "rejeki" istrinya itu...

Dibawanyalah segenggam kacang tanah yg masih ada kulitnya kepada istrinya. Lalu dia mengadakan permainan memilih kacang, siapa yang memilih kacang yang isinya paling besar maka dialah yang menang. Dasar mau menang sendiri, Tn.Po pun mengambil kacang yang paling besar lebih dulu. Giliran Ny.Po, ia hanya memilih sembarangan.

Saat dibuka kulitnya, ternyata kacang yang dimiliki Tn.Po isinya sangat kecil, sedangkan kacang yang dipilih Ny.Po malah mempunyai isi yang padat dan lebih besar. Tidak puas dengan itu, Tn.Po pun mengulangi permainan itu berulang-ulang, namun selalu kalah terus karena memang rejeki istrinya yang sangat besar itu. Akhirnya Tn. Po menjadi sangat gusar dan diusirnya istri yang telah memberinya rejeki berkelimpahan itu dengan kejamnya.

Setelah diusir, Ny. Po menjadi sebatang kara dan mengembara. Suatu hari ia sedang berjalan melintasi sebuah gubuk reyot, ketika mendengar suara rintihan seorang wanita. Heran bercampur iba, iapun masuk ke gubuk itu. Ternyata didalamnya ada seorang nenek tua yang sedang sakit keras. Ny.Po segera merawat nenek itu seperti ibunya sendiri. Ternyata anak dari nenek itu tidak sempat mengurus ibunya karena harus bekerja di ladang. Karena hatinya yang sangat mulia, Ny.Po memutuskan untuk tinggal sementara disitu sampai nenek itu sembuh.

Singkat cerita, nenek itu pun sembuh dan akhirnya Ny.Po pun menikah dengan anak dari nenek itu. Dasar pembawa rejeki, tidak lama setelah pernikahannya, derajat kehidupan suami yang baru dinikahinya itu pun berangsur membaik. Dari buruh tani miskin akhirnya suaminya menjadi seorang petani kaya raya yang memiliki sawah luas dan hidup serba berkecukupan.

Suatu ketika terjadi musim paceklik yang hebat di wilayah itu, yang membuat banyak orang menderita kelaparan. Namun tidak demikian halnya dengan sawah yang dimiliki oleh Ny.Po yang terus menghasilkan di musim paceklik sehingga lumbung padinya selalu penuh terus. Terdorong oleh jiwa sosialnya yang sangat tinggi, maka Ny.Po membuka lumbungnya dan membagi-bagikan berasnya secara cuma-cuma kepada orang-orang yang membutuhkan. Setiap hari dari siang sampai sore ia membagi-bagikan beras di lumbungnya secara cuma-cuma.

Maka berduyun-duyunlah orang datang dari seluruh wilayah yang mengalami paceklik. Kabar itu juga sampai ke telinga Tn. Po yang sekarang sudah jatuh miskin karena rejekinya telah dibawa pergi oleh Ny.Po! Semenjak kepergian istrinya, satu persatu musibah datang menimpanya, akhirnya ia pun jatuh miskin dan kehilangan semua kekayaannya. Dalam keadaan miskin dan lapar ia pergi ke rumah yang menawarkan beras cuma-cuma itu, tanpa menyadari bahwa yang membagikan beras itu adalah istri tersayang yang sudah diusirnya....

Akhirnya ia pun sampai di antrian orang yang mengantri beras. Ny. Po menyerahkan urusan membagi beras itu kepada pesuruhnya, sehingga Tn.Po tidak melihatnya di situ. Namun dasar sial, Tn.Po selalu gagal mendapatkan jatah, karena jam pembagian beras selalu habis sebelum tiba gilirannya. Tiga hari berturut-turut selalu gagal mendapatkan beras, akhirnya Tn.Po pingsan menahan lapar.

Si pesuruh yang bertugas membagikan beras, segera membawanya ke belakang rumah, yaitu ke bagian DAPUR rumah itu. Mendengar ada orang pingsan, Ny.Po segera datang dan terkejut melihat bahwa orang yang pingsan di dapurnya itu adalah mantan suami yang dulu pernah mengusirnya....

Maka Ny.Po pun segera menyuruh pembantunya menyiapkan makanan untuk mantan suaminya. Ny. Po masih bingung dengan cara apa ia harus memberitahu identitas dirinya kepada Tn. Po. Ia harus melakukannya tanpa ketahuan orang lain. Akhirnya ia mendapatkan suatu cara, yaitu dengan menunjukkan cincin kimpoi lamanya kepada sang mantan suami. Ny.Po lalu mengambil cincin kimpoi lama yang masih disimpannya itu dan menyembunyikannya di bawah nasi di dalam mangkuk nasi yang akan diberikan kepada Tn. Po...

Malam itu, akhirnya Tn.Po sadar dari pingsannya. Si pesuruh yang telah menungguinya di dapur segera menyuruhnya makan. Ia pun ditinggal di dapur itu dan dibolehkan beristirahat di sana. Saat sedang menyendok nasinya, sendoknya terbentur oleh sebuah benda keras. Setelah diperiksa ternyata benda itu adalah sebentuk cincin, yang ternyata adalah cincin yang pernah diberikannya kepada mantan istrinya.

Saat itu pula ia tersadar bahwa orang baik hati yang telah memberinya makan di saat ia kelaparan adalah mantan istrinya yang dulu pernah diperlakukan secara kejam dan diusirnya semena-mena.

Saat itu juga timbul penyesalan dan rasa malu yang tiada terhingga menyerang dirinya. Sebelum menghabiskan makanannya, ia mengambil sebuah tali dan langsung menggantung dirinya sampai tewas di dapur itu.... Sejak itu lah orang percaya bahwa jiwanya selalu menghantui dapur di rumah itu dan juga dapur yang ada di rumah lainnya.

Akhirnya orang mulai menyembahyangi dia sebagai DEWA DAPUR (Cuo Sen) dan menganggapnya sebagai utusan dari Kaisar Langit ( Thian Ti ), pemimpin segala dewa, yang bertugas untuk menyelidiki perilaku setiap manusia di bumi melalui dapur rumahnya masing-masing.

Berkembang juga kepercayaan bahwa Dewa Dapur akan melaporkan hasil penyelidikannya itu kepada Kaisar Langit setiap menjelang Tahun Baru Imlek, tepatnya seminggu sebelum Imlek, yaitu tanggal 24 bulan 12 tahun Imlek. Agar sang Dewa Dapur tidak melaporkan hal-hal yang buruk-buruk kepada Kaisar Langit, maka ia perlu dijamu dan disuap dengan kue-kue, manisan, dan buah-buahan yang serba enak. Dan salah satu kue yg sangat disenanginya adalah kue manis yang terbuat dari bahan beras ketan, yang kemudian disebut Nian Gao ( Kue Tahun Baru ) atau yang di Indonesia dikenal dengan nama Kue Keranjang atau Kue Manis atau Dodol Cina.



6. Pohon dan Bunga Mei Hua atau Meihwa
Mei artinya cantik dan hwa artinya bunga, jadi mei hwa bunga yang cantik. Karena kecantikannya, bunga asli dari Tiongkok ini dijadikan sebagai bunga nasional Tiongkok.  Ciri khas lain pada perayaan Imlek adalah bunga mei hua. Warnanya cantik, yaitu merah muda dengan sedikit keputih-putihan. Biasanya keluarga menghias pohon mei hua dengan angpau, lampion kecil, dan aksesoris berwarna emas. Pohon mei hua melambangkan keuletan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, orang percaya ketika bunga mei hwa mekar, harapan, kehidupan dan keberuntungan baru akan muncul.

Legenda Mei Hwa dimulai dari kisah, kakak beradik Da Jui (mulut besar) dan Da Shou (tangan besar) memiliki sifat bertolak belakang. Da Jui berusaha untuk menguasai harta sang adik dengan cara mengusirnya. Da Jui yang pemalas dan serakah memberikan sang adik bagian yang sedikit dengan 3 rumah sederhana, 10 hektar sawah tandus, seekor anjing dan kambing. Karena malas, harta Da Jui menipis hingga menjual keledai dan kudanya untuk membeli makanan.

Berbeda dengan Da Shou yang terus bekerja keras dengan dibantu anjing dan kambingnya mengerjakan sawah dengan tekun. Hasilnya Da Shou memiliki hasil yang berlimpah dan cukup cadangan makanan untuk melewati musim dingin.
Akibatnya Da Jui iri dan berniat untuk membunuh anjing dan kambing adiknya dengan cara menaburkan racun ke dalam makanannya. Mendapati kambing dan anjingnya mati, Da Shou kemudian berduka dan menguburkan kedua hewan itu di halaman belakang rumah mereka.

Saat memasuki musim semi tahun kedua, di atas makam tersebut tumbuh dua batang pohon kecil. Salah satu pohon tersebut menghasilkan emas, sedangkan yang lain menghasilkan perak. Sejak saat itu Da Shou menjadi makmur. Dari legenda itu masyarakat Tionghoa berupaya meneladaninya dengan memajang pohon mei hwa setiap perayaan Tahun Baru Imlek.



7.  Jeruk pada Saat Tahun baru Imlek

Jeruk dalam bahasa Mandarin ‘chi zhe’, ‘chi’ artinya rezeki, dan ‘zhe’ berarti buah. Jadi jeruk buah pembawa rezeki. Atau pada dialek tradisional tertentu jeruk disebut 'chen' yang pelafalannya mirif dengan uang 'chien' sehingga dianggap juga sebagai pembawa rezeki

Selain secara harafiah artinya buah pembawa rejeki, warna oranye cantik juga dianggap sebagai lambang emas yang berkonotasi pada uang. Konon disebut jeruk mandarin karena dulu, jeruk ini hanya disediakan untuk para pejabat di pengadilan Cina kuno.Selain itu Jeruk juga mempunyai maknanya tersendiri; Buah Jeruk berasal dari pohon jeruk, dan pohon jeruk berasal dari bibit jeruk. Bibit jeruk berasal dari biji jeruk. Sebuah biji bisa menghasilkan banyak buah jeruk…satu buah jeruk menghasilkan banyak biji jeruk.

Hanya saja bagi mereka yang giat dan rajin, akan mengumpulkan biji jeruk untuk kembali di tanam. dan sampai saatnya nanti akan menjadi pohon jeruk dan akan berbuah sangat banyak. Bila satu buah jeruk menghasilkan banyak sekali bibit jeruk, maka satu keranjang jeruk bila ditanam akan menjadi kebun jeruk.

Hanya saja kita sudah tidak memilik tanah atau kebun yang luas sehingga biji sekeranjang jeruk akan berakhir di tong sampah.

Ibarat Rejeki itu datang dari usaha dan kerja keras, mendapatkan sesuatu harus disyukuri dan kembali berbuat kebajikan, untuk terus menanam di ladang yang subur, agar bila pada saatnya tiba semua rejeki dan kebahagiaan akan tidak pernah habis di panen.

Bila memperoleh rejeki, jangan lupa disalurkan pada yang membutuhkan, agar terus mengalir dan dapat menjadi ladang kebajikan yang subur.

Dengan memberi maka tidak akan kekurangan.Buah jeruk ada yang asam dan ada yang manis, demikian juga kehidupan manusia buah dari sesuatu yang kita perbuat juga tidak selamanya manis. ada yang asam sudah wajar, menjalani hidup yang penuh dengan pahit getir, tetapi jangan lupa masih ada kenangan manis yang bisa di petik dan diperoleh.



8. Barongsai
Barongsai sering disalah artikan oleh orang awam. Kerap kali orang menganggap barongsai itu sama dengan tarian naga, padahal sebenarnya sangat berbeda, dari jumlah orang yang memainkannya saja sudah jelas. Di utara Tiongkok Barongsai biasanya ditarikan oleh 2 orang sedangkan di selatan oleh 3 orang. Para penari biasanya adalah para pelatih kungfu. Diiringi bunyi gendang dan tambur, seorang di antaranya memegang bola sutera atau alat lain untuk memadu tarian singa barongsai. Barongsai yang mirip singa itu melakukan bermacam atraksi, seperti menggaruk-garuk badannya, telinganya, melompat-lompat serta berguling-guling. Di selatan bahkan ada atraksi melompat tinggi. Sang barongsai dapat melompat sampai 2 atau 3 lantai tingginya, sambil mencaplok angpau yang digantungkan dari ujung sebatang galah.

Konon tarian barongsai berawal dari zaman Sam Kok alias Tiga Kerajaan. Di zaman dinasti Selatan Utara (Nan Bei), barongsai sudah popular. Kala itu pasukan dari Raja Song Wen Di kewalahan berperang dengan pasukan gajah dari Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang Song bernama Zhong Que berkata: “Semua hewan takut pada singa, kalau begitu mengapa tidak kita coba menggunakan singa tiruan menghadapi mereka?” Lalu para prajurit diperintahkan meniru singa, lalu di medan laga digali lubang jebakan yang cukup lebar dan dalam. Ketika singa-singa tiruan itu berjalan menerkam pasukan gajah, para gajah yang ketakutan lari tunggang-langgang, satu per satu jatuh ke dalam parit jebakan yang telah dibuat. Hasilnya pasukan Song menang besar. Sejak itu tarian barongsai melegenda di masyarakat.

Di Tiongkok, tarian barongsai yang sangat terkenal bersal dari Kota Foshan, Propinsi Gungzhou. Konon di masa awal dinasti Ming di Foshan terdapat makhluk aneh yang sering melukai manusia maupun hewan ternak. Maka para petani membuat topeng singa dari kerangka bamboo dan kain yang diwarnai. Ketika makhluk aneh itu muncul, genderang dan tambur dibunyikan dan penari barongsai muncul membuat makhluk aneh terkejut dan kabur. Selanjutnya setiap tahun baru Imlek masyarakat pun memainkan barongsai untuk mengusir makhluk jahat atau siluman dan memohon keselamatan dan kesejahteraan.


Nah itulah kisah-kisah yang menjadi asal muasal beberapa kebiasaan dalam perayaan Tahun Baru Imlek.