29 Mar 2015

Jangan Pernah Membuat Asumsi (cobalah berpikir diluar "Kotak")

Terkadang segala sesuatu terlihat tidak seperti yang aslinya, cobalah sesekali ubah sudut pandang didalam melihat segala hal. Dan yang terpenting kalau hanya baru melihat, mendengar ataupun mengetahui dari satu sisi jangan sekali-kali membuat asumsi. Karena dengan adanya asumsi tersebut itulah tembok penghalang terbesar didalam proses dalam mencapai tujuan. Kali ini penulis akan berbagi sebuah kisah yang bertemakan tentang cara mengubah paradigma atau sudut pandang didalam hidup tanpa perlu membuat asumsi terlebih dahulu.

Alkisah ada sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual sisir, perusahaan tersebut adalah perusahaan multinasional yang terkenal namanya dimana-mana. Pada suatu ketika perusahaan tersebut membuka sebuah lowongan pekerjaan untuk menjadi tenaga penjual atau lebih dikenal dengan istilah keren sales marketing, dan dari sekian banyak calon pelamar pekerjaan terpilihlah 3orang kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan anggap saja namanya Ali, Bandi, dan Cuplis (bukan nama sebenarnya).

Sebagaimana para pekerja pemula Ali, Bandi dan Cuplis mendapatkan waktu untuk uji coba dalam pekerjaan yaitu selama 3bulan. Dalam waktu uji coba tersebut mereka mendapatkan sebuah tugas dari perusahaan, tugasnya adalah menjual produk perusahaan yaitu sisir disuatu tempat. Tempat yang ditunjuk oleh perusahaan tersebut adalah Biara/Kuil Shaolin yang cukup terkenal diseluruh dunia, dan mereka diberikan target untuk dapat menjual 100ribu buah sisir dalam waktu 3bulan di biara Shaolin tersebut secara bergantian.

Ali yang berpikir monoton kebingungan untuk menjual produk mereka, karena Ali berpikir yang namanya biara Shaolin isinya adalah para bhiksu. Dan kita semua sudah mengetahui sudah bahwa bhiksu itu tidak memiliki rambut dikepalanya jadi tidak mungkin memerlukan sisir, apalagi sampai dengan jumlah 100ribu buah. Maka setelah waktu 3bulan yang ditentukan Ali gagal dalam menjual sisir satupun.

Bandi yang berpikir sedikit lebih kreatif dari Ali juga awalnya kebingungan seperti Ali, namun Bandi tidak kehabisan akal dia mencoba menjual produk sisirnya kepada orang-orang yang berada disekitar biara dan juga kepada para pengunjung biara tersebut. Dikarenakan usahanya tersebut menjual 500buah sisir saja dalam waktu 3bulan yang diberikan dan tentu saja Bandi gagal mencapai target yang diberikan oleh perusahaannya.

Sedangkan Cuplis yang juga awalnya kebingungan didalam memasarkan produknya tersebut, mengamati terlebih dahulu dan ia menyadari bahwa ada ratusan ribu pengunjung yang mengunjungi biara Shaolin tersebut setiap minggunya, namun Cuplis mencoba cara yang berbeda dengan Bandi. Hal yang dilakukan Cuplis adalah ia menemui kepala biara dan mengajukan proposal kerjasama , kerjasama yang ditawarkan adalah produk sisir yang dijual Cuplis diberi tanda tangan dan stempel biara shaolin dan Cuplis mendirikan sebuah Stand untuk menjual sisir-sisir yang sudah diberi tanda tangan dan stempel biara sebagai souvenir khas biara Shaolin, yang mana nantinya sebagian keuntungannya akan didanakan untuk pembangunan biara. Hasil yang didapat sungguh luar biasa Cuplis mampu menjual 500ribu buah sisir sebagai souvenir didalam waktu yang ditentukan dan akhirnya ia diangkat menjadi Manager Sales Marketing perusahaan sisir tempatnya bekerja. Sementara sisir yang dijual disana menjadi terkenal menjadi souvenir khas biara Shaolin dan juga biara dapat memperoleh dana untuk pembangunan serta pemeliharaan biara dari kerjasama penjualan souvenir tersebut.

Setelah melihat kisah tersebut ada hal yang bisa disimpulkan, bahwa sebaiknya kita janganlah pernah membuat asumsi tertentu dalam menghadapi segala sesuatu dan kita juga perlu mencoba untuk berpikir diluar "kotak" yang mungkin pada awalnya terlihat melawan arus namun pada akhirnya jika dijalankan dengan serius akan memberikan hasil yang manis akhirnya.

note bawah : kisah tersebut hanyalah fiksi belaka, jika memang ada kesamaan nama, tempat itu adalah suatu kesengajaan penulis agar kisah ini lebih dapat mudah dicerna. Jika memang ada pihak yang tidak berkenan, penulis mohon maaf sebelumnya karena penulis tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar