Mungkin diantara kalian pernah ada yang merasakan sakit gigi, rasanya sakit gigi itu gak enak ya. Hal ini membuat penulis teringat sebuah lagu dangdut yang berlirik "lebih baik sakit gigi daripada sakit hati", tapi untuk penulis itu berbeda ya karena menurut penulis lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Soalnya gini kalau sakit hati penulis masih bisa tidur walaupun susah, dan juga masih bisa makan biarpun terasa hambar. Kalau lagi sakit gigi udah tidur susah, pas makan gak bisa karena bawaanya itu SSB yang berarti Sentuh Sakit Banget tuh gigi sampai gak bisa mengunyah.
Ada beberapa saran agar bisa makan pada saat sakit gigi, yakni mengalihkan rasa sakit ke bagian tubuh yang lain (mungkin yang memberi saran mengetahui bagaimana efektifnya pengalihan isu bisa berhasil kepada khalayak umum). Pernah sekali waktu penulis makan dan tidak sengaja pada saat mengunyah, gigi yang sakit tersentuh dan itu rasanya sakit sampai berdenyut-denyut. Akhirnya penulis mencoba saran yang pernah penulis dengar , karena yang sakit gigi pada bagian kiri maka penulis pukul bagian pipi sebelah kanan dan hasilnya berhasil saya jadi berhenti makan pada saat itu. Karena sebelah kiri gigi sakit sedangkan yang disebelah kanan juga sakit karena sehabis dipukul.
Karena tidak bisa berlama-lama menanggung beban ini, biar kesannya didramatisir macam di televisi. Akhirnya penulis membuat janji untuk pergi ke dokter gigi yang biasa menangani penulis. Sebenarnya sih malas ke dokter gigi, soalnya pas diperiksa sama dokter gigi itu membuat seolah-olah penulis ini seorang yang sedang diinterogasi. Soalnya nih ya kalau kita jadi pasien dokter gigi, pertama kita tuh pasti disorot wajahnya pakai lampu yang terang banget sampai-sampai sulit untuk melihat. Lalu mulut kita tuh bakal dibuka lebar-lebar sambil ditanya-tanya sama si dokter gigi, yang mana gak mungkin kita bisa jawab dengan baik dan benar pada saat itu. Belum lagi setelah kita jawab, kita juga tetap "disiksa" gigi yang SSB itu dikorek-korek dan paling sadis lagi di bor, disentuh aja sakit apalagi di bor. Dan setelah keluar dari ruang tuh dokter gigi pasti kita tutup mulut rapat-rapat, penulis belum pernah liat pasien yang keluar dari ruang dokter gigi bisa cengengesan, sungguh betul itu.
Dan tahap yang paling horor itu setelah keluar dari ruang dokter gigi alias menuju ke kasir pembayaran dan penerimaan obat. Coba bayangkan kita mau bayar aja nih harus ngantri, gimana kalau kita mau minta duit. Gak cuma disitu aja setelah bayar juga masih disuruh harus menunggu obat, yang artinya lagi-lagi kita harus bisa bersabar. Itu tuh ibaratnya itu pukulan beruntun, pertama kita abis disiksa sama dokter gigi, lalu pas bayar disuruh antri, kemudian pas bayar biayanya gak sedikit, abis bayar diminta tunggu lagi untuk obatnya. Kalau kata komentator pertandingan tinju itu combo pukulan beruntun yang maut. Dahsyatnya lagi penulis disuruh balik lagi ketempat itu beberapa hari kedepan untuk perawatan ulang, dan hebatnya penulis tuh mau aja untuk balik lagi. Apa mungkin nyanyian lagu dangdut "lebih baik sakit gigi daripada sakit hati" itu benar ya?
Note bawah : Buat dokter gigi penulis, peace dok ini kan lagi cuma belajar menulis aja.
Hanya sekedar beberapa coretan iseng yang diketik pada saat senggang ataupun pada saat mendapatkan inspirasi , yang mungkin bisa berguna
4 Nov 2015
7 Okt 2015
Jika Salah Rawat bibit Unggul pun Bisa tidak Tumbuh
Pernahkah kita mendengar atau melihat atau mungkin mengalami saat kita menanam tumbuhan dari kecil atau memelihara hewan dari masih kecil yang merupakan varietas unggulan yang berasal dari indukan yang unggul namun dikarenakan kesalahan didalam perawatan, pemeliharaan ataupun penjagaan pada saat proses tumbuh kembang, sehingga menghasilkan hasil yang kurang Unggul. Atau terkadang varietas biasa saja dari indukan yang biasa saja namun karena perawatan , pemeliharaan ataupun penjagaan pada proses tumbuh kembang baik , menghasilkan hasil yang unggulan.
Kali ini penulis ingin berkisah yang mengangkat tema tersebut, berikut kisahnya :
Kisah bermula pada zaman dahulu kala disebuah kota sebut saja kota Siluman, terdapat sebuah keluarga yang kaya raya yang bernama keluarga Siluman Jaya. Keluarga Siluman ini memiliki kekayaan yang tidak terhingga banyaknya kalau dihitung jumlahnya akan makan waktu berhari-hari, dikisahkan keluarga Siluman Jaya Ini memiliki seorang putra bernama Siluman Jaya Junior (untuk selanjutnya sebut saja Junior).
Dikarenakan sang ayah dan ibu dari keluarga Siluman Jaya ini beranggapan bahwa kekayaan mereka sudah mencukupi konon sampai 7turunan(dan 8tanjakan) mereka membiarkan saja Junior melakukan hal-hal yang ia senangi dan bergaya hidup mewah serta malas-malasan dikarenakan anggapan bahwa seluruh harta mereka tidak akan habis.
Pada suatu ketika ayah dan ibu keluarga Siluman Jaya akhirnya meninggal, dan seluruh bisnis-bisnis dan perusahaan-perusahaan Siluman diwariskan kepada Junior (bukan perusahaan siluman musuhnya Gubernur Ahok ya hehehe). Dikarenakan kebiasaan hidup mewah dan malas-malasan bisnis dari perusahaan siluman perlahan mundur dan pada akhirnya Siluman Jaya Junior menjadi jatuh miskin pada saat masa tuanya.
Sementara itu disisi kota lain terdapat keluarga yang biasa saja yang bernama keluarga Rajin Semangat, keluarga Rajin Semangat ini memiliki harta yang biasa-biasa saja bahkan cenderung pas-pasan (jika hari ini tidak berusaha maka belum tentu besok mereka bisa makan). Keluarga Rajin semangat ini memiliki seorang anak bernama Rajin Semangat Putra (selanjutnya disebut saja RSP). RSP sendiri didik untuk terus rajin dan semangat dalam menjalankan segala sesuatunya (sesuai dengan namanya hehehe).
RSP tumbuh menjadi seorang yang cukup tekun dalam berusaha serta tidak pernah putus asa, dan cita-citanya sendiri cukup sederhana yakni hidup sejahtera. Maksud dari sejahtera disini adalah berkecukupan dalam memenuhi segala kebutuhan dan memiliki tabungan juga untuk diwaktu mendesak ataupun hari tua kelak.
RSP diceritakan akhirnya mendirikan sebuah usaha bernama Rajin Semangat Sejahtera yang bergerak dibidang PaLuGAda (aPa Lu mau Gw Ada), lambat laun usaha RSP berkembang dikarenakan ketekunannya dan pada akhirnya ia berhasil menjadi orang paling kaya di kota Siluman dan mempunyai masa tua yang amat sangat berkecukupan.
Pada kisah itu Junior mewakili bibit dari indukan unggul yang gagal berkembang sebagaimana mestinya, sementara RSP mewakili bibit biasa saja yang bisa akhirnya berkembang sebagai varietas unggul. Tentu saja tidak semua didunia ini bisa disama ratakan, ada perbedaan pada masing-masing tergantung berbagai faktor yang terlihat ataupun tidak, masih ada pula bibit dari indukan unggul yang berkembang menjadi varietas unggul atau bibit dari indukan biasa saja yang justru gagal berkembang dan hanya menjadi varietas biasa saja.
catatan bawah : kisah tersebut hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama , tempat ataupun waktu mungkin disengaja. Dengan tujuan agar mempermudah dalam membaca kisah tersebut :)
Kali ini penulis ingin berkisah yang mengangkat tema tersebut, berikut kisahnya :
Kisah bermula pada zaman dahulu kala disebuah kota sebut saja kota Siluman, terdapat sebuah keluarga yang kaya raya yang bernama keluarga Siluman Jaya. Keluarga Siluman ini memiliki kekayaan yang tidak terhingga banyaknya kalau dihitung jumlahnya akan makan waktu berhari-hari, dikisahkan keluarga Siluman Jaya Ini memiliki seorang putra bernama Siluman Jaya Junior (untuk selanjutnya sebut saja Junior).
Dikarenakan sang ayah dan ibu dari keluarga Siluman Jaya ini beranggapan bahwa kekayaan mereka sudah mencukupi konon sampai 7turunan(dan 8tanjakan) mereka membiarkan saja Junior melakukan hal-hal yang ia senangi dan bergaya hidup mewah serta malas-malasan dikarenakan anggapan bahwa seluruh harta mereka tidak akan habis.
Pada suatu ketika ayah dan ibu keluarga Siluman Jaya akhirnya meninggal, dan seluruh bisnis-bisnis dan perusahaan-perusahaan Siluman diwariskan kepada Junior (bukan perusahaan siluman musuhnya Gubernur Ahok ya hehehe). Dikarenakan kebiasaan hidup mewah dan malas-malasan bisnis dari perusahaan siluman perlahan mundur dan pada akhirnya Siluman Jaya Junior menjadi jatuh miskin pada saat masa tuanya.
Sementara itu disisi kota lain terdapat keluarga yang biasa saja yang bernama keluarga Rajin Semangat, keluarga Rajin Semangat ini memiliki harta yang biasa-biasa saja bahkan cenderung pas-pasan (jika hari ini tidak berusaha maka belum tentu besok mereka bisa makan). Keluarga Rajin semangat ini memiliki seorang anak bernama Rajin Semangat Putra (selanjutnya disebut saja RSP). RSP sendiri didik untuk terus rajin dan semangat dalam menjalankan segala sesuatunya (sesuai dengan namanya hehehe).
RSP tumbuh menjadi seorang yang cukup tekun dalam berusaha serta tidak pernah putus asa, dan cita-citanya sendiri cukup sederhana yakni hidup sejahtera. Maksud dari sejahtera disini adalah berkecukupan dalam memenuhi segala kebutuhan dan memiliki tabungan juga untuk diwaktu mendesak ataupun hari tua kelak.
RSP diceritakan akhirnya mendirikan sebuah usaha bernama Rajin Semangat Sejahtera yang bergerak dibidang PaLuGAda (aPa Lu mau Gw Ada), lambat laun usaha RSP berkembang dikarenakan ketekunannya dan pada akhirnya ia berhasil menjadi orang paling kaya di kota Siluman dan mempunyai masa tua yang amat sangat berkecukupan.
Pada kisah itu Junior mewakili bibit dari indukan unggul yang gagal berkembang sebagaimana mestinya, sementara RSP mewakili bibit biasa saja yang bisa akhirnya berkembang sebagai varietas unggul. Tentu saja tidak semua didunia ini bisa disama ratakan, ada perbedaan pada masing-masing tergantung berbagai faktor yang terlihat ataupun tidak, masih ada pula bibit dari indukan unggul yang berkembang menjadi varietas unggul atau bibit dari indukan biasa saja yang justru gagal berkembang dan hanya menjadi varietas biasa saja.
catatan bawah : kisah tersebut hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama , tempat ataupun waktu mungkin disengaja. Dengan tujuan agar mempermudah dalam membaca kisah tersebut :)
22 Sep 2015
Ramalan
![]() |
| Ilustrasi |
Entah semenjak zaman atau masa apa ramalan itu mulai dikenal oleh masyarakat, atau entah siapa yang pertama memulai untuk melakukan hal tersebut. Tapi yang jelas ramalan tidak lepas dari peradaban kehidupan manusia sampai dengan saat ini. Namun masa depan ada sesuatu yang belum pasti adanya, jadi jangan terlalu percaya secara mutlak dengan ramalan (mungkin kecuali ramalan cuaca ya hehehe).
Ada sebuah kisah mengenai ramalan yang pernah saya dengar/baca pada suatu kesempatan, kisahnya adalah sebagai berikut :
Disuatu tempat hiduplah sepasang suami istri yang baru saja dianugerahi seorang putra yang sebut saja namanya RB (ramalan bagus), yang mana RB itu diramalkan akan menjadi orang hebat, pandai, kaya, makmur, sukses bahkan ketika meninggal pun RB meninggal diatas tumpukan harta yang begitu banyaknya (pokoknya tujuh turunan , delapan tanjakan gak habis deh).
Sementara tidak jauh dari situ ada sepasang suami istri lain yang juga dianugerahi seorang putra yang sebut saja namanya RJ (ramalan jelek), bertentangan dengan RB , RJ ini diramalkan menjadi orang yang tidak hebat, tidak pandai, miskin, susah dan tidak pernah berhasil dalam segala hal yang dilakukannya kelak.
Dikisahkan RB tumbuh dengan kebahagian dan kesenangan, dikarenakan dia sudah diramalkan akan menjadi bagus maka ia pun dimanjakan hidupnya oleh kedua orang tuanya. Dilain pihak RJ hidup serba kekurangan baik secara materi ataupun kasih sayang, hal ini karena RJ dianggap pembawa sial oleh orang-orang disekitarnya.
Waktu pun berjalan RB tumbuh menjadi seorang pemuda yang malas, bodoh dan sombong karena dirinya dan orang-orang disekitarnya mempercayai bahwa ramalan yang diterima ketika RB masih bayi pasti akan terwujud. Sementara RJ tumbuh menjadi pemuda yang rajin, cerdas serta baik hati, dia sama sekali tidak merisaukan ramalan yang diterimanya pada saat bayi.
Suatu ketika akhirnya orang tua RB meninggal dunia, RB yang sudah berusia dewasa (namun pikiran dan jiwanya tidak dewasa) ini bersedih dan dikarenakan sifatnya yang buruk perlahan ia menjadi frustasi sehingga melarikan diri pada minuman keras dan maksiat-maksiat lainnya (jangan ditiru ya, gak benar itu). Sampai suatu ketika RB meninggal didalam keadaan yang mengenaskan, bahkan kondisi ketika ia meninggal itu hanya didiamkan diatas sebuah gundukan tanah yang ternyata berisikan emas dan perhiasan hasil rampokan segerombolan perampok yang nilainya sangat banyak.
Sementara itu RJ yang tetap giat serta rajin dalam berusaha perlahan menjadi seorang yang hebat, dan ia berhasil menjadi seorang pengusaha sukses (entah ya dibidang apa, pokoknya halal usahanya) bahkan atas kesuksesannya itu RJ sering diajak diskusi oleh penguasa setempat (bisa Raja, Presiden, atau selevelnya) dan dimintai saran oleh mereka.
Selesai kisahnya.......
Inti dari kisah diatas adalah RB dan sekelilingnya yang mempercayai ramalan secara buta dan tidak berusaha berakhir dengan mengenaskan, sementara RJ yang berusaha keras mematahkan ramalan dan kepercayaan berhasil membuktikan bahwa ia bisa sukses.
9 Sep 2015
Kisah Gadis Pemerah Susu
Jumpa lagi.......... dengan saya penulis yang (masih belum) terkenal ini, karena belakangan ini temanya ringan dan sering berkisah tentang dongeng (mungkin karena pengaruh dari mood juga, atau malah karena belum dapat inspirasi). Kali ini kembali penulis mendongeng, mudah-mudahan belum bosan membacanya.
Kisah kali ini adalah sebagai berikut.
Disebuah desa hidup seorang anak perempuan, yang mana anak itu masih berusia remaja sekitar 14-15 tahun lah kira-kira. Anak perempuan ini memiliki seekor sapi betina yang didapatkannya dengan cara menang undian doorprize di pekan raya jakarta :hammer:, seperti sapi betina pada umumnya sapi si anak menghasilkan susu dan si anak berencana untuk memerah susu dari sapinya setiap hari.
Saat anak itu memerah susu sapi, ia pun mulai membayangkan bahwa satu jerigen susu sapi segar yang akan didapatkannya akan bisa dijual dan menghasilkan uang. Dari uang penjualan susu itu nantinya akan dia belikan sepasang ayam yang akan dipeliharanya kelak, dan nanti dari sepasang ayam itu akan berkembang biak sehingga menjadi banyak dan sang anak pun menjadi peternak ayam yang hebat semacam oom Bob Sadino (alm).
Setelah selesai memerah sapi dan susu berhasil terkumpul dalam sebuah jerigen. Sang anak pun berjalan dengan semangat ke pasar untuk menjual susu segar tersebut. Dikarenakan terburu-buru (mungkin karena saking semangatnya) sang anak tersandung hingga jatuh, dan jerigen susu yang dibawanya terlempar sehingga susu nya pun tumpah.
Sang anak pun menangis terisak dengan sedih, dan menarik perhatian orang yang lewat dijalan menuju pasar itu. Namun dikarenakan era zaman yang sudah termodernisasi tidak ada yang menyapa anak itu, yang ada mereka hanya mengambil gambar dan merekam video tangisan anak itu dan menguploadnya di media sosial :hammer2:. Sampai ada seorang kakek tua yang lewat dan menghampiri sang anak, mungkin karena si kakek belum punya smartphone atau gaptek eh salah maksudnya peduli.
Terjadilah diskusi antara mereka
Sang kakek : "mengapa kau menangis nak? ";
Si Anak : "barusan aku terjatuh dan susu hasil aku memerah tumpah";
Sang kakek : "apakah kau menangis karena sakit akibat jatuh atau kau menangisi susu yang tumpah itu?";
Si Anak : "aku menangis bukan karena sakit, tapi karena susu yang tumpah itu. Karena susu yang tumpah itu aku batal menjadi peternak ayam yang sukses";
Sang kakek : "mengapa tumpahnya susu itu menyebabkan kau gagal jadi peternak ayam yang sukses ? " , dengan ekspresi wajah yang bingung;
Si anak menjelaskan semua yang menjadi rencana dia sebelumnya (dari beli sepasang ayam sampai jadi kayak om Bob), dan sang kakek mendengarkan cerita itu. Setelah itu sang kakek pun berkata pada sang anak "anak yang bercita-cita tinggi, namun untuk saat ini kau janganlah menangisi hal yang ada dimasa depan dan belum terjadi adanya. Yang perlu kau lakukan adalah kau pulang bersihkan badan dan jerigen susu milikmu. Lalu besok kau perah lagi susu sapi dan jual kepasar, namun harus lebih berhati-hati dalam perjalanan."
Akhirnya si anak pun terbangun dan mengambil jerigen susunya lalu pulang kerumahnya, dengan kembali riang dan semangat seperti sebelumnya. Karena si anak telah sadar untuk apa dia menyesali yang telah terjadi dan menangisi segala sesuatu yang belum pernah terjadi yang hanya baru ada dalam pikirannya saja.
Catatan kaki eh tangan eh ketikan atau apapun namanya lah :
ada satu bait yang mau penulis tambahkan dalam kisah ini
Tak sepatutnya mengenang sesuatu yang telah berlalu,
tak sepatutnya berharap pada sesuatu yang akan datang.
Sesuatu yang telah berlalu adalah hal yang sudah lampau,
dan sesuatu yang akan datang adalah yang belum tiba
Kisah kali ini adalah sebagai berikut.
Disebuah desa hidup seorang anak perempuan, yang mana anak itu masih berusia remaja sekitar 14-15 tahun lah kira-kira. Anak perempuan ini memiliki seekor sapi betina yang didapatkannya dengan cara menang undian doorprize di pekan raya jakarta :hammer:, seperti sapi betina pada umumnya sapi si anak menghasilkan susu dan si anak berencana untuk memerah susu dari sapinya setiap hari.
Saat anak itu memerah susu sapi, ia pun mulai membayangkan bahwa satu jerigen susu sapi segar yang akan didapatkannya akan bisa dijual dan menghasilkan uang. Dari uang penjualan susu itu nantinya akan dia belikan sepasang ayam yang akan dipeliharanya kelak, dan nanti dari sepasang ayam itu akan berkembang biak sehingga menjadi banyak dan sang anak pun menjadi peternak ayam yang hebat semacam oom Bob Sadino (alm).
Setelah selesai memerah sapi dan susu berhasil terkumpul dalam sebuah jerigen. Sang anak pun berjalan dengan semangat ke pasar untuk menjual susu segar tersebut. Dikarenakan terburu-buru (mungkin karena saking semangatnya) sang anak tersandung hingga jatuh, dan jerigen susu yang dibawanya terlempar sehingga susu nya pun tumpah.
Sang anak pun menangis terisak dengan sedih, dan menarik perhatian orang yang lewat dijalan menuju pasar itu. Namun dikarenakan era zaman yang sudah termodernisasi tidak ada yang menyapa anak itu, yang ada mereka hanya mengambil gambar dan merekam video tangisan anak itu dan menguploadnya di media sosial :hammer2:. Sampai ada seorang kakek tua yang lewat dan menghampiri sang anak, mungkin karena si kakek belum punya smartphone atau gaptek eh salah maksudnya peduli.
Terjadilah diskusi antara mereka
Sang kakek : "mengapa kau menangis nak? ";
Si Anak : "barusan aku terjatuh dan susu hasil aku memerah tumpah";
Sang kakek : "apakah kau menangis karena sakit akibat jatuh atau kau menangisi susu yang tumpah itu?";
Si Anak : "aku menangis bukan karena sakit, tapi karena susu yang tumpah itu. Karena susu yang tumpah itu aku batal menjadi peternak ayam yang sukses";
Sang kakek : "mengapa tumpahnya susu itu menyebabkan kau gagal jadi peternak ayam yang sukses ? " , dengan ekspresi wajah yang bingung;
Si anak menjelaskan semua yang menjadi rencana dia sebelumnya (dari beli sepasang ayam sampai jadi kayak om Bob), dan sang kakek mendengarkan cerita itu. Setelah itu sang kakek pun berkata pada sang anak "anak yang bercita-cita tinggi, namun untuk saat ini kau janganlah menangisi hal yang ada dimasa depan dan belum terjadi adanya. Yang perlu kau lakukan adalah kau pulang bersihkan badan dan jerigen susu milikmu. Lalu besok kau perah lagi susu sapi dan jual kepasar, namun harus lebih berhati-hati dalam perjalanan."
Akhirnya si anak pun terbangun dan mengambil jerigen susunya lalu pulang kerumahnya, dengan kembali riang dan semangat seperti sebelumnya. Karena si anak telah sadar untuk apa dia menyesali yang telah terjadi dan menangisi segala sesuatu yang belum pernah terjadi yang hanya baru ada dalam pikirannya saja.
Catatan kaki eh tangan eh ketikan atau apapun namanya lah :
ada satu bait yang mau penulis tambahkan dalam kisah ini
Tak sepatutnya mengenang sesuatu yang telah berlalu,
tak sepatutnya berharap pada sesuatu yang akan datang.
Sesuatu yang telah berlalu adalah hal yang sudah lampau,
dan sesuatu yang akan datang adalah yang belum tiba
30 Agu 2015
Kisah Beruang Yang Bertemu Dua Orang Pengembara
Diceritakan disebuah hutan tinggal seekor beruang, yang hidup dalam damai (tanpa gangguan anak kecil) . Kegiatan setiap hari Beruang adalah berjalan-jalan mengelilingi kota naek delman istimewa dan duduk dimuka, eh kok jadi nyanyi beruang berjalan-jalan keliling hutan aja deh biar gak usah nyanyi. Tujuan dari beruang itu berjalan-jalan adalah untuk survey lahan untuk invest dibidang properti :hammer: , wah jadi ngaco lagi tujuan beruang itu adalah tentu saja mencari makan di hutan.
Sementara itu disebuah desa ada dua orang rekan seperjalanan sebut saja Bill dan Bull yang mempunyai niat untuk merantau kekota. Untuk mencapai kota tujuan mereka secara cepat mereka pun sepakat berjalan menerobos hutan (tempat si beruang tinggal) dengan tujuan menghemat waktu , tenaga dan ongkos karena kalau memutar selain waktunya lama, butuh tenaga lebih besar dan tentu saja ongkosnya mahal. Jadi sepakatlah Bill dan Bull untuk menerobos hutan tersebut.
Awal pada saat menembus hutan, tidak ada masalah yang terasa hanyalah keindahan dan kesejukan udara hutan. Namun ketika mulai masuk ditengah hutan pilihan jalan pun hanya ada satu yakni jalan setapak yang merupakan jalur Beruang ketika keliling hutan. Bill dan Bull yang tidak mengetahui hal tersebut berjalan melewati jalan setapak itu.
Ditengah perjalanan mereka ternyata berpapasan dengan Beruang, Melihat beruang yang besar Bill dan Bull ketakutan setengah mati. Sambil berbisik-bisik mereka berdiskusi apa yang harus dilakukan karena ada beruang besar dihadapan mereka, Bull memberi usul "bro beruang itu besar pasti tidak bisa memanjat pohon". Bill menjawab "aku tidak bisa memanjat pohon sob, bagaimana ini", tidak disangka ternyata Bull berlari kepohon besar terdekat dan memanjat naik keatas pohon tersebut.
Bill yang ketakutan akhirnya bereaksi untuk memilih berpura-pura mati, karena konon katanya beruang tidak akan tertarik pada bangkai/mayat. Akhirnya Bill pun berbaring ditanah sambil tidak bergerak ataupun bernafas untuk berpura-pura mati. Sementara itu beruang mendekati Bill dan mengendus-endus penasaran. Lalu beruang pun pergi meninggalkan Bill.
Setelah kepergian beruang , Bull turun dari pohon dan Bill pun bangkit untuk berdiri. Bull berkata "kamu beruntung bro, beruang itu tidak memakan kamu". Bill pun dengan tenang menjawab "Tidak justru aku malang karena ketika tadi beruang mendekati aku, dia berbisik kepadaku, "Alangkah malang nasibmu manusia, rekan seperjalananmu hanya mementingkan dirinya sendiri dan pergi meninggalkan kamu ketika dalam kesulitan".
Hikmah yang diambil dalam kisah ini adalah, kamu mungkin siap dan tau bagaimana cara berlindung dari musuh-musuhmu namun kamu tidak akan siap dan tau bagaimana cara berlindung dari "teman-teman"mu (yang dimaksud disini adalah teman yang tidak tulus ataupun bukan teman sejati sebenarnya)
Sementara itu disebuah desa ada dua orang rekan seperjalanan sebut saja Bill dan Bull yang mempunyai niat untuk merantau kekota. Untuk mencapai kota tujuan mereka secara cepat mereka pun sepakat berjalan menerobos hutan (tempat si beruang tinggal) dengan tujuan menghemat waktu , tenaga dan ongkos karena kalau memutar selain waktunya lama, butuh tenaga lebih besar dan tentu saja ongkosnya mahal. Jadi sepakatlah Bill dan Bull untuk menerobos hutan tersebut.
Awal pada saat menembus hutan, tidak ada masalah yang terasa hanyalah keindahan dan kesejukan udara hutan. Namun ketika mulai masuk ditengah hutan pilihan jalan pun hanya ada satu yakni jalan setapak yang merupakan jalur Beruang ketika keliling hutan. Bill dan Bull yang tidak mengetahui hal tersebut berjalan melewati jalan setapak itu.
Ditengah perjalanan mereka ternyata berpapasan dengan Beruang, Melihat beruang yang besar Bill dan Bull ketakutan setengah mati. Sambil berbisik-bisik mereka berdiskusi apa yang harus dilakukan karena ada beruang besar dihadapan mereka, Bull memberi usul "bro beruang itu besar pasti tidak bisa memanjat pohon". Bill menjawab "aku tidak bisa memanjat pohon sob, bagaimana ini", tidak disangka ternyata Bull berlari kepohon besar terdekat dan memanjat naik keatas pohon tersebut.
Bill yang ketakutan akhirnya bereaksi untuk memilih berpura-pura mati, karena konon katanya beruang tidak akan tertarik pada bangkai/mayat. Akhirnya Bill pun berbaring ditanah sambil tidak bergerak ataupun bernafas untuk berpura-pura mati. Sementara itu beruang mendekati Bill dan mengendus-endus penasaran. Lalu beruang pun pergi meninggalkan Bill.
Setelah kepergian beruang , Bull turun dari pohon dan Bill pun bangkit untuk berdiri. Bull berkata "kamu beruntung bro, beruang itu tidak memakan kamu". Bill pun dengan tenang menjawab "Tidak justru aku malang karena ketika tadi beruang mendekati aku, dia berbisik kepadaku, "Alangkah malang nasibmu manusia, rekan seperjalananmu hanya mementingkan dirinya sendiri dan pergi meninggalkan kamu ketika dalam kesulitan".
Hikmah yang diambil dalam kisah ini adalah, kamu mungkin siap dan tau bagaimana cara berlindung dari musuh-musuhmu namun kamu tidak akan siap dan tau bagaimana cara berlindung dari "teman-teman"mu (yang dimaksud disini adalah teman yang tidak tulus ataupun bukan teman sejati sebenarnya)
20 Agu 2015
Pencuri Yang Dirampok
Pada saat menonton acara sinetron prem*n pensiu* di salah satu televisi swasta, terdapat adegan dimana tukang copet yang ditodong setelah selesai beroperasi. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kisah dongeng yang pernah saya baca/dengar, kisahnya adalah sebagai berikut.
Diceritakan ada sebuah desa yang berada ditepi hutan, pada desa itu hiduplah pak ternak (karena ia berternak, kalau bertani namanya pak tani) yang memeliharan beberapa ekor domba. Pada suatu malam ada seekor serigala yang keluar dari hutan dan mengendap-endap kearah kandang domba milik pak ternak. Setelah melihat kekanan dan kekiri (ada banyak pohon cemaraaaaaaaa, lah kok jadi nyanyi :hammer) kondisi cukup aman, akhirnya serigala pun masuk kedalam kandang domba dan menggondol salah satu anak domba pak tani untuk dijadikan mangsanya.
Serigala pun membawa anak domba tersebut masuk kedalam hutan, sambil digigitnya leher dari anak domba yang malang itu. Saat perjalanan menuju sarangnya serigala sudah membayangkan bahwa ia akan kenyang makan daging anak domba malam itu. Namun ditengah jalan muncullah Harimau (lagi-lagi dia, lagi bagus nih jadi tokoh dalam tulisan saya terus belakangan ini) yang mencegat serigala.
Harimau bertanya kepada serigala "hai serigala apa yang sedang kau bawa dimulutmu itu ? (dengan suara yang berat dan kejam)", dengan penuh ketakutan serigala menjawab "hahai huan harihau, hahu hemhawa hanak homba huntuk hakan halamhu hahi hini (karena mulut serigala penuh jadi susah bicara, terjemahannya adalah sbb : wahai tuan harimau, aku membawa anak domba untuk makan malamku hari ini). Karena merasa serigala mengejeknya, harimau marah dan mengaum setelah itu harimau berkata "sebelum menjawab pertanyaanku, kosongkan dulu mulutmu serigala agar kau bisa berkata dengan jelas"
Dengan ketakutan serigala melepaskan bangkai anak domba dari mulutnya , dan sambil gemetaran ia menjawab "wahai tuan harimau, aku membawa anak domba untuk makan malamku hari ini". Harimau pun dengan tampangnya yang buas mendekat kearah serigala dan bangkai anak domba sambil berkata "anak domba itu bukan milikmu lagi sekarang, ia adalah makananku". Akhirnya serigala pun pergi dengan ketakutan sambil meratap dan menahan lapar.
Mencuri dan merampok adalah sama-sama perbuatan yang tidak baik untuk dilakukan, jadi jangan sampai melakukan hal-hal tersebut ya.
Diceritakan ada sebuah desa yang berada ditepi hutan, pada desa itu hiduplah pak ternak (karena ia berternak, kalau bertani namanya pak tani) yang memeliharan beberapa ekor domba. Pada suatu malam ada seekor serigala yang keluar dari hutan dan mengendap-endap kearah kandang domba milik pak ternak. Setelah melihat kekanan dan kekiri (ada banyak pohon cemaraaaaaaaa, lah kok jadi nyanyi :hammer) kondisi cukup aman, akhirnya serigala pun masuk kedalam kandang domba dan menggondol salah satu anak domba pak tani untuk dijadikan mangsanya.
Serigala pun membawa anak domba tersebut masuk kedalam hutan, sambil digigitnya leher dari anak domba yang malang itu. Saat perjalanan menuju sarangnya serigala sudah membayangkan bahwa ia akan kenyang makan daging anak domba malam itu. Namun ditengah jalan muncullah Harimau (lagi-lagi dia, lagi bagus nih jadi tokoh dalam tulisan saya terus belakangan ini) yang mencegat serigala.
Harimau bertanya kepada serigala "hai serigala apa yang sedang kau bawa dimulutmu itu ? (dengan suara yang berat dan kejam)", dengan penuh ketakutan serigala menjawab "hahai huan harihau, hahu hemhawa hanak homba huntuk hakan halamhu hahi hini (karena mulut serigala penuh jadi susah bicara, terjemahannya adalah sbb : wahai tuan harimau, aku membawa anak domba untuk makan malamku hari ini). Karena merasa serigala mengejeknya, harimau marah dan mengaum setelah itu harimau berkata "sebelum menjawab pertanyaanku, kosongkan dulu mulutmu serigala agar kau bisa berkata dengan jelas"
Dengan ketakutan serigala melepaskan bangkai anak domba dari mulutnya , dan sambil gemetaran ia menjawab "wahai tuan harimau, aku membawa anak domba untuk makan malamku hari ini". Harimau pun dengan tampangnya yang buas mendekat kearah serigala dan bangkai anak domba sambil berkata "anak domba itu bukan milikmu lagi sekarang, ia adalah makananku". Akhirnya serigala pun pergi dengan ketakutan sambil meratap dan menahan lapar.
Mencuri dan merampok adalah sama-sama perbuatan yang tidak baik untuk dilakukan, jadi jangan sampai melakukan hal-hal tersebut ya.
14 Agu 2015
Rubah Adalah Raja Hutan (???)
Siapa binatang yang paling ditakuti di hutan? Harimau! Ya, tentu saja. Harimau binatang yang sangat menakutkan karena memiliki gigi dan cakar yang tajam bagaikan pisau. Binatang lain akan berlari menjauh jika melihat Harimau.
Nah, pada suatu hari yang cerah,Harimau sedang duduk berjemur. Tiba-tiba, ia melihat Rubah sedang mengendap-endap hendak mencuri bangkai rusa miliknya. Harimau segera berdiri dan menghadang Rubah. Ia mengaum keras sekali. "Berani sekali kau hendak mencuri hasil buruanku"; kata Harimau dengan suara menakutkan.
Tapi, aneh sekali. Rubah tidak takut. Justru ia memperlihatkan wajah marah dan berkata,"Berani sekali kau menuduh aku pencuri. Aku adalah raja di hutan ini. Mana ada raja yang mencuri". Harimau kaget mendengar kata-kata Rubah."Kau raja hutan? Bohong besar. Kau bukan raja hutan. "Akulah raja hutan;" kata Harimau sambil mengaum lebih keras lagi. "Aku raja hutan". "Akulah penguasa hutan ini;" bentak Rubah dengan suara yang tidak kalah keras. "Kau tahu, semua binatang akan lari ketakutan saat melihat aku! Kau tidak percaya? Ayo, aku buktikan padamu. lkutlah denganku!" ajak Rubah.
Tanpa menunggu persetujuan Harimau, Rubah segera berjalan sambil mendongakkan kepala. Harimau pun kebingungan melihat tingkah Rubah. "Benarkah dia raja hutan?" Harimau tak habis pikir Karena penasaran, Harimau pun mengikuti Rubah dan berjalan di belakangnya. Mereka melewati sebuah padang rumput. Saat itu, kumpulan rusa sedang asyik memakan rumput. Tiba-tiba, ketika melihat Harimau berjalan di belakang Rubah, mereka segera lari ketakutan."Kau lihat sendiri,bukan? Rusa-rusa itu takut melihatku;"kata Rubah menyombongkan diri.
"Ayo ikuti aku lagi. Aku tunjukkan lagi bukti lainnya" ;lanjut Rubah. "Benar juga, ya. Rusa-rusa itu berlarian saat melihat si Rubah;" pikir Harimau. Rubah berjalan lagi dan Harimau mengikutinya dengan raut wajah bingung. Lalu, mereka bertemu sekelompok monyet yang sedang mencari buah buahan. Melihat kedatangan Harimau, monyet-monyet itu langsung lari ke atas pohon sambil memekik-mekik ketakutan. "Bagaimana? Belum puas juga? Semua binatang takut melihat aku. Mereka lari ketakutan saat melihatku. Kau percaya sekarang? Akulah si raja hutan;" kata Rubah.
Harimau kagum sekaligus heran. Ia tidak menyadari kalau rusa dan monyet itu sebenarnya lari karena melihat dirinya, bukan karena melihat Rubah. "Aku memang hampir tidak percaya. Tapi,aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri. Maafkan aku karena sudah berlaku tidak sopan padamu, wahai Raja Hutan; "kata Harimau kepada Rubah.
"Baiklah, aku mengampunimu kali ini. Pergi sana!" kata Rubah mengusir Harimau. Harimau pun segera pergi walaupun tetap merasa kebingungan. Setelah Harimau pergi, Rubah tertawa terbahak bahak melihat kebodohan Harimau yang berhasil ia tipu."Untung saja aku banyak akal. Kalau tidak, aku pasti mati diterkam Harimau;" kata Rubah.
Makna dari kisah ini adalah, janganlah hanya memiliki otot/fisik saja seperti Harimau pada kisah diatas. Namun kita juga bisa harus mempunyai otak/kecerdasan agar tidak mudah dibodohi atau ditipu oleh para "Rubah" yang berada didunia nyata ini.
Nah, pada suatu hari yang cerah,Harimau sedang duduk berjemur. Tiba-tiba, ia melihat Rubah sedang mengendap-endap hendak mencuri bangkai rusa miliknya. Harimau segera berdiri dan menghadang Rubah. Ia mengaum keras sekali. "Berani sekali kau hendak mencuri hasil buruanku"; kata Harimau dengan suara menakutkan.
Tapi, aneh sekali. Rubah tidak takut. Justru ia memperlihatkan wajah marah dan berkata,"Berani sekali kau menuduh aku pencuri. Aku adalah raja di hutan ini. Mana ada raja yang mencuri". Harimau kaget mendengar kata-kata Rubah."Kau raja hutan? Bohong besar. Kau bukan raja hutan. "Akulah raja hutan;" kata Harimau sambil mengaum lebih keras lagi. "Aku raja hutan". "Akulah penguasa hutan ini;" bentak Rubah dengan suara yang tidak kalah keras. "Kau tahu, semua binatang akan lari ketakutan saat melihat aku! Kau tidak percaya? Ayo, aku buktikan padamu. lkutlah denganku!" ajak Rubah.
Tanpa menunggu persetujuan Harimau, Rubah segera berjalan sambil mendongakkan kepala. Harimau pun kebingungan melihat tingkah Rubah. "Benarkah dia raja hutan?" Harimau tak habis pikir Karena penasaran, Harimau pun mengikuti Rubah dan berjalan di belakangnya. Mereka melewati sebuah padang rumput. Saat itu, kumpulan rusa sedang asyik memakan rumput. Tiba-tiba, ketika melihat Harimau berjalan di belakang Rubah, mereka segera lari ketakutan."Kau lihat sendiri,bukan? Rusa-rusa itu takut melihatku;"kata Rubah menyombongkan diri.
"Ayo ikuti aku lagi. Aku tunjukkan lagi bukti lainnya" ;lanjut Rubah. "Benar juga, ya. Rusa-rusa itu berlarian saat melihat si Rubah;" pikir Harimau. Rubah berjalan lagi dan Harimau mengikutinya dengan raut wajah bingung. Lalu, mereka bertemu sekelompok monyet yang sedang mencari buah buahan. Melihat kedatangan Harimau, monyet-monyet itu langsung lari ke atas pohon sambil memekik-mekik ketakutan. "Bagaimana? Belum puas juga? Semua binatang takut melihat aku. Mereka lari ketakutan saat melihatku. Kau percaya sekarang? Akulah si raja hutan;" kata Rubah.
Harimau kagum sekaligus heran. Ia tidak menyadari kalau rusa dan monyet itu sebenarnya lari karena melihat dirinya, bukan karena melihat Rubah. "Aku memang hampir tidak percaya. Tapi,aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri. Maafkan aku karena sudah berlaku tidak sopan padamu, wahai Raja Hutan; "kata Harimau kepada Rubah.
"Baiklah, aku mengampunimu kali ini. Pergi sana!" kata Rubah mengusir Harimau. Harimau pun segera pergi walaupun tetap merasa kebingungan. Setelah Harimau pergi, Rubah tertawa terbahak bahak melihat kebodohan Harimau yang berhasil ia tipu."Untung saja aku banyak akal. Kalau tidak, aku pasti mati diterkam Harimau;" kata Rubah.
Makna dari kisah ini adalah, janganlah hanya memiliki otot/fisik saja seperti Harimau pada kisah diatas. Namun kita juga bisa harus mempunyai otak/kecerdasan agar tidak mudah dibodohi atau ditipu oleh para "Rubah" yang berada didunia nyata ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

