12 Feb 2015

Kisah Paris dan Helen dari Troya

Ilustrasi Patis dan Helen dari Troya
Dua dewa utama, Zeus dan Poseidon, bernafsu pada Thetis, dewi laut yang terkenal akan kecantikannya. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk memperkosanya. Namun tiba-tiba Themis (atau Prometheus) meramalkan bahwa putra yang dilahirkan Thetis akan menjadi lebih kuat dari ayahnya. Setelah mengetahui ramalan itu, Zeus dan Poseidon tak lagi berminat pada Thetis. Zeus lalu menikahkan Thetis dengan Peleus (dan lahirlah Achilles).

Pada pesta pernikahan Peleus dengan Thetis, semua dewa-dewi diundang, kecuali Eris, dewi perselisihan. Marah, Eris akhirnya melempar sebuah apel emas ke tengah-tengah para hadirin. Apel tersebut bertuliskan "Untuk yang Tercantik". Tiba-tiba tiga orang dewi mengklaim diri masing-masing sebagai pemilik apel tersebut, mereka adalah Hera, Athena, dan Aprodhite.

Tiga dewi itu meminta Zeus untuk memutuskan siapa yang berhak atas apel tersebut. Namun Zeus tidak mau memilih (mungkin karena bingung Hera adalah Istrinya ratu para Dewi, Athena adalah anaknya Dewi peperangan dan Aphrodite juga anaknya yang merupakan dewi Kecantikan) dan menyuruh mereka meminta keputusan pada Paris, pangeran Troya putra Priamos dan Hekabe.

Ketiga dewi tersebut kemudian mendatangi Paris dan menawarkan berbagai hadiah sebagai imbalan jika Paris memilih mereka. Athena berjanji akan menjadikannya pemimpin perang yang berjaya, Hera menawarkan untuk menjadikannya raja yang sangat kaya, sedangkan Aprodhite menawarkan wanita tercantik di dunia, Helen dari Sparta. Paris akhirnya memihak Aprodhite dan memberikan apel emas itu pada sang dewi, dengan demikian menyatakan bahwa Aprodhite adalah dewi tercantik. Keputusan ini membuat Hera dan Athena murka, dan akibatnya akan terlihat pada perang Troya.

Sebenarnya Paris saat itu sudah mempunyai istri, yaitu seorang dewi/peri gunung bernama Oinone. Namun demi Helen, Paris pun meninggalkan istrinya. Oinone berkata pada Paris bahwa jika nanti Paris terluka, Oinone selalu bersedia untuk menyembuhkannya. Oinone berharap suaminya suatu saat akan kembali. Sementara Helen di Sparta juga sudah mempunyai suami, yaitu Menelaos, raja Sparta.

Saudara-saudara Paris, Helenos dan Kassandra, bisa melihat masa depan dan mereka melihat bahwa perjalanan Paris ke Sparta akan membawa kehancuran bagi Troya. Mereka pun memperingatkan Paris. Namun Paris tidak peduli dan tetap nekat untuk berlayar ke Sparta bersama sepupunya Aineias.

Di Sparta, Paris disambut oleh Menelaos dan Helen. Aprodhite lalu membuat Helen jatuh cinta pada Paris. Ketika Menelaos pergi ke Kreta untuk menghadiri upacara pemakaman kakeknya, Paris mengajak Helen kabur ke Troya. Helen bersedia dan dia pun mengikuti Paris dengan membawa serta banyak harta dari Sparta. Helen juga meninggalkan putrinya yang bernama Hermione di Sparta. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perang Troya, disebabkan oleh Paris seorang pangeran Pesolek (karena dibeberapa kisah disebutkan Paris tidak memiliki kecakapan apapun selain wajahnya yang konon katanya tampan dan keahlian memanahnya yang baik) yang membawa kabur istri orang.


Sekilas tentang Helen dari Troya (Helen of Troy)
Dalam sebagian besar sumber, termasuk Iliad dan Odisseia, Helene adalah anak perempuan Zeus dan Leda, istri raja Sparta, Tindareus. Menurut beberapa sumber yang menceritakan kisah kelahiran Helen bahwa, meskipun ayahnya adalah Tindareus, tetapi Helene sebenarnya merupakan putri Zeus. Dalam wujud seekor angsa, Zeus dikejar oleh seekor elang dan diselamatkan oleh Leda. Setelah dekat dengan Leda, Zeus pun memperkosanya (Hadeuh.... Zeus ternyata jahat ya sering memperkosa ataupun merayu Istri Orang). Leda melahirkan sebutir telur, yang darinya Helen terlahir, dan Helen pun menjadi wanita tercantik pada saat itu (karena ia setengah Dewi, dan merupakan puteri Zeus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar