27 Nov 2014

Tuntas Sampai Maksimal

Tuntas Sampai Maksimal
(Copy paste dari website Andrie Wongso)

Alkisah, ada seorang raja hendak berburu. Ia ditemani oleh panglima kerajaan dan punggawa terpercayanya, serta beberapa prajurit dari istana. Dalam perburuan itu, Raja harus melewati berbagai daerah dan hutan yang luas.

Dalam peristirahatan sejenak sebelum berburu masuk ke hutan tersebut, Sang Raja sempat mendengar sebuah percakapan dari prajuritnya. Mereka beradu pendapat, mengapa dua orang terpercaya Raja bisa mendapat jabatan yang berbeda. Satunya sebagai panglima, satu lagi menjadi punggawa. Padahal, keduanya punya kedekatan dan jasa yang hampir sama.

Mendengar itu, keesokan harinya, Sang Raja memanggil semua orang yang mendampingi perburuannya. Ia lantas memanggil salah satu prajurit. “Tolong lihat keadaan di dalam hutan sebelum kita memulai berburu. Laksanakan!”

Setelah beberapa saat menunggu, prajurit itu kembali. “Paduka, keadaan hutan cukup aman kita masuki.”

Mendengar jawaban itu, Sang Raja kali ini menitahkan punggawanya untuk melakukan hal yang sama. Punggawa membutuhkan waktu lebih lama untuk mengamati. “Paduka, keadaan hutan cukup aman seperti yang tadi dikatakan prajurit. Cuaca cerah, burung-burung berkicau nyaring tanda di sana memang tempat yang tepat untuk mendapatkan binatang buruan. Selain itu, saya juga menemukan satu tempat strategis untuk berburu.”

Sang Raja tersenyum puas mendengar jawaban tersebut. Namun, Panglima yang sedari tadi memperhatikan saja, memohon izin pada Baginda Raja untuk juga diberi kesempatan melihat ke dalam hutan sejenak. Sang Raja pun mengabulkan.

Beberapa lama kemudian, Panglima itu pun kembali. “Paduka, apa yang disampaikan prajurit dan sahabat punggawa tadi sangat benar. Namun, karena Baginda lebih suka hewan kijang untuk diburu, saya sudah menyiapkan tempat yang paling strategis. Ada satu sungai kecil, di mana kita bisa lebih mudah mendapatan kijang. Untuk menuju ke sana ada tiga cara. Saya sudah tahu jalur paling nyaman untuk kita semua. Di situ juga banyak tempat istirahat yang aman, sehingga jika cuaca tiba-tiba berubah, kita akan lebih mudah mencari perlindungan.”

Mengetahui penuturan panglimanya, Sang Raja berkata kepada semua orang yang bersamanya. “Semalam aku mendengar ada orang berdebat, mengapa satu orang dengan yang lainnya mendapat kedudukan lebih tinggi di bawahku. Hari ini, kalian menyaksikan sendiri jawabannya. Kalian semua adalah orang-orang terbaik. Tapi, baik saja belum cukup. Kecekatan, kepekaan, keahlian, kepedulian, kecermatan, ketelitian, dan ketuntasan terhadap pekerjaan bisa menjadi pembeda. Kalian semua pasti bisa mendapat jabatan lebih tinggi. Namun, hanya yang terbaiklah yang akan mendapat tempat terbaik pula. Panglima mencari informasi paling banyak, paling cermat, paling pas, dan paling sesuai dengan kebiasaan yang aku lakukan, maka ia aku pilih menjadi panglima. Kalian semua mengerti?”

Mendengar penuturan Sang Raja, semua orang mengangguk-angguk tanda mengerti dan setuju terhadap apa yang menjadi kebijakan raja. Mereka berjanji pada dirinya masing-masing, agar ke depan bisa menjadi orang yang jauh lebih baik, dengan mampu menuntaskan semua pekerjaan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.

18 Nov 2014

Bintaro Vs Manggis

Buah Bintaro

Buah Manggis
Bintaro adalah buah beracun yang pohonnya banyak tumbuh atau ditanam dengan sengaja di sekitar daerah-daerah yang memiliki polusi(bukan po ana atau po omas yang orang betawi ya) tinggi seperti tepi jalan tol atau kawasan industri. Kalau dilihat bentuk buahnya sangat menarik mata , warnanya hijau cerah dan ketika masak akan berubah menjadi merah. Namun ketika akan dicoba untuk dikonsumsi tidak bisa karena beracun baik kulit atau daging buahnya. Yang bisa dilakukan untuk mengolah bintaro adalah mengambil minyak dari ekstrak buahnya untuk menjadi bahan bakar.

Sedangkan Manggis adalah Buah yang berjuluk "queen of fruit" atau "ratu dari segala buah", yang pohonnya banyak tersebar didaerah tropis dan subtropis asia tenggara. Kalau dilihat bentuk buahnya tidak menarik sama sekali , kulitnya berwarna hitam agak keunguan yang cukup tebal sehingga jarang ada orang yang tahu kalau dibalik kulitnya yang tidak menarik itu ada daging buah yang sangat segar dan lezat. Belum lagi ternyata setelah diteliti ternyata kulit manggis juga memiliki banyak khasiat untuk tubuh, sehingga dibuat juga ekstraknya (yang iklannya sempat ngetrend beberapa waktu yang lalu, karena membawa kabar yang gembira untuk kita semua).

Jadi apakah yang kita pilih Bintaro yang bentuknya menarik diluar namun dalamnya tidak menarik, beracun dan manfaatnya sedikit. Ataukah Manggis yang bentuknya tidak menarik diluar, daging buahnya segar dan lezat , serta kulitnya juga ternyata bermanfaat untuk kesehatan?

16 Nov 2014

Kisah menarik dari Masha and the Bear (part2)


Memilih Permen Dibanding Sikat Gigi
Saat Hendak Diobati oleh tim Medis
Manisnya hidup, itulah judul dari clip no 33 dari kisah Serial animasi dari Negara Rusia yang akan penulis bahas pada kesempatan kali ini.

Dikisahkan masha yang anak kecil berkunjung kerumah beruang untuk meminta makanan, berbagai jenis makanan pun diberikan oleh beruang (dari mulai bubur oat+susu, telur matasapi , sampai roti isi lengkap dengan daging keju dan sayuran) namun si anak masha tidak menyukainya dan menginginkan makanan yang manis-manis.

Tanpa pengetahuan beruang, masha pun membuat gulali dari buah dan gula yang ia masak dan cetak sendiri. Saat beruang mengetahui hal tersebut ia meminta masha untuk menyikat giginya, namun masha tidak mau dan terjadilah gigi masha sakit karena banyak memakan banyak gulali.

Pada saat itu terjadilah banyak keunikan terjadi untuk menyembuhkan gigi masha , metode yang dipakai ada mencabut gigi tersebut cukup beragam (dari mulai dicoba tarik dengan pancingan, diikat dipintu, sampai mau ditarik sepeda). Namun semua usaha tersebut gagal, akhirnya dibawalah masha ke serigala tim medis (kenapa juga tim medisnya harus serigala, ah sudahlah back to topik) disana juga tidak berhasil dan akhirnya masha berlari sampai terjatuh berguling-guling dan giginya yang sakit lepas sendiri.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini adalah, belum tentu yang manis-manis itu menyenangkan. Adakala nya yang manis-manis itu justru terkadang merugikan dan tidak mengenakkan pada akhirnya. Tidak cuma dalam hal makanan, namun juga ada didalam kehidupan.

Mari Kita renungkan bersama.

kerja sama dari kelompok Lumba-lumba

Lumba-lumba Mamalia penghuni lautan yang memiliki otak terbesar dibandingkan hewan lainnya, dan konon katanya adalah salah satu hewan tercerdas juga.

Ternyata selain pintar Lumba-lumba juga memiliki kerjasama tim yang amat sangat baik. Disuatu kesempatan saya melihat di televisi bagaimana kerjasama kawanan lumba-lumba didalam mencari makan.

Ada sekelompok lumba-lumba yang mencari makan dibagian hilir sungai yang cukup dangkal, disana ternyata ada sekelompok ikan-ikan kecil makanan mereka. Hal yang menakjubkan pada kelompok itu adalah mereka menggiring ikan-ikan tersebut, dan 1ekor lumba-lumba yang berenang berputar sambil menyebabkan lumpur naik sehingga membuat tembok lumpur berbentuk bundar, sementara kawanan lumba-lumba yang lain menunggu diluar lingkaran tersebut. Kelompok ikan yang panik itu menganggap tembok tidak bisa tertembus dan melompat keluar air untuk menyebrang tembok lumpur dan hap lumba-lumba yang diluar tembok menyantapnya. Tidak cuma sampai disitu saja, ternyata masing-masing anggota kelompok lumba-lumba itu bergiliran untuk membuat tembok lumpur sehingga mereka semua dapat giliran untuk makan dan bekerja.

Sungguh luar biasa sekali kerjasama dari kelompok lumba-lumba tersebut, terkadang ada  makhluk yang konon katanya lebih hebat saja ketika merasa nyaman dan enak tidak mau gantian agar yang lain bisa nyaman juga.

Yah untuk makhluk itu gak perlu disebutkan apa jenisnya, cukup kita melihat ke sekeliling ataupun bercermin saja juga ketemu kok.

Rubah


Rubah
Hewan yang masih family dari anjing ini adalah hewan unik yang akhirnya menjadi salah satu hewan favorit saya, selain karena bentuknya yang eksotis ternyata hewan ini juga memiliki kecerdasan, ketangkasan, kepintaran serta kemampuan untuk adaptasi.

Rubah adalah hewan yang punya area untuk berburu masing-masing dan ia juga oportunis (bukan sejenis opor ayam ya, cari di KBBI). Pada rubah yang hidup area hutan memiliki kaki yang panjang dan lincah, pada rubah yang hidup di gurun sarah rubah memiliki tubuh kecil dan telinga yang besar (untuk mempermudah melepas panas dan menangkap mangsa), pada area bersalju rubah memiliki rambut putih lebat dan kaki yang pendek agar bisa bertahan hidup.

Ada satu hal yang menarik pada siklus hidup rubah, ketika anak-anak rubah baru lahir Sang Ayah Rubah berburu untuk menyiapkan makanan sementara sang ibu dirumah untuk menjaga dan menyusui anak-anaknya. Bahkan ketika ada hasil buruan lebih, rubah jantan menggali lubang dan mengubur hasil buruan itu agar bisa diambil saat membutuhkan mirip menabung (kok mirip manusia ya?, ah cuma perasaan penulis aja). Ketika sudah masuk usia remaja rubah mulai diajarkan untuk mulai berburu dan bertahan hidup (wow gak ada rubah abg yang labil ternyata). Dan ketika sudah memasuki usia dewasa, Anak-anak rubah diusir keluar dari wilayah kekuasaan pasangan induknya agar bisa mencari wilayah sendiri dan bertahan hidup.

Itu yang membuat saya jadi tertarik dengan rubah, walaupun ada yang beranggapan rubah itu licik (buktinya orang licik selalu disebut rubah dan banyak legenda atau cerita rakyat yang menyebut rubah itu licik). Tapi rubah yah sekali lagi ada makhluk oportunis yang benar-benar layak untuk diberikan apresiasi.

Semua Itu tergantung dari sudut pandang kita melihatnya kan.

Orca

Apakah itu Orca??? Orca adalah singkatan dari orang cakep, tet tot salah. Orca Dibaca Orka, ooh berarti singkatan dari Orang Kaya dan ternyata tet tot salah lagi. Orca yang dimaksud disini adalah keluarga family mamalia laut masih ada hubungan juga dengan lumba-lumba, nama kerennya sih Paus Pembunuh (serem ya pake ada pembunuh segala namanya). Orca ini bintang film lho, mungkin diantara kita ada yang pernah nonton atau denger Film "Free Willy" nah itu ikannya itu namanya orca. Tapi kita gak bahas film itu, yang kita bahas adalah bagaimana kerennya orca dalam mengisi perutnya atau mencari makan. Apakah dengan bekerja di pabrik, berdagang sembako, jualan asongan bukan ngaco aja, Orca Mencari Makan dengan cara berburu.

Orca adalah salah satu predator laut yang berada dipuncak rantai makanan, hewan yang menjadi makanan orca ini macam-macam mulai dari ikan , lumba-lumba, singa laut, anjing laut, penguin, Hiu Putih, Bahkan sampai Paus Bongkok. Gak salah tuh? Lumba-lumba kan cerdas, begitupula dengan singa laut dan anjing laut. Sedangkan Hiu dan paus Bongkok ukurannya lebih besar dari Orca, bagaimana Orca Bisa memakan mereka?

Jawabannya dengan Kerjasama kelompok, strategi yang baik dan komunikasi yang bagus, Orca bisa memakan hewan-hewan diatas. Pernah saya melihat sebuah tayangan video di saluran televisi swasta dimana ada kejadian segerombolan orca sedang bekerja sama dalam berburu paus bongkok, disana terlihat bagaimana dahsyatnya kerjasama dari kelompok orca dalam berburu dan akhirnya bisa membunuh serta memangsa paus bongkok. Harusnya namanya bukan Paus Pembunuh, tapi pembunuh paus kali ya biar pas dan cocok.

Pelajaran yang bisa kita petik disini adalah, bagaimana kerjasama , strategi, komunikasi, keberuntungan serta kemampuan dalam membaca situasi amat sangat berguna didalam hidup. Baik untuk orca ataupun untuk manusia.



Bawa map bawa map cari pekerjaan

Itu adalah potongan lagu yang biasa dinyanyikan Mang Saswi (acara ini talk show , Net TV) hampir setiap harinya. Kalau diliat-liat Mang Saswi ini masih belum memperoleh pekerjaan juga, apakah susah sekali dalam mencari pekerjaan?

Menurut penulis sebenarnya pekerjaan itu banyak, tapi yang penghasilannya sesuai dan cocok dengan kemampuan/keinginan kita itu yang susah diperoleh. Contoh jika kita menyapu jalan raya saja itu namanya pekerjaan tapi mungkin penghasilannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ada juga yang memperoleh penghasilan tapi tanpa pekerjaan yang caranya benar, seperti mencuri, merampok, memalak, mengemis, dan sebagainya. Adapula yang sudah mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang mencukupi namun masih juga belum puas dan selalu minta kenaikan (kalau begitu dinaikan saja biasa ambil gaji dilantai satu diubah kelantai dua atau atap jika hanya 1lantai), padahal kalau menurut Cak Lontong gaji itu ditambahkan bukan dinaikkan :)

Padahal jika kita melihat ulang , sedikit apapun uang yang kita hasilkan pasti cukup untuk Hidup. Namun sebesar apapun Uang yang kita hasilkan pasti tidak akan pernah cukup untuk mengikuti GAYA Hidup.

Mungkin Lagu Mang Saswi Perlu diperbaiki menjadi "bawa map bawa map mencari pekerjaan, yang halal yang halal dan cukup untuk hidup"

15 Nov 2014

Disiplin ditanamkan sejak dini

Suatu ketika ketika sedang fokus akan kerjaan dikantor (padahal cuma toko komputer, lagi belagu aja pengen nyebut kantor. skip back to topik) tiba-tiba ada seorang anak kecil berumur sekitar 3-4tahun masuk dan memanggil saya.

"oom saya numpang buang bungkus permen sama botol air kemasan ya ditempat sampahnya oom", kata si anak. Kebetulan juga kantor (tetep pengen nyebut kantor) saya terbuka dan didekat pintu masuk memang saya sediakan tempat sampah untuk customer. Saya persilahkan anak itu, dan saya salut dengan cara orang tua si anak mendidik anaknya (yang mungkin baru berusia 3-4tahun) itu untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

Sedangkan yang sudah dewasa saja biasanya membuang sampah sembarangan, dan terkadang menganggap hal tersebut kewajaran. Jika saja mereka bisa belajar disiplin dari hal-hal kecil tentu akan terbiasa dalam disiplin dalam hal-hal besar.

Mudah-mudahan masih ada lagi banyak orang tua yang dapat mendidik anaknya seperti anak itu, agar kelak ketika anak-anak tersebut tumbuh mereka menjadi orang yang disiplin.

Kisah menarik dari serial Masha and The Bear

Masha and the Bear, Tentu kalian setidaknya pernah dengar nama tersebut, yup itu adalah film kartun atau animasi untuk anak-anak yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta hampir setiap hari di pagi dan menjelang sore hari. Karakter utamanya adalah Masha gadis kecil yang aktif (bukan nakal, karena masih dalam tahap wajar untuk anak-anak) dan Beruang sahabatnya.

Ada satu episode yang menurut saya cukup menarik, yaitu episode no 35 Yang berjudul Sulitnya menjadi anak-anak. Ringkasan ceritanya adalah dimana Masha berbuat ulah sampai mengganggu beberapa hewan penghuni hutan, bahkan sampai  membuat berantakan rumah Beruang. Yang beruang lakukan adalah menghukum Masha dengan berdiri menghadap dinding, tapi para hewan penghuni hutan semua protes namun Beruang memberitahu bahwa Hal yang dilakukan Masha adalah hal wajar (kenakalan anak-anak pada umumnya) dan mengingatkan bagaimana kenakalan para hewan penghuni hutan semasa anak-anak.

Setelah merasa hukuman Masha sudah cukup beruang pun mengajak Masha bermain Pesawat terbang radio control, yang mana ketika Masha mengendalikan sendiri pesawat untuk pertama kalinya malah masuk kerumah beruang dan membuat berantakan. Apa yang dilakukan beruang setelahnya ternyata ia malah membimbing dan mengajari Masha cara bermain yang benar.

Sungguh unik dan bisa memberikan kita sedikit pelajaran tentang tatacara menangani anak-anak.
Bagi yang penasaran mungkin bisa cari videonya di YouTube untuk Masha and The Bear Episode 35

Mendidik Anak

Mendidik Anak
Mungkin kita pernah melihat sebuah iklan biskuit ditelevisi yang menceritakan tentang seorang ibu yang melatih anaknya untuk berlari. Narasi dalam iklan tersebut cukup bagus karena disana sang ibu mengajarkan anaknya tentang semangat agar sang anak bisa mengalahkannya. Dan ketika sang anak mengalahkannya maka sang ibu ternyata merasa menang, karena ia bisa membuat anaknya melebihi dirinya.

Dewasa ini kita sering kali melihat tipikal orang tua "helikopter" , orangtua helikopter ini adalah orangtua yang berpikir bahwa cinta berarti memusatkan hidup mereka di sekeliling anak. Orangtua berjaga-jaga terus di dekat anaknya dan menolongnya kapan saja dibutuhkan, sehingga terkadang menimbulkan ketergantungan dari sang anak. Bahkan terkadang ada kebablasan sampai dengan si anak itu sudah dewasa.

Saya juga teringat pernah membaca suatu artikel yang menarik tentang Jacky Chan sang mega bintang Layar Lebar, Jacky Chan mengeluarkan pernyataan bahwa jika sudah meninggal seluruh harta peninggalannya akan disumbangkan tanpa memberikan sedikitpun kepada anaknya. Hal itu dijelaskan oleh Jacky Chan, bahwa ia yakin anaknya bisa untuk hidup tanpa harta warisan peninggalan tersebut.

Jadi Jika memiliki anak atau kelak memiliki anak , metode mendidik apakah yang ada pilih ??? Masing-masing tentu punya jawabannya

Belajar dari induk macan tutul (bagian 4 tamat)

Waktu pun berlalu dan anak macan tutul mulai menjadi macan tutul dewasa, dan mulai belajar untuk berburu dari sang induk.

Proses pembelajaran yang dilakukan cukup menarik, karena sang induk hanya mengawasi anaknya mencoba berburu mangsa yang si anak sendiri tentukan mulai dari zebra, rusa, wild the beast (saya gak tau bahasa indonesia nama binatang ini jadi menyebutnya terpaksa harus nama kerennya), kerbau , bahkan buaya. Dikarenakan hal tersebutlah si anak macan tutul belajar hewan mana yang bisa dijadikan buruan dan hewan mana yang justru berbahaya untuk diburu. Dan akhirnya anak macan tutul pun bisa berburu sendiri, dan yang terjadi adalah si anak ternyata langsung dilepas oleh induknya agar hidup mandiri dialam liar. Tanpa diawasi ataupun dilindungi karena si anak macan tutul sudah menjadi macan tutul dewasa.

Ternyata banyak pelajaran ya yang bisa dipetik dari Keluarga Macan tutul tersebut.

Belajar dari induk macan tutul (bagian 3)

Setelah kehilangan satu anaknya, sang induk mencari sarang baru bersama satu anaknya yang tersisa.
Sarang yang dicari tentu saja yang dianggap lebih aman dari pemangsa, oleh karena itu lokasinya berada diatas sebuah pohon (macan tutul pemanjat handal lho).

Hal menarik terjadi ketika sang induk telah bisa memanjat, sementara sang anak kesulitan bahkan terlihat putus asa. Yang sang induk lakukan adalah duduk sambil menggeram terus menerus(mungkin menyemangati, karena saya belum paham bahasa macan), Tanpa Mengulurkan tangan ataupun turun dan mendorong anaknya agar bisa memanjat. Hingga akhirnya sang anak bisa memanjat sendiri dan terlihat senang serta meloncat-meloncat memeluk induknya diatas dahan pohon tersebut.

Mungkin terlihat kejam, tapi jika sang anak diulurkan tangan atau dibantu terus menerus apakah itu menjadi hal yang baik untuk perkembangan si anak ? Mungkin kalian bisa simpulkan sendiri.

Belajar dari induk macan tutul (bagian 2)

Setelah sang induk mendapat hasil buruannya, ia pun kembali menuju sarang tempat kedua anaknya menunggu.
Namun setelah sampai disarang ketika ia menggeram memanggil kedua anaknya, hanya satu anak yang menghampirinya, ternyata anak yang satunya kurang beruntung dan menjadi mangsa hewan lainnya.

Hal yang menarik disini ternyata sang induk langsung dengan sigap memindahkan sarangnya, tanpa meratapi dan berdiam diri apalagi mencoba mencari yang memangsa anaknya. Hal tersebut ternyata dilakukan agar dapat menjaga dan menyelamatkan serta menyisakan satu anaknya yang tersisa.

Apa gunanya hanya meratapi yang telah terjadi, yang bisa dilakukan adalah melanjutkan hidup dan melaksanakan tanggung jawab yang ada.

Belajar Dari induk Macan Tutul (bagian 1)


Suatu ketika saya melihat sebuah tayangan menarik di tv swasta, yang menceritakan tentang keluarga macan tutul di alam liar.

Dikisahkan ada seekor induk dan dua ekor anak macan tutul.

Kisah bermula ketika usia kedua ekor anak macan tutul tersebut masih beberapa minggu. Sang induk yang lapar, pergi berburu meninggalkan kedua anaknya bersembunyi disarangnya yang aman.

Pada saat berburu setiap buruan yang sudah didapat sang induk pasti dirampas entah oleh gerombolan singa atau hyena, tapi sang induk tersebut tidak melawan justru mencari buruan lain. Hal tersebut membuat saya menjadi heran. Ternyata dijelaskan oleh narator berita, jika terjadi perkelahian dan ada kemungkinan si induk terluka parah maka habis sudah nasib kedua anak yang menunggu disarangnya.

Induk Macan Tutul saja mengerti ketika bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk merawat dan membesarkan anak-anaknya,  dan tidak mengambil resiko yang membahayakan dirinya beserta keluarganya.

Pengetahuan dan pengalaman

Hubungan pengetahuan dan Pengalaman.

Pengetahuan adalah salah satu hal penunjang dalam mengalami hidup, namun tanpa didukung yang namanya pengalaman semua adalah hanya teori belaka.

Contoh sederhana ketika ada orang yang ingin belajar bersepeda, namun ia hanya membaca teori dan panduan cara bersepeda tanpa praktek sama sekali. Dan ketika dia menganggap semua teori dan panduan ia kuasai ia pun, (kebanyakan) hal yang terjadi adalah ia pun panik dan mungkin terjatuh ketika mencoba bersepeda. Jika ia mencoba lagi untuk bersepeda walau sudah terjatuh (mungkin) ia akan lebih cepat menguasai kemampuan untuk bersepeda, karena ia sudah mempunyai pengalaman mencoba dan memahami panduan serta teori dalam dalam bersepeda.

Apakah Pengetahuan itu Penting ??? Menurut saya IYA!!! Tapi akan jauh lebih Berguna jika diimbangi dengan pengalaman.