17 Feb 2015

Legenda atau Mitologi Tentang Tahun Baru Imlek Bagian Satu

Selamat Tahun Baru Imlek
Masih dalam rangka menyambut datangnya Tahun baru Imlek, setelah membahas tentang Shio dan Elemen. Ternyata masih ada banyak lagi cerita-cerita yang mungkin Mitos, legenda ataupun sejarah yang terkait dengan Tahun Baru imlek. Berikut kisah-kisahnya.





1.Tahun Baru Imlek Indentik Dengan Warna Merah

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu dunia dipenuhi dengan binatang-binatang buas dan berbahaya. Diantara mereka terdapat sebuah monster yang sangat besar, Nian. Nian mempunyai kebiasaan memulai makan manusia tepat pada malam tahun baru. Nian mempunyai mulut yang sangat besar yang dapat menelan banyak orang sekaligus dalam sekali lahap, sehingga tidak heran jika penduduk menjadi amat takut kepadanya.

Pada suatu hari, ada seorang tua yang datang untuk menolong mereka. Beliau menawarkan diri untuk menaklukkan sang monster Nian. Walaupun setengah percaya, penduduk setuju. Maka orang tua itu pun mencari Nian. Pada saat bertemu Nian, Nian masih terlelap tidur, orang tua itu berteriak, “Nian bangun! Saat ini adalah malam tahun baru. Bangun!” Mendengar teriakan itu, Nian pun bangun.

“Jadilah baik dan buang sifat jahatmu. Hentikan kebiasaanmu memakan manusia”, kata orang tua itu.

“Ha, ha, ha. Hai orang tua, kamu telah menghantarkan dirimu. Tidakkah kamu takut aku akan memakanmu?”, ejek Nian.

“Jika kamu memakan diriku, apa yang patut dibanggakan? Apa hebatnya?”, tanya orang tua itu, “Beranikah kamu memakan ular berbisa?”

“Mudah”, jawab Nian.

Saat itu juga Nian langsung melahap semua ular yang ada di sekitarnya.

“Bagaimana? Bukankah aku hebat?”

“Di belakang gunung terdapat banyak binatang buas, apakah kamu mampu mengalahkan mereka?”, tanya sang orang tua.

“Ikutlah denganku, maka kamu akan mengetahui kehebatanku”, jawab Nian.

Nian langsung melahap binatang-binatang buas yang ada, dan sebagian lagi lari ketakutan, Nian tidak terkalahkan.

“Ha,ha,ha. Hai orang tua, sekarang kamu akan aku makan”

“Tahan. Aku akan melepas jubah yang kupakai dahulu sehingga kamu akan mendapatkan makanan yang lebih lezat”, jawab sang orang tua.

Saat sang orang tua melepas jubahnya, Nian langsung ketakutan karena baju orang tua itu berwarna merah.

“Saya benci warna merah. Singkirkan!”

“Ha,ha,ha. Aku tahu kamu takut warna merah”

“Ampunilah diriku”, mohon Nian.

“Bila kamu bersedia melepaskan kebiasaan jelekmu, maka kamu akan kuampuni”, jawab sang orang tua.

Sejak itulah sang monster Nian hanya memangsa binatang, tidak pernah lagi dia memakan manusia.

Setelah kejadian tersebut, orang tua itu pun menghilang dengan mengendarai sang monster Nian.

Barulah penduduk sadar bahwa orang tua tersebut adalah Dewa yang turun ke dunia guna menolong manusia.

Nian telah pergi, binatang buas lainnya juga takut berkeliaran, mereka masuk ke hutan-hutan. Sejak saat itu penduduk mulai dapat hidup tenang dan damai.

Sebelum pergi sang orang tua berpesan agar penduduk menaruh dekorasi yang terbuat dari kertas merah pada pintu-pintu dan jendela  serta menggunakan aksesoris atapun pakaian berwarna merah pada setiap akhir tahun, demi menangkal kembalinya si Nian, karena Nian takut warna merah.



2. Membunyikan Petasan pada saat perayaan Tahun baru Imlek

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu diatas rumpun pohon bambu hidup sekelompok makhluk aneh yang dinamakan Makhluk Gunung. Mereka pendek dan hanya memiliki satu kaki. Pada suatu hari, di sebuah hutan bambu lewatlah satu orang desa yang membawa banyak buah-buahan dan sayur-sayuran.

Secara tiba-tiba, muncul para Makhluk Gunung dan langsung berebut mengambil buah dan sayur yang ada. Orang desa itu tidak hanya diam, ia langsung berusaha menangkap para makhluk aneh itu, dan akhirnya berhasil menangkap satu. Ia berencana untuk membawa makhluk aneh itu kepada hakim daerah.

Saat melanjutkan perjalanan, orang desa itu berjumpa dengan sekelompok pemburu yang sedang memasak. Mereka memberitahu kepada orang desa itu bahwa yang ditangkapnya adalah Makhluk Gunung. Makhluk itu dapat membuat orang menjadi demam dan sakit. Makhluk itu akan selalu turun pada setiap tahun baru untuk mencari makan. Siapa pun yang berhubungan dengan makhluk itu akan jatuh sakit.

Karena orang desa itu mulai merasa kedinginan, para pemburu menambahkan potongan-potongan bambu ke perapian agar udara semakin hangat. Tiba-tiba muncul banyak Makhluk Gunung, lalu menyerang para pemburu dan orang desa itu. Di tengah kekacauan itu, potongan bambu yang berada di perapian meletus. Letusan-letusan itu membuat para Makhluk Gunung terkejut dan lari ketakutan.

Sejak saat itu rakyat membakar potongan bambu untuk menakuti Makhluk Gunung. Di kemudian hari, ini menjadi sebuah kebiasaan yang selalu dilakukan pada setiap Perayaan Tahun Baru Imlek.



3. Menggantung Lentera Merah Pada saat Tahun baru Imlek

Pada masa akhir Dinasti Ming, Li Zicheng, pemimpin pemberontak, bersama tentaranya sedang mempersiapkan diri untuk menguasai kota Kaifeng.  Demi mendapatkan informasi yang akurat, Li menyamar sebagai penjual beras masuk ke Kaifeng. Setelah mendapat gambaran yang jelas, maka Li menyebarkan berita untuk kalangan rakyat jelata bahwa tentara pemberontak tidak akan mengganggu setiap rumah yang menggantung lentera merah di pintu depan.

Sekembalinya Li ke markas, dia membuat rencana penyerangan. Para penjaga kota Kaifeng mulai mendapat serangan gencar dari tentara Li dan membuat mereka kewalahan. Tidak berdaya membuat pasukan penjaga kota Kaifeng mengambil jalan pintas membuka bendungan dengan harapan tentara Li tersapu banjir dan hancur.

Namun banjir juga melanda rumah penduduk. Banyak orang yang berusaha menyelamatkan diri naik ke atap rumah. Bagi rakyat jelata, mereka hanya membawa lentera merah. Sedangkan kaum bangsawan dan pejabat berusaha menyelamatkan harta benda. Banjir terus meninggi dan membuat orang-orang mulai putus asa.

Setelah melihat penderitaan yang akan dialami banyak rakyat jelata, Li memerintahkan anak buahnya menyelamatkan rakyat dengan rakit dan perahu. Yang membawa lentera merah tentunya. Untuk memperingati kebaikan hati Li dalam menyelamatkan rakyat jelata, maka bangsa Tionghoa selalu menggantung lentera merah pada setiap perayaan penting, seperti Perayaan Tahun Baru Imlek.



4. Angpao

Pada zaman dahulu, ada seekor binatang yang tinggi besar, setiap tahun di malam tahun baru binatang itu keluar mengelus-elus dahi anak-anak yang sedang tidur, anak-anak yang pernah dibelainya akan menjadi gila. Demi keselamatan anak-anak , orang tua menjaga anak-anaknya sepanjang malam.

Berdasarkan legenda di Provinsi Zhejiang, ada sebuah keluarga pasangan suami istri yang baik dan jujur. Mereka baru memperoleh seorang anak diusia senja, sehingga sangat menyayangi anaknya bagaikan benda pusaka. Pada suatu malam tahun baru, agar sang anak tidak diganggu oleh makhluk besar itu, kedua orang tuanya menemani anaknya bermain dengan kertas merah berisi uang, setelah sepanjang malam bermain, karena lelahnya orang tua anak itu tertidur, koin uang yang telah dibungkus dengan kertas merah itu jatuh di samping bantal si anak.

Tidak lama kemudian makhluk itu datang, lalu menjulurkan tangannya menjamah kepala anak itu. Kedua orang tua anak itu terbangun kaget, namun, ingin mencegah juga sudah terlambat, saat itulah tampak bungkusan merah di sisi bantal anak itu memancarkan seberkas cahaya terang dan langsung menyinari makhluk itu dan makhluk itu pun berteriak histeris lalu kabur.

Dalam waktu singkat, orang-orang di seluruh pelosok desa mengetahui peristiwa tersebut dan menganggap bahwa malam hari terakhir ke-30 setiap tahun, dengan kertas merah yang diisi uang dan diletakkan di sisi bantal anak-anak dapat menghalau makhluk itu. Semua orang lalu mengisi uang dengan kertas merah, dan menamakan uang itu sebagai angpao, anak-anak bisa melewati setahun usianya dengan selamat setelah mendapatkan angpao.

Namun angpao sebenarnya bukan hanya diberikan saat perayaan tahun baru Imlek, angpau juga bisa diberikan saat pesta pernikahan, ulang tahun, pokoknya hal-hal yang bersifat suka cita. Mengapa? Karena angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik.



Untuk saat ini bersambung dulu ya........ Biar penasaran :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar