25 Feb 2015

Jiang Ziya Sang Tokoh Utama Fengshen Yanyi

Ilustrasi Ketika Jiang Ziya memancing
Dikisahkan pada zaman dahulu kala di daratan tiongkok ada sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Shang atau dinasti Shang. Pada awal didirikan oleh kaisar pertama kerajaan ini cukup baik dan akhirnya menjadi salah satu kerajaan terkuat pada masanya. Sampai suatu ketika tiba giliran kaisar Zhou yang sombong dan lalim (coba baca kisah kaisar Zhou dan Dewi Nuwa).

Pada saat itu ada seorang warga kerajaan Shang yang bernama Lu Wang, atau sering disebut Jiang San atau Jiang Ziya yang merupakan salah seorang keturunan dari Kaisar Dayi pada dinasti Shun (beberapa dinasti sebelum dinasti Shang). Didalam kisah-kisah yang beredar Jiang Ziya merupakan orang yang bijak , cerdik dan baik hati. Namun karena tingkah laku kaisar Zhou yang semena-mena dan juga karena kekejaman selir Kaisar Su Daji, Jiang Ziya yang muak akan hal tersebut akhirnya pergi meninggalkan kerajaan Shang.

Pada suatu malam didalam tidurnya Jiang Ziya bermimpi bertemu dengan Kaisar Giok/Kaisar Kumala/Kaisar Langit/Raja Langit, dalam mimpinya tersebut Kaisar Giok memberi petunjuk bahwa suatu saat kelak Jiang Ziya akan bertemu dengan orang pemberani yang kelak harus dibantu untuk menggulingkan tirani dari Dinasti Shang dan Kaisar Zhou.

Jiang Ziya yang mempercayai mimpi tersebut akhirnya menunggu selama beberapa tahun, pada saat menunggu Jiang Ziya mendirikan sebuah gubuk ditepi sebuah danau dan memancing namun tidak memasang kail/mata pancing pada pancingnya (hanya menggunakan tongkat dan benang pancing). Orang-orang yang heran akan kelakuan Jiang Ziya bertanya, apa yang ia pancing saat itu jika tidak menggunakan kail/mata pancing, Jiang Ziya Menjawab bahwa ia tidak sedang memancing atau menunggu ikan, namun ia sedang menunggu orang pemberani yang kelak akan dia bimbing.

Waktu pun berlalu dan tanpa berasa Jiang Ziya mencapai usia sekitar 70an tahun, dan batu tempat Jiang Ziya duduk pun sampai ada lekukan bentuk tubuhnya karena setiap hari ia duduki. Pada saat keputus asaan tersebut muncullah iring-iringan Kaisar Wenwang dari kerajaan Zhou yang lewat danau tersebut dan bertanya pada Jiang Ziya. Ternyata Kaisar Wenwang juga pernah mengalami mimpi yang sama dengan Jiang Ziya , bahwa kelak Kaisar Wenwang akan bertemu dengan orang tua bijak yang akan membimbingnya untuk memakmurkan kerajaan Zhou dan menggulingkan tirani dari Dinasti Shang. Dan ketika mengobrol pun Kaisar Wenwang sadar bahwa orang tua pemancing yang ia temui ternyata adalah orang yang bijak, serta ahli dalam strategi dan menganggap dialah orang yang dimaksudkan oleh Kaisar Giok dalam mimpinya.

Akhirnya Jiang Ziya pun diajak ke kerajaan Zhou dan diangkat jadi perdana menteri disana serta membuat banyak kebijakan serta membuat Kerajaan Zhou yang tadinya biasa saja menjadi makmur dan memiliki pasukan yang cukup hebat. Namun ternyata akhirnya Kaisar Wenwang wafat dan tahtanya diteruskan oleh anaknya Kaisar Fawang (atau kadang disebut Wuwang) yang juga merupakan menantu dari Jiang Ziya. Kaisar Fawang yang ingin melanjutkan mandat ayahnya untuk menggulingkan dinasti Shang pun akhirnya mengumpulkan pasukan untuk menggempur kerajaan Shang.

Pada saat peperangan yang terjadi Jiang Ziya diminta menjadi pengatur strategi dalam pasukan kerajaan Zhou, dan akhirnya setelah peperangan yang Dahsyat itu dinasti Shang berhasil digulingkan dan Kaisar Zhou yang lalim berhasil dikalahkan (beberapa kisah menceritakan Kaisar Zhou bunuh diri ketika dikepung).

Jiang Ziya pun dalam kisahnya diangkat menjadi Dewa Jiang Taigong, dan ia memberi anugrah gelar Dewa/Dewi kepada para perwira tinggi yang ikut serta dalam perang antara kerajaan Zhou dan kerajaan Shang. Sehingga sampai dengan saat ini kisah tersebut terkenal dengan nama Fengshen Yanyi atau penanugrahan gelar Dewa/Dewi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar