27 Des 2015

Gagal Paham (bagian tujuh)

Pada suatu waktu ketika jam menunjukan sekitar tengah malam, penulis masih tersadar dan belum terlelap. Bukan karena insomnia atau sedang galau gundah gulana juga sehingga tidak bisa tidur, tapi memang kebetulan penulis sedang ingin menonton pertandingan sepak bola yang disiarkan langsung disalah satu stasiun televisi. Nonton sepak bola biar jadi macho, wajib pakai "c" kalau tidak pakai "c" itu sudah berbeda jauh sekali arti katanya.

Karena sudah tengah malam, telah lewat beberapa jam dari terakhir kali makan sebelumnya penulis merasa mulai lapar (saya mulai lapar, mulai lapar... mulai lapar, kayak diiklan). Mau tunggu tukang makanan yang nocturnal seperti tukang sate , nasi goreng dan sejenisnya tidak ada yang melintasi depan tempat tinggal penulis. Mungkin dikarenakan memang tempat tinggal penulis tidak masuk dalam jalur perdagangan mereka, atau juga memang kebetulan gak lewat aja. Kalau pesan delivery fast food yang nomor teleponnya lima digit itu, rasanya enggan. Akhirnya penulis pun memutuskan untuk memasak mie instan saja pada saat itu, kebetulan ada stok beberapa bungkus mie instan.

Ketika melihat tempat penyimpanan mie instan mulai lah tersadar, ada yang namanya mie instan goreng tapi proses pemasakannya harus direbus. Karena sudah lapar, penulis merasa tidak pedulilah mengenai kebohongan publik tersebut. Maka penulis ambil mie instan goreng itu untuk direbus, karena kemasannya menarik ada telur, daging, udang, dan sayuran tergambar dikemasannya. Kemasan mie instan pun penulis buka ternyata yang ada didalam kemasan "hanya" mie instan kering dan plastik-plastik berisi bumbu, tidak ada telur, daging, udang ataupun sayuran didalamnya. Lagi-lagi terjadi yang namanya kebohongan publik disini, namun semua itu penulis abaikan dikarenakan lapar dan ingin segera memasak dan memakan mie instan goreng itu.

Setelah makan perut penulis merasa kenyang dan hati pun senang ^_^, mulailah tergelitik didalam hati untuk mencari tahu tentang mie instan dengan cara bertanya kepada oom google. Dan informasi dari oom google ternyata cukup membuat tertarik, karena mie instan sendiri memiliki berbagai varian dan rasa. Bahkan saking banyaknya ada informasi yang menulis segala rasa ada pada produk mie instan.

Dan penulis pun mulai berpikir, apakah pada produk mie instan terdapat varian rasa "yang dulu telah hilang kini bersemi kembali". Ternyata belum ada varian rasa tersebut, padahal itu ada salah satu rasa yang cukup banyak peminatnya. Setelah diteliti dan ditelaah (bahasanya kok jadi berat ya), ternyata varian rasa tersebut sulit dibuat dikarenakan sulitnya mencari bahan baku untuk bumbu utamanya. Hal itu dikarenakan bumbu utama dari rasa tersebut adalah ekstrak dari kulit gagal move on yang sudah cukup langka , mungkin karena tergerus oleh banyaknya ekstrak dari kulit manggis yang selalu membawa kabar gembira. Makanya ekstrak kulit dari gagal move on mulai ditinggalkan oleh para produsen.

Gagal move on itu sebenarnya berasal dari pohon perasaan yang berada dihutan hati yang paling dalam, dan tak bisa terlupakan. Hal itu karena yang bisa dilupakan hanya isi dari kepala dan dalam pikiran, bukan isi dari hati dan dalam perasaan apalagi yang paling dalam.


Note bawah :
*Ternyata disekeliling penulis ada banyak sekali hal yang sulit dipahami dan menyebabkan seringnya terjadi gagal paham, hal ini terlihat dari edisi tulisan pendek gagal paham ini sudah mencapai bagian ketujuh. Penulis sendiri tidak tau apakah akan dilanjutan lagi atau terhenti dikarena penulis sendiri masih gagal memahaminya.

*Dan melalui tulisan ini penulis sendiri ingin usul kepada produsen mie instan untuk menciptakan varian mie instan rasa yang dulu telah hilang kini bersemi kembali :D

25 Des 2015

Gagal Paham (bagian enam)

Libur telah tiba. Libur telah tiba. Itu adalah penggalan lagu anak-anak pada awal tahun 2000an. Pada lagu itu digambarkan kesenangan dalam menghadapi hari libur yang ditunggu dan dinanti. Baik dari anak-anak , remaja maupun dewasa semua pasti menanti datangnya hari libur itu. Pada kali ini penulis ingin berbagi cerita pengalaman "liburan" yang baru saja penulis jalani.

Penghujung bulan Desember tahun 2015 konon katanya disebut ada akhir pekan yang panjang. Akhirnya penulis mengambil libur satu hari pada tanggal 24 desember, yang penulis rencanakan isi dengan mengunjungi dokter gigi yang praktek di planet lain (fyi penulis tinggal di planet bekasi, yang konon berada diluar bumi) untuk membuat gigi tiruan dan untuk memperbaiki tambalan pada gigi geraham.

Hari itu akhirnya penulis berangkat mengendarai pesawat luar angkasa kecil , beroda dua dan biasa disebut sepeda motor untuk menuju tempat praktek dokter gigi. Ternyata pada saat perjalanan tanpa sengaja penulis singgah disebuah pameran otomotif terbesar ditahun 2015 ini, yang mana hampir seluruh merk, jenis , tipe , warna dan varian kendaraan bermotor ada disana. Orang-orang sih menyebutnya itu kemacetan karena menjelang libur panjang, tapi kalau penulis menyebutnya itu pameran otomotif terbesar yang pernah penulis lihat. Soalnya semua kendaraan tersebut tertata rapi karena semua dibuat menghadap kearah dari luar ibu kota.

Singkat cerita setelah "puas" melihat pameran tersebut selama kurang lebih 3jam akhirnya penulis melanjutkan perjalanan ketempat praktek dokter gigi. Disana ternyata sang dokter gigi pun mengunjungi pameran yang sama dalam perjalanan ketempat prakteknya tersebut, karena memang kami berasal dari satu planet yang sama. Akhirnya gigi tiruan pun mulai tercetak dan tambalan pada gigi geraham penulis juga sudah diperbaiki.

Karena sudah selesai dan hendak pulang namun penulis segan bergabung dalam pameran otomotif, dan juga kebetulan nanti malam adalah malam natal. Maka penulis pengennya menumpang saja kepada seseorang, akhirnya penulis kirim pesan kepada "Rudolph si rusa hidung belang, yang biasa menemani oom S keliling pada malam natal" dengan maksud ingin menumpang. Ternyata menurut Rudolph oom S tidak singgah di ibu kota karena sebagian anak-anak baik disana sedang mengikuti pameran otomotif terbesar yang ada, dan juga yang anak-anak yang tersisa juga tidak terlalu baik. Itu disebabkan oleh didikan orang tua dari sang anak, yang mana sang Mama minta pulsa dan juga sang Papa meminta Saham.

Karena tidak bisa menumpang penulis akhirnya pulang sendiri, dan dikarenakan segan ikut pameran otomotif. Penulis memutuskan melalui jalur yang berbeda dengan jalur waktu berangkat, dan jalur tersebut ternyata cukup lancar. Singkat cerita penulis mencapai atmosfer planet bekasi, disana ternyata sudah mengikuti era kekinian dan sudah ada pameran otomotif juga. Penulis hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saking bingungnya, karena rumah penulis sendiri ada di area Cikarang yang lokasinya sendiri dari atmosfer planet bekasi masih cukup jauh jika kondisi sedang normal. Apalagi kali ini sedang ada pameran otomotif juga, perjalanan bisa makin lama dan melelahkan.

Tidak kehabisan akal, penulis akhir memutar untuk menuju area Cikarang dengan melalui jalur tambun utara atau terkenal disebut dengan nama Gabus , lalu dilanjut memasuki area Tambelang dan terakhir menuju arah cikarang. Jalur itu ternyata tidak ada pameran otomotif dan terasa lengang dan lancar sekali perjalanannya. Ditengah perjalanan juga terasa sejuk karena banyak pepohonan dan pemandangan cukup bagus, disana terhampar area persawahan yang luas. Pada area persawahan itu ada beberapa yang sudah panen dan ada juga yang terdapat hamparan padi yang menguning yang siap panen. Sungguh suasananya cukup menyenangkan melihat hamparan sawah menguning dan menikmati semilir angin sore yang menyejukan. Singkat cerita penulis akhirnya sampai juga dirumah setelah melakukan perjalan pulang dengan jalur yang "tidak biasa" setelah 3jam perjalanan. Namun liburan ini sendiri cukup berkesan, karena dalam satu hari penulis bisa "berkunjung" dan terlibat dalam pameran otomotif terbesar pada pagi sampai siang hari dan pada sorenya bisa melihat pemandangan pada area persawahan yang sudah cukup lama penulis tidak lihat.

Konsep dari Liburan adalah melakukan hal yang berada diluar rutinitas yang bertujuan untuk meredakan rasa jenuh, bukan untuk menambah jenuh dan depresi. Banyak yang salah kaprah bahwa liburan adalah harus pergi ketempat wisata yang terkenal, pemandangan konon katanya bagus atau pergi ke pusat perbelanjaan. Walau pada hari libur , kita yang rutinitasnya beraktifitas dan pada saat libur itu mengisinya hanya dengan tiduran itu juga bisa disebut berlibur.

Ada pula yang mengatakan mumpung liburnya panjang dan kita mempunyai waktu untuk pergi ketempat wisata. Sementara pada lain kesempatan kita tidak memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut. Perlu kita ketahui bahwa manusia itu hidup dalam rangkaian waktu, jadi tidak mungkin kita tidak memiliki waktu.

Itu adalah cerita liburan ku, apa cerita liburan mu? Apakah hanya mengisi sebagian waktu itu dengan bermacet-macetan menuju tempat wisata atau mengisi liburan dengan tiduran.

22 Des 2015

Spesial Hari Ibu

Selasa 22 Desember 2015,  itulah hari dimana tulisan ini dibuat. Setiap 22 Desember itu biasa diperingati sebagai mother days atau hari ibu. Yang mana merupakan hari dimana mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa sayang kepada wanita yang telah melahirkan serta membesarkan kita.

Banyak sekali yang memasang status di sosial media mengungkapkan selamat hari ibu, yang menjadi pertanyaan kenapa tidak tidak diucapkan langsung saja kepada yang bersangkutan. Kenapa harus melalui sosial media, yang belum tentu sosok ibu yang dituju bisa mengetahuinya. Jujur saja ada beberapa sosok ibu yang tidak menyentuh sosial media sama sekali. Memang ada beberapa mahmud (mamah muda) yang eksis di dunia maya, namun itupun usia dari sang anak mungkin masih balita atau anak-anak.

Penulis juga punya seorang ibu, beliau adalah orang yang menurut penulis seorang wanita hebat yang bisa melahirkan , merawat , membesarkan serta mendidik penulis. Tanpa adanya beliau mungkin penulis tidak ada saat ini, betul itu sungguh. Namun disayangkan beliau sudah berpulang terlebih dahulu beberapa tahun yang lalu.

Terkadang kita baru merasakan pentingnya seseorang ketika ia sudah tidak ada lagi. Jujur saja penulis juga pernah atau bahkan sering sekali membuat sosok ibu penulis itu marah atau mengomel. Namun setelah mengomel pasti ibu penulis memberikan nasihat, terkadang terasa cukup sedih ketika mengenang hal tersebut. Namun sesedih apapun penulis , tetap saja itu tidak berguna dikarenakan yang sudah berpulang tidak mungkin bisa kembali lagi.

Melihat sekeliling sebagai ada beberapa sahabat atau kenalan yang sering menghadapi dilema, memilih antara dua ibu yakni antara wanita yang melahirkan dia yaitu ibu dan wanita yang (akan) menjadi ibu dari anakya yaitu istri. Jika sudah terjadi kondisi seperti itu, rata-rata mereka terlihat kusut dan pusing. Karena jika sudah dimulai drama berjudul "ibu vs istri" biasanya sekuelnya itu panjang dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun.

Namun tidak selalu juga hal buruk yang bisa dilihat, ada juga banyak yang terjadi sebaliknya. Yakni sang ibu lebih akrab dengan pasangan dari anaknya dibandingkan dengan anak kandung sendiri. Mungkin bisa jadi dikarenakan adanya hubungan yang mana "wanita hanya bisa dimengerti oleh wanita lainnya" atau yang lebih ekstrim lagi senasib karena sang ibu beranggapan dulu juga saya pas menikah sama bapaknya sang anak mempunyai pengalaman seperti ini.

Tapi bagaimana pun seorang ibu adalah seorang ibu, yang selalu menyayangi anak-anaknya , bahkan ada sebuah lirik lagu yang berisi "kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa". Kalau menurut beberapa rekan dari indonesia timur itu susunan katanya salah karena jika menggunakan "beta" pasti mereka memanggil ibu dengan sebutan "mama". Tapi tidak peduli dengan susunan kata yang salah tersebut, bagaimanapun seorang ibu adalah sosok yang luar biasa, wajib dihormati, disayangi dan juga dicintai. Sekali lagi selamat hari ibu untuk seluruh ibu dan juga calon-calon ibu dimanapun kalian berada.

19 Des 2015

Gagal Paham (Bagian Lima)

Musim hujan telah tiba, sesuai namanya yang mana akan terjadi seringnya turun hujan pada saat musim ini. Ada beberapa hal "unik" yang pernah penulis lihat selama melewati musim hujan selama masa penulis hidup. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Lebih takut sama air hujan dibanding kematian
    Sering kali ketika cuaca sudah mendung , angin mulai terasa dingin serta turunnya hujan secara rintik rintik dijalan ada beberapa oknum biker (pengendara sepeda motor dijalan) yang berkendara seperti kerasukan. Oknum-oknum tersebut berkendara kebut-kebutan bahkan terkadang sampai membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hal ini terjadi konon karena mereka takut kehujanan. Padahal jika kehujanan resikonya hanya terkena demam, sedangkan jika terjadi kecelakaan nyawa bisa terenggut.

2. Sering berteduh dan parkir sembarangan
    Hal ini juga sering terjadi dan dilakukan oleh para oknum biker dijalan, ketika hujan turun dan terasa cukup deras mereka berhenti dan parkir sembarangan untuk kemudian lari berteduh. Biasanya hal ini terjadi dibawah jembatan, dekat halte, atau disekitar pertokoan yang memiliki atap dari kanopi untuk berteduh. Yang mana ketika berteduh kendaraan yang diparkir sembarangan itu memakan sebagian badan jalan yang menyebabkan terjadi penyempitan jalan dan berujung pada kemacetan.

3. Melepas alas kaki (sepatu atau sandal) ketika berkendara selama hujan
   Seperti sudah menjadi trend atau kebiasaan ketika biker tetap berkendara selama hujan atau ketika menerobos daerah yang memiliki genangan air cukup tinggi alas kaki dilepas. Ketika ditanya kebanyakan menjawab agar alas kakinya tidak basah , namun hal yang disayangkan kaki mereka sendiri menjadi tidak terlindung dikarenakan lebih sayang kepada alas kakinya. Kalau ditelaah semahal apapun alas kaki tentu saja masih bisa dibeli, namun kalau kaki sudah terluka atau hilang sulit untuk disembuhkan atau tidak ada yang tempat yang menjualnya toh.

4. Mendadak omset penjualan Jas Hujan meningkat drastis
   Entah kenapa setiap awal musim hujan omset dari penjualan jas hujan naik drastis. Ada saja oknum yang setiap musim hujan selalu membeli jas hujan. Padahal sejatinya jas hujan itu adalah barang yang awet dan panjang umurnya. Pengalaman penulis pribadi penulis sudah memiki jas hujan yang berumur sekitar empat tahun dan bisa digunakan. Yang lebih uniknya lagi kebanyakan jas hujan berwarna gelaplah yang laku dipasaran, padahal secara logika ketika cuaca sedang hujan warna-warna cerahlah yang lebih mudah terlihat dan bisa menurunkan kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti tabrakan atau ditabrak.

5. Jalan yang biasanya macet terasa sepi dan lengang
    Ketika mendung atau hujan gerimis mulai turun ketika pagi hari, jalan-jalan disekitar tempat penulis yang biasanya padat dan macet tiba-tiba menjadi sepi. Mungkin dikarenakan adanya gejala "mager" alias malas gerak ketika pagi hari yang udaranya masih terasa cukup dingin, jadi berkurang deh pengguna jalan. Padahal mau cuaca mendung, hujan atau badai hidup harus tetap berjalan buktinya ibu-ibu pedagang nasi uduk langganan penulis yang kepo (liat gagal paham bagian dua, kalau mau tau jelasnya) pada saat subuh tetap menggelar dagangannya walau sedang gerimis dan udara terasa dingin.

6. Mulai adanya fenomena Ojek Payung
    Kalau belum lama ini ojek online sedang menjadi trend, ketika musim hujan ini Ojek Payung yang menjadi tren. Sering terlihat ada beberapa anak-anak atau orang dewasa yang mulai menjajakan payung untuk digunakan ketika hujan mulai turun. Semua masih menggunakan cara yang traditional tentunya, masih belum ada aplikasi untuk pesan secara online pada smartphone kita saat ini. Yang membedakan sebagian sudah mulai cerdas yakni membawa dua buah payung , satu untuk si penyedia jasa ojek payung dan satunya untuk si pengguna jasa ojek payung (biar gak kehujanan)

7. Tukang Bajigur keliling mulai bermunculan
    Entah munculnya darimana pada saat musim hujan ini ada tukang bajigur keliling yang menggunakan gerobak dorong. Selain menjajakan minuman hangat bernama bajigur, biasa si pedagang juga menjual pisang kukus, getuk, kacang kedelai rebus,ubi rebus dan sejenisnya. Namun di era kekinian ini populasi mereka semakin berkurang drastis. Berbeda dengan masa ketika penulis masih anak-anak yang mana jumlah tukang bajigur keliling masih cukup banyak. Mungkin beberapa dari pedagang itu sudah pensiun atau menjajaki bisnis baru. #kangenbajigur+cemilannya

8. Jadi tiba-tiba ingin makan mie instan kuah
    Pada saat hujan sedang turun tidak tahu kenapa bawaanya itu juga ingin makan mie instan kuah, apalagi yang kuahnya hangat, gurih dan nikmat. Tidak lupa disertai toping andalan seperti telur ayam direbus , bawang goreng ditambah cabai atau sambal supaya terasa sedikit pedas. Mie instan ini juga bisa diganti sama Bakso atau mie ayam keliling kok :D

9. Tiba-tiba jadi sering galau
    Gak tau kenapa kalau sudah mendung dan turun hujan jika tidak terkena gejala "mager" (malas gerak) pasti terkena virus galau. Mungkin dikarenakan ada beberapa ingatan yang tersimpan dikala sedang hujan. Bahkan sempat terlintas dalam benak penulis, jangan-jangan awannya juga sedang galau jadinya dia mendung. Terus dikarenakan awan galau , awan labil sampai muncul petir dan guntur dan akhirnya awanpun merasa sedih sehingga turunlah hujan membasahi bumi ini. Tetapi ada sisi positif nya karena biasa setelah hujan akan ada pelangi ,tapi belakangan ini juga sudah jarang muncul pelangi lagi setelah hujan. Mungkin saja pelukis pelangi sedang sibuk.

Sebenarnya masih banyak sih hal "unik" yang penulis rasakan selama musim hujan dan kalau ditulis bisa makin banyak (dan mungkin makin ngaco) oleh karena itu sampai disini saja dulu.

13 Des 2015

Gagal Paham (bagian empat)

Di negara asal penulis ada banyak musim ada musim hujan, musim panas, musim durian, musim pemilu, musim nikah, dan sebagainya. Yang mau penulis bahas kali ini adalah musim nikah, entah kenapa banyak sekali pernikahan dilangsungkan sebelum musim hujan tiba. Saat musim nikah tiba tiba-tiba jadwal setiap akhir pekan menjadi penuh untuk pergi kesatu tempat resepsi ketempat resepsi lainnya.

Ada hal yang menyebalkan disetiap acara resepsi pernikahan tersebut, kalau penulis datang sendirian pasti ada saja pertanyaan yang selalu sama (mungkin mereka pada janjian kali ya pas mau bertanya) "kok sendirian ? pasangannya mana? kapan menyusul?".
Pertanyaan tersebut itu seperti pukulan kombinasi Chris John yang sulit dibendung atau ditahan lagi ketika sudah dilepaskan.
Penulis juga punya kombinasi jawaban untuk kombinasi pertanyaan tersebut yaitu "iya sendirian. pasangannya ada kok tapi jauh, jauh dimasa depan. Menyusulnya nanti kalau pasangannya dah ada".

Terbersit keinginan oleh penulis untuk mengajukan pertanyaan balik terutama pertanyaan "kapan menyusul?" pada saat momen  atau acara yang lain, kepada mereka yang selalu mengeluarkan jurus kombinasi pertanyaan itu, momennya adalah ketika sedang melayat. Cuma sayangnya hal itu belum bisa terwujud karena masih bertentangan dengan akal sehat dan norma yang berlaku.

Untuk menikah itu sebenarnya syaratnya gak susah kok, gak perlu cantik/tampan, kaya/mapan, seiman dan sebagainya. Cuma ada beberapa kriteria mutlak yang diperlukan untuk menikah. Kriterianya adalah sebagai berikut :
1. Ada Pasangannya.
    Percuma kalau pasangan cantik/tampan, kaya/mapan, seiman, dsb. tapi kalau tidak ada atau baru sekedar wacana atau angan-angan belaka, Pernikahan tidak akan bisa dilangsungkan.
2. Beda Jenis Kelaminnya
    Andai kriteria lain seperti cantik/tampan, kaya/mapan, seiman, sudah ada pasangannya , dsb sudah  terpenuhi, namun ternyata jenis  kelaminnya sama. Pernikahan tidak akan bisa dilangsungkan.
3. Sama Keyakinan
    Anggap saja pasangannya sudah ada, jenis kelaminnya berbeda, cantik/tampan, kaya/mapan, seiman, tapi jika beda keyakinan pernikahan juga tidak mungkin bisa dilakukan. Contoh : Pria yakin mau menikah sama sang Wanita, sementara sang Wanita yakin tidak mau menikah sama si Pria.

Setelah kriteria mutlak itu terpenuhi dan ditambah restu dari orang tua dan keluarga, niscaya pernikahan bisa dilakukan (syarat dan ketentuan berlaku).

Mungkin setelah membaca tulisan ini banyak yang mencibir, bahkan menganggap penulis ini gak laku. Yah mungkin memang itu kenyatannya, karena penulis sendiri  TBC (Tinggi , Besar, Cakep atau Tergolong Beruang Coklat). Ada juga yang bertanya penulis belum nikah itu menunggu apa sih sebenarnya. Jawabannya cuma satu "nunggu yang mau" , dalam hal ini menunggu pasangan yang mau sama penulis dan pasangan yang penulis mau, hal ini agar tidak melanggar kriteria ke tiga :D.

Note bawah :
Tulisan kali ini agak sensitif, jadi jika memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak berkenan penulis mohon maaf sebelumnya. Tujuan dari tulisan ini tidak untuk "menyinggung" pihak manapun, tulisan ini hanya buah pikiran dan pengalaman pribadi penulis saja.

4 Des 2015

Gagal Paham (Bagian Tiga)

Pada suatu waktu penulis sedang bejalan dipusat perbelanjaan, suatu ketika penulis melihat ada seseorang yang tinggi, besar, ganteng. Karena penasaran penulis coba hampiri dan setelah dekat ternyata itu cermin. Selepas itu penulis pun melanjutkan belanja beberapa keperluan untuk casting, karena penulis mau mencoba ikut casting sinetron Ganteng-Ganteng Seringgila. Namun ketika casting penulis gagal dan ditolak dengan alasan ada kriteria kurang, katanya penulis itu hanya Seringgila dan belum ganteng-ganteng (belum lho bukan tidak, berarti ada kemungkinan kedepannya mungkin bisa menjadi).

Sepulang dari tempat casting ternyata turun hujan, memang sekarang ini sudah memasuki musim hujan ya, kalau sudah hujan penulis jadi teringat lagu lawas dari Obbie Mesakh "Yang hujan turun lagi........" karena kalau nanti tiba-tiba hujannya itu naik kita jadi bingung kok hujan itu bisa naik, karena hujan bukanlah harga-harga ataupun rasa cintaku padamu (iya kamu.......) yang akan selalu naik tapi tidak pernah turun lagi. Adapun banyak yang berpendapat hujan itu diawali dengan awan gelap , angin kencang atau dingin, bahkan petir tapi itu tidak akurat sama sekali, karena yang pasti itu hujan selalu diawali dengan huruf "H". Mungkin ada yang belum tau juga kalau hujan itu mentalnya cukup hebat, karena walaupun sering disorakin diawalnya (soalnya diteriaki "hu") namun ia tetap berlangsung tanpa minder sedikitpun.

Kalau sudah musim hujan ini juga pasti selalu diikuti oleh yang namanya banjir, mungkin karena mereka itu sangat karib sekali sehingga kemana-mana sering bersama. Atau mungkin juga si banjir ini ternyata itu "posesif" yang selalu mengikuti kemana perginya si hujan , jika hujan itu pergi sendirian (ini namanya Majas Personifikasi ya, sekalian belajar bahasa Indonesia juga). Kalau di Ibu Kota alias di JKT disingkat aja biar keren, tapi gak pakai angka Empat Delapan ya), ada yang namanya istilah "Banjir Kiriman".  Yang mana ketika tidak turun hujan juga bisa datang air banjir, yang konon katanya air itu berasa dari area hulu atau sekitar daerah Puncak, Bogor (yang ini gak disingkat , biar gak salah pemahaman). Yang penulis bingung itu ongkos kirimnya berapa ya untuk kirim banjir? belum lagi membawanya pakai apa, soalnya susah dikemasnya agar bisa menjadi banjir yang sesuai dengan SNI.

Karena hujan penulis pun berteduh, dan kebetulan ditempat berteduh ada tukang bakso yang sedang berteduh sambil berjualan. Ketika sedang hujan memang enak kalau sambil makan bakso, benar ini sungguh. Penulis pun memesan satu porsi bakso untuk dimakan sambil menunggu hujan reda. Para peneduh (orang yang sedang berteduh) lainnya juga ada beberapa yang pesan juga bakso, terdapat beberapa hal unik yang ditemui pada saat itu , yaitu sebagai berikut :

-Peneduh Pembeli Pertama : "bang bakso satu porsi, dibungkus. sambalnya dipisahkan aja"  Itu cukup kejam kenapa juga sambal harus dipisahkan, apa sih kesalahan sambal itu itu sampai harus dipisahkan dari yang lainnya.

-Peneduh Pembeli Kedua : "bang, baksonya semangkok tapi jangan pakai tahu dan tak perlu digoreng soalnya kan saya maunya bakso bukan batagor"

Ada pula yang lebih unik lagi saat itu yakni pembeli yang sudah selesai makan dan mengembalikan mangkuk dan sendok ke penjual bakso
-Peneduh Pembeli Ketiga : "Bang tadi kok sambel baksonya pedes sih", nah disini penulis berpikir yang namanya sambal/sambel wajar kalau pedas kalau yang manis itu kecap manis ataupun kamu, iya kamu.........



Note bawah :

*Cerita diatas adalah kisah nyata penulis yang "belum" terjadi, ingat "belum" itu beda dengan "tidak" dikarenakan memang tidak sama.

*Untuk yang penasaran siapa itu "kamu......" yang disebut dicerita diatas yang pasti itu orang yang berbeda jenis kelaminnya sama penulis, benar itu sungguh. Dan "belum" bisa dituliskan ataupun disebutkan secara spesifik.